maksud loh??....kalo dibibir mah kagak ada yang terselip deh adenye digigi tuh 
banyak yg terselip....ada cabe, daging, tulang ikan...dll....nah rasa yang 
paling memilukan itu pas bibir gue lagi sakit sariawan....gicyu......pppffff

  ----- Original Message ----- 
  From: blalang_kupukupu 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, May 16, 2008 10:20 AM
  Subject: +Nongkrong Bareng Comunity+ Re: Bibir-Bibir Kita


  hahahah... asyik terserah ngartiin sajak itu apa man?
  dan tentang bibir??? bukankah disitu terselip rasa yang paling 
  menggarirahkan atau rasa yang paling memilukan ?

  --- In [email protected], "Fonda" <[EMAIL PROTECTED]> 
  wrote:
  >
  > Ku.....
  > 
  > Mungkin kuterjemahkan perkataanmu dengan asa.........
  > Atau kucerna dengan cita..........
  > Walau kutak berdaya dengan suatu nuansa........
  > Nuansa rasa yang kudapat dari sang Kuasa...........
  > 
  > Ah....cerita itu telah berlalu tuntas.............
  > Walah menyisakan kisah yang tak jelas.........
  > Engkau yg ku kenal telah tak tegas........
  > Masa gue disuruh jadi tukang ngelas.....
  > 
  > Jakarta, 16 May 2008 jam 9:27
  > Fonda **bukan pujangga tulen**
  > 
  > ----- Original Message ----- 
  > From: blalang_kupukupu 
  > To: [email protected] 
  > Sent: Friday, May 16, 2008 9:11 AM
  > Subject: +Nongkrong Bareng Comunity+ Bibir-Bibir Kita
  > 
  > 
  > Bibir-Bibir Kita
  > 
  > Bibirku dan bibirmu tidak selincah dan sepolos dulu
  > Ketika bertemu 
  > Biasanya bibirmu hanya mengucapkan salam dengan kerling
  > Malu-malu
  > Lalu kau sumbat dengan pipet sampai tandas isi gelas pertama
  > Dan bibirku akan memesan gelas ke dua 
  > Akan terus kau lakukan hal yang sama
  > Ketika bibirku asyik memuntahkan cerita tentang jarum-jarum jam 
  > Yang selalu berbaris kaku di bibir pintu kamarku
  > Bila malam telah tiba
  > Betapa santun bibirmu mengalah dan membiarkan telingamu
  > Yang terus melakukan perannya
  > Sebelum isi gelas kedua itu akhirnya tandas juga
  > 
  > Bibirku pastilah lelah melakukan pendakian cerita
  > Yang berbukit-bukit 
  > Dan saat itulah, kau bergerak mendekatkkan kursimu 
  > Di sebelah kursiku
  > Bibirmu masih belum terkatup 
  > Tapi kini barisan gigi atasmu mulai mencubit bibir bawahmu 
  > Yang masih basah oleh sisa air
  > Dan tampak merah tanpa pewarna
  > Beberapa helai rambutmu seperti mewakili isi hati bibirmu 
  > Berharap fikiran bibirku segera mampu membacanya
  > 
  > Dan telah terlukis di sana
  > Betapa indahnya alunan yang akan mengalir ke muara dada
  > Ketika sentuhan ciuman pertama itu akhirnya melakukan 
  > Peranannya
  > Di antara kegelisahan kita 
  > Di antara getir, getar itu menyusup ke sela dua mulut rasa 
  > Ketika kau dan aku sama-sama memejamkan mata
  > Terpejam dari segala gelap dan datanglah cahaya yang mengalpa
  > 
  > Rawamangun, Jumat Pagi, 16052008
  > 
  > Nb: Karena tiba-tiba diserang ya udah blalang posting aja sajak 
  di 
  > sini, heheh buat yang lain salam kenal juga dan yang suka puisi 
  > silakan menikmatisajak2 picisan blalang di
  > http://asharjunandar.wordpress.com
  > ini sekuensajak dari "Sinopsis Musim Gugur"
  > salam
  > blalang_kupukupu
  >



   

Kirim email ke