kalau ahmadiyah tidak dibubarkan boleh boleh saja tapi mereka tidak berada 
dalam islam...karena di islam aturannya sudah jelas 


"Lintang.Kencono" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                
 Sejatinya Tidak ada Paksaan dalam Agama  Islam
  
 Peraturan, Hukum, adalah alat manusia untuk  memaksa
  (QS,10:99). Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang  
di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa  manusia supaya 
mereka menjadi orang-orang yang beriman  semuanya?


    ----- Original Message ----- 
   From:    Gabriella    Rantau 
   To: [email protected]    
   Sent: Wednesday, June 04, 2008 5:01    AM
   Subject: Re: :: Milist NB :: Teriakkan    "Allahu Akbar" Yang Mencemarkan 
Islam...bacalah sangat berguna!
   

         
   MNRT UUD dan HAM dari PBB yg disetujui dan    ditanda-tangani pemerintah RI, 
setiap warga negara Indonesia dijamin    kebebasannya beragama dan melakukan 
ibadah agamanya. Jadi siapa saja-    Ahmadiyah, Lia Amminuddin, mbah Suro dsb. 
berhak dan justru dijamin    kebebasannya beragama. Kalo pemerintah RI 
melarang, membubarkan Ahmadiyah    berarti bhw pemerintah melanggar UUD dan HAM 
yg diratifikasinya    sendiri.

Kalo Ahmiadiyah jadi dibubarkan oleh pemerintah. Tidak    mustahil kelompok2 
keras akan mendesak agar kelompok Kejawen, kelompok Sunda    Wiwitan, dst. akan 
juga difatwakan sesat dan akan dibubarkan oleh pemerintah    yg tidak punya 
nyali dan tidak tau hukum negara.

sukses dlm memberangus    aliran2 sesat kemudian pasti akan dilanjutkan dengan 
fatwa pengharaman agama    Hindu yg dituduh memuja dewa2, agama Katolik yg 
punya patung di dlm gereja dan    agama Kristen Protestan krn memasang salib di 
dlm gereja. Where is it going to    end?

Bayangkan kalo ada negara ato wilayah di mana Ahmadiyah merupakan    mayoritas 
dan kelompok ini menyatakan sesat kelompok Sunni - apakah anda pikir    hal ini 
benar dan pantas dilakukan kpd umat seagama dan sealiran dg anda? Di    
berbagai negara Timur Tengah golongan Sunni selama ratusan taon mengencet    
golongan Shi'ite. Sebaliknya di Iran golongan Shi'ite selalu memusuhi golongan  
  Sunni. Apakah akibat dari saling menudingsesat ini? Mereka selalu bermusuhan  
  selalu bunuh-membunuh dan rakyat menderita terus.

Aku percaya bhw Islam    mengajarkan bhw yg berhak menyatakan seseorang kafir, 
sesat, musyrik dll.    adalah hanya Aulloh. Mungkin ada baiknya kalo manusia 
tidak mencampuri    wewenang Aulloh dan merasa melakukan tugas beliau di bumi 
ini.

Gabriela Rantau

   -----    Original Message ----
From: ganet <[EMAIL PROTECTED]>
To:    [email protected]
Sent: Wednesday, June 4, 2008    11:08:24 AM
Subject: RE: :: Milist NB :: Teriakkan "Allahu Akbar" Yang    Mencemarkan 
Islam...bacalah sangat berguna!

      
      Ini salah satu    strategi untuk mengadu domba umat muslim. Bubarin 
sajalah Ahmadiyyah biar    tidak ada lagi hal-hal seperti ini lagi.
    
      Thank    You
    
    
   Best    Regards
    
   Ganet    Anugrah
    

         
---------------------------------
   
   From:    Nongkrong_bareng@ yahoogroups. com [mailto:Nongkrong_ [EMAIL 
PROTECTED] ps.com] On Behalf Of Purnomo, Andik
Sent: Wednesday, June 04, 2008 9:57    AM
To: Nongkrong_bareng@    yahoogroups. com
Subject: RE:    :: Milist NB :: Teriakkan "Allahu Akbar" Yang Mencemarkan 
Islam...bacalah    sangat berguna!

    
            Anggota    AKK-BB Mengaku Dibayar Saat Demo 
Selasa, 03 Juni 2008 
Seorang anggota    AKK-BB, Asep, sungkem ke markas FPI
Jalan Petamburan, Jakarta . Katanya,    dia tak tau
apa-apa. Diajak demo, dibayar Rp. 25 ribu

Hidayatullah.    com-Asep (30) seorang pemuda Matraman,
Jakarta mendatangi Habib Rizieq di    kantornya, Jalan
Petamburan, Jakarta Barat. Pria yang mengaku    anggota
Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan
Berkeyakinan    (AKKBB), Asep mendatangi markas FPI untuk
menyampaikan penyesalanya ikut    aksi di Monas.

