setubuhh!!

Wi..Loe_sableng
*) Pembela kebenaran dan pembasmi kejahatan
  ----- Original Message ----- 
  From: Anwar - 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, June 09, 2008 9:40 PM
  Subject: Re: :: Milist NB :: Banser Isi Ilmu Kebal, orang liat juga kaga pake 
di pikirin


        Buta tapi ditakutin, ngetop lagi, iya ngga? tolong akui yang satu ini, 
dari pada buta hati, dan sok tahu. Fadholi El Munir ngaku Betawi cuman buat 
nyari duit sebab kaga bisa bikin sate emang bapaknya kaga ngajarin tradisi 
Madura. Abangnya ketika GD jadi president salah satu penjilat pantatnya GD 
tuch, kaga ngaca! 

        --- On Mon, 6/9/08, bagoes Kurniawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

          From: bagoes Kurniawan <[EMAIL PROTECTED]>
          Subject: Re: :: Milist NB :: Banser Isi Ilmu Kebal, orang liat juga 
kaga pake di pikirin
          To: [email protected]
          Date: Monday, June 9, 2008, 3:58 AM


                Obsesi orang buta yang kebanyakan ilmu, yah wajar dech jadi 
sedikit sedeng.

                --- On Mon, 6/9/08, Imam Suyudi <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

                  From: Imam Suyudi <[EMAIL PROTECTED] com>
                  Subject: :: Milist NB :: Banser Isi Ilmu Kebal, FBR Nyatakan 
Siap Ladeni_Kami Juga Siap
                  To: nongkrong_bareng@ yahoogroups. com
                  Date: Monday, June 9, 2008, 6:14 AM




                        Kami juga siap masak air panas sebanyak-banyaknya. 
Sesakti-saktinya orang, disiram air panas juga pada kabu, toel gak?



                        --- On Mon, 6/9/08, Reporter Milist <reportermilist@ 
gmail.com> wrote:


                          From: Reporter Milist <reportermilist@ gmail.com>
                          Subject: :: Milist NB :: Banser Isi Ilmu Kebal, FBR 
Nyatakan Siap Ladeni
                          To: 
                          Date: Monday, June 9, 2008, 9:18 AM


                          Catatan Reporter: Perang Kok Sama saudara sendiri.. 
Ayo bersatu Indonesia...



                          Harian Komentar
                          09 Juni 2008 

                                Banser Isi Ilmu Kebal, FBR Nyatakan Siap Ladeni 




                                Prosesi pengisian ilmu kebal bagi anggota Ansor 
di Mojokerto.
                                 
                               


                          Anggota Garda Bangsa dan GP Ansor dari daerah berniat 
beramai-ramai ke Jakarta jika FPI tidak dibubarkan. Malah ribuan anggota Banser 
telah diisi ilmu kebal sebelum berangkat. Tapi Forum Betawi Rempug (FBR) yang 
bereaksