kebangsaan
Neonasionalisme Dibutuhkan
Senin, 9 Juni 2008 | 01:03 WIB

Ende, Kompas - Ketua Yayasan Jati Diri Bangsa, yang juga mantan Wakil Kepala
Staf TNI Angkatan Darat, Kiki Syahnakri mengatakan, musuh bersama bangsa dan
negara dalam konteks kekinian adalah liberalisme, kapitalisme yang tidak
proporsional, fanatisme golongan, fundamentalis anarki, serta feodalisme
yang membahayakan eksistensi Pancasila.

"Hal yang membahayakan Pancasila itu hanya dapat dilawan dengan
neonasionalisme. Kita perlu membangkitkan kembali nasionalisme dengan
formula baru. Kalau pada era perjuangan dikenal nasionalisme bambu runcing,
yaitu semangat melawan penjajah, formula baru nasionalisme salah satunya
adalah semangat mencintai bangsa dengan berkomitmen kuat terhadap keutuhan
bangsa dan negara," kata Kiki Syahnakri di Ende, Flores, Nusa Tenggara
Timur, Jumat (6/6), dalam acara dialog kebangsaan yang diselenggarakan
Yayasan Tunas Muda, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, dan Perhimpunan
Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Ende.

Menurut Kiki, neonasionalisme yang kuat akan mampu menganalisasi serbuan
neoliberalisme-neokapitalisme, penjajahan dengan kekuatan modal untuk
penguasaan ekonomi. Upaya itu harus dikampanyekan secara luas dan serentak
di seluruh Tanah Air, dengan melibatkan instansi pemerintah terkait serta
didukung oleh lembaga swadaya masyarakat terhadap masalah kebangsaan.

Di Manado, sejumlah tokoh juga mengungkapkan bahwa dasar negara Pancasila
telah tergerus oleh pola pikir dan pola tindak yang instan. Pancasila malah
telah direduksi dalam dunia pendidikan Tanah Air yang ditandai dengan
hilangnya mata pelajaran Pancasila di sekolah hingga perguruan tinggi.

Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Riad Oscha
Chalid, anggota DPR Eva Sundari, Bambang Wuriyanto, dan intelektual Ishak
Pulukadang mengungkapkan hal itu dalam diskusi pada Jumat pekan lalu.

Bambang Wuriyanto mengatakan, problem besar pengembangan nilai Pancasila
dimulai dari sikap pemimpin negara yang dalam banyak hal bertindak instan
dalam mengatasi kesulitan ekonomi, seperti program pemberian bantuan
langsung tunai. (SEM/ZAL)



Sumber : Kompas


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist
************************************

Kirim email ke