"Saya menyesal dan insyaf dan tidak mau demo    lagi.
Saya juga tidak mau dendam terhadap laskar Islam,"
ujar Asep    kepada wartawan di Markas FPI Petamburan,
Jakarta Selasa siang    (3/6).

Mengenakan kaos biru dan kedua tanganya masih
diperban, Asep    menjelaskan, perihal keikutsertaan
dalam aksi di Monas, Ahad (1/6)    lalu.

Menurut Asep, dirinya hanyalah pemuda kampung yang
tidak    mengetahui tentang AKK-BB. Sebab, dirinya saat
melakukan demo hanya    dibayar. 

"Saya dibayar 25 ribu untuk aksi ini dan ditambah 15
ribu    karena luka-luka," ungkapnya.

Pria lugu ini tak tahu-menahu jika AKK-BB    merupakan
pihak yang mendukung Ahmadiyah. Saat dirinya di taman
air    mancur Monas, dirinya dan temannya, Junaidi untuk
ikut aksi AKK-BB.    Akhirnya, dirinya dan temannya pun
langsung mengiyakan ajakan anggota    AKK-BB.

Kedatangan Asep ke kantor FPI setelah bertemu
temannya.    "Saya ke sini setelah bertemu Nouval. Saya
insyaf, " ujar    Asep.

"Kami bersama dari rerekan -rekan laskar lain telah
meminta    maaf kepada Asep dan telah menyiapkan dokter
ortopedi. Sebenarnya masih ada    sembilan orang lagi,
yang siap mengaku karena dibayar oleh AKK-BB,"    ujar
Habib Rizieq. [cha, berbagai
sumber/www.hidayatu llah.com]
Foto: Okezone

http://hidayatullah .com/index. php?option=    com_content& task=view& id=6963&I
temid=1
____________    _________ _________ __

From: Nongkrong_bareng@    yahoogroups. com
[mailto:Nongkrong_bareng@    yahoogroups. com] On Behalf Of Wi..loe_sableng!
Sent: Wednesday, June    04, 2008 9:35 AM
To: Undisclosed-    Recipient: ;@siemens. com
Subject: :: Milist NB :: Teriakkan "Allahu    Akbar" Yang Mencemarkan
Islam...bacalah sangat    berguna!

Wi..Loe_sableng
*) Pembela kebenaran dan pembasmi    kejahatan
----- Original Message ----- 
From: Rudy Prabowo <mailto:rudyprabowo33@ yahoo.com>    
To: break!ngnews@ CNN.COM 
Sent:    Wednesday, June 04, 2008 8:45 AM
Teriakkan "Allahu Akbar" Yang Mencemarkan    Islam...bacalah sangat
berguna!

Teriakkan "Allahu Akbar" Yang    Mencemarkan Islam

Kita bisa langsung membuktikan cukup dengan menonton    TV dengan siaran
pandangan mata baru2 ini kejadian dan perbuatan Kekejian    dan Kekerasan
di MONAS Jakarta, bagaimana para anggota "FPI" =Forum Pembela    Islam
(Islam yang mana yang dibela?) sambil meneriakkan "Allahu Akbar"    tapi
tangan memukul dengan kayu dan besi bahkan saksimata di tempat    kejadian
mengatakan ada yang menusuk, Kaki menendang dan menginjak-injak    kepala,
segala macam teknik tendangan dipraktekkan ke tubuh manusia    tanpa
melawan, tapi penganiayaan berkelanjutan terus shg menimbulkan    korban
yang harus menginap dan dirawat di Rumah sakit !!!

Korban    bergelimpangan sudah puluhan termasuk seorang Kiyai Haji dari
NU, mukannya    bengap, matanya hampir buta, mulutnya membengkak
berdarah-darah, badannya    diinjak-injak (Untunglah tidak sampai meninggal
dunia), tidak ada lagi rasa    belas kasihan dari umat Islam
Radikal&Ekstrimis ini/FPI..... dll dllsb,    belum lagi penganiayaan
terhadap perempuan dan anak2, ratusan saksi mata    membenarkan berita itu.

Padahal kita tahu dua saksi atau lebih yang    memberi pernyataan yg sama,
itu suatu bukti sah menurut KUHAP dan KUHP    sebagi tindakan kriminal yang
patut dan seharusnya diajukan ke Pengadilan    Tinggi dan juga Pengadilan
agama. 

