Sejuk, dech ngebacanya.

Salam
Risda

hamim enha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
Assalamu'aaikum.... Maaf ya.. Biarpun Ane Islam, tapi Ane seratus persen dukung 
Gaby. Kebebasan beragama n berkeyakinan dijamin Undang-Undang, dan dijamin 
Islam. Nggak perlu lha menunjuk-nunjuk orang lain sesat. Karena, nggak ada 
jaminan kita nggak sesat. Eman pernah Tuhan berbisik langsung ke telinga kita, 
"Oh ya... opini, pendapat, aliran n fatwamun paling tepat. Ganyang aja tuch 
Ahmadiyah!" Nggak pernah kan???? Astaghfirullah dech kalau kita sudah pongah, 
berani menghukumi pihak lain sesat, salah, haram, calon penghuni neraka. Karena 
itu adalah domain Allah, wilayah Tuhan. Jangan dong menganggap diri kita Tuhan. 

Perlu dicatat:
"Penyakit Akut Orang Beragama adalah Merasa Dirinya PALING BENAR, dan menutup 
merasa yang lain  salah"

Biarkan saja Ahmadiyah hidup di Indonesia. Biar saja mereka menjadi bagian dari 
kita. Tapi, kalau mereka melakukan kekerasan, mengajarkan kekerasan, maun 
gebuk, tusuk, keroyok kayak FPI itu, rame-rame kita tuntut mereka. Gampang 
toch....

Buat Gaby, La Takhafi.... Wa La Tahzan... Ana Ma'ak (Artinya: Kagak Usah sedih, 
Ane Ame Ente) 

salam





--- On Thu, 6/5/08, Imam Suyudi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Imam Suyudi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: :: Milist NB :: Buat yang pada berantem agama_Buat Ibu/Mbak Hartini 
dan Ibu/Mbak Gaby
To: [email protected]
Date: Thursday, June 5, 2008, 11:49 PM

                       Sebelumnya mohon maaf bukan mau nambah keruh suasana 
yang emang keruh terutama buat ane yang jadi ketiban Audi 404 (enak dapet audio 
404 gak sengaja tapi gak enak karena ngasihnya dilempar jadi ketiban) ikutan 
milist nongkrong_bareng padahal subscribe aja kagak. Awalnya enak, dapet banyak 
informasi dari si Reporter Milist dapet cerita-cerita lucu n konyol dari 
muridnya Sinto Gendeng, dari Mr. Ed (untung bukan ee' kwakakakakkkkk). Tapi 
tiba-tiba aja kok jadi perang agama sih (ini yang namanya ngasih audi 404 kok 
dilemparin gitu); lebih nyebelin lagi  pelaku-pelakunya kok seperti TIDAK 
BERAGAMA dalam penggunaan kata-katanya. Kalo ingin "diskusi agama" silahkan aja 
kunjungi milist pluralisme, Anda akan dapat banyak informasi seputar  
perdebatan masalah klaim kebenaran agama tentunya dengan cara yang santun dan 
inspiratif karena tujuannya bukan untuk mengkalim salah-benar tapi sikap dan 
perilaku yang pluralis. Jangan di milist ini yang amat menjunjung
 etika banyolan, konyol, dan lain-lain yang gila-gilaan deh. Ibarat Senyum 
Monalisa ketiban cat pas di gigi jadi senyumnya tonggos; runyam, pahit, 
ancur-ancuran banget. 
  
 Catatan untuk Mbak/Ibu Gaby Yth. Ketidaksukaan Anda terhadap individu/kelompok 
dari agama lain (tentunya sepakat bahwa setiap agama punya klaim cinta kasih 
dan kedamaian) jangan dibentengi dengan undang-undang yang Anda maksud. Karena 
klaim Anda bahwa Islam seperti yang Anda kira dibawah ini juga dilakukan oleh 
Kristen (Protestan-Katolik) seperti yang Mbak/Ibu Hartini ceritakan (menilik 
nama, seperti Mbak Gaby salah satu dua keimanan itu) Ada banyak data dan fakta 
bagaimana keimanan Anda melakukan penistaan dan pemaksaan terhadap agama lain 
bahkan dengan cara-cara yang berkelanjutan, sistematis, dengan efek yang jauh 
menghancurkan. Itu juga melanggar kebebasan beragama seperti undang-undang yang 
Anda lampirkan (Kristen punya klaim domba-domba yang tersesat; syah-syah aja 
selama dalam koridor dan prosedur tapi realitas tidak begitu). Tidak ekspos 
karena ada kekuatan ekonomi dan politik dahsyat yang mendukungnya (silahkan 
kunjungi milist pluralisme).  Maksud saya, jangan
 bicarakan kompleksitas agama tanpa membekali diri dengan pemahaman (mau 
menerima realitas dan mengaplikasikannya) bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa itu ada 
dan bukan tuhan Allah, tuhan Yesus, tuhan Hyang Widhi, tuhan Thian yang penuh 
darah karena akibatnya fatal, bisa menambah konflik yang ada atau berbalik ke 
diri sendiri. 
 Maaf, saya sendiri belum berani mengklaim sudah bisa menerima dan 
mengaplikasikan makanya cukup sampe sini dulu. Silahkan terima, silahkan tolak 
opini ane ini karena yang jelas saya gak mau lagi ah ikutan yang baunya agama; 
mending ikutan murid Sinto Gendeng aja yang bau pesing; lebih realistis karena 
lucu aja atau ikutan rombongannya Ed tukang Mie Ayam 
 

--- 









       
---------------------------------
  Dapatkan info tentang selebritis  - Yahoo! Indonesia Search.

Kirim email ke