Bagaimana Reaksi dari Umat Islam    dari aliran lain yang tidak menghendaki
kekerasan tersebut dan yang bukan    dari aliran "FPI" ? We will see...!!!

Menyikapi teriakan "Allahu Akbar"    yang dikumandangkan sewaktu terjadi
pemukulan, pelemparan batu, penusukan,    penginjakan, penendangan dgn gaya
karate mematikan, "Maegeri/kikomi    terbang!

Tentulah maksud mereka bhw penganiayaan, kekejian, kekejaman    dan
kebiadaban ini untuk mentolerir dan menghilangkan perasaan    bersalah,
juga memberi semangat kepada teman2 lain bahwa kekejaman dan    kebrutalan
dan kebiadaban itu halal dan diridhoi Allah dan mendapat pahala    dari
Allahu Akbar!

Seperti kita ketahui baik dalam siaran TV maupun    media-masa memberitakan
kejadian yg masih teringat oleh kita ttg    :
Terroris-terroris di Mesir membantai dan menculik gadis-gadis    muda
sambil meneriakan "Allahu Akbar". Dengan teriakan itu,    seolah-olah
mereka dipihak Allah dan oleh karena itu tidak akan dihukum    olehNya tapi
justru dapat 'pahala'. Sebenarnya ini adalah salah satu    sifat
kepengecutan yang paling besar. Bagi muslim yang tidak berani    menerima
fakta ini, mereka tidak lebih dari pengecut-pengecut tersebut.    

Demikian juga dengan pujian "Allahu Akhbar". Kalau terroris    Arab
meledakan bus yang penuh dengan anak-anak sambil meneriaki    pujian
tersebut, kalau gerilyawan Mesir berbuat serupa sambil    menghamburkan
peluru kearah turis, kalau penjarah dan pemerkosa di    Indonesia tahun
1998 berbuat sama, bom bali, bom kuningan dll tidak berarti    kita yang
menjadi korban (yang bukan muslim) menuduh Allah di Islam    telah
mengajari atau meneladani kebiadaban tersebut. 

Tetapi sungguh    menyedihkan bila ada banyak umat Islam yang tidak
menganiayai, tidak    berbuat kejam, tidak berbuat keji dan biadab berusaha
keras menghilangkan    fakta ini dengan berbagai cara serta diam saja. 

Saya juga tidak ragu    bahwa para muslim lainnya seperti dari gol. NU,
Muhammadyah yang tidak    melakukan perbuatan biadab itu, bahkan malah
menjadi korban kebengisan yg    brutal tidak menyetujui dan bahkan mengutuk
kebiadaban-kebiadab an yang    dilakukan para WNI Islam penganiaya yg sangat
kejam dan keji itu yg konon    para pemimpinnya orang Arab para habib dari
Timur Tengah. Mungkin Indonesia    ini mau dijadikan ajang pertumpahan
darah seperti di negara2 Arab Timur    Tengah. Tapi kita berharap para
pemimpin Islam dan terutama Negara dan    pemerintah Indonesia segera
mengambil tindakan keras dan menghukum mereka    seberat-beratnya, dan
organisasi itu segera ditutup dan dibubarkan    !!!

Kalau mereka dibiarkan, tidak ada tindakan keras (NATO), maka    tidak
perlu lagi kita menunggu hingga 10 tahun lagi, bisa dipastikan    Indonesia
akan mengalami kehancuran total dan dikuasai oleh para Arab-arab    dari
Timur Tengah tersebut. Karena mereka menganggap rakyat Indonesia Cq    umat
Islam itu bodoh2 dan derajadnya sama dengan budak (maka banyak    TKW
Indonesia di Timur Tengah diperkosa, dihamili, bahkan dianiaya    dan
dibunuh dan tak ada penyelesaian hukum). Waspadalah, jangan    sampai
lengah, sebab Syaiton juga ikut mengintai kita    ........!!!

Oleh Rudy Prabowo (dari segala sumber    +internet)




   








   

 
 The information transmitted is intended only for the person or the entity to 
which it is addressed and may contain confidential and/or privileged material. 
If you have received it by mistake please notify the sender by return e-mail 
and delete this message including any of its attachments from your system. Any 
use, review, reliance or dissemination of this message in whole or in part is 
strictly prohibited. Please note that e-mails are susceptible to change. The 
views expressed herein do not necessarily represent those of PT Astra 
International Tbk and should not be construed as the views, offers or 
acceptances of PT Astra International Tbk.
  
     
                                       


Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian 
itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]



       

Kirim email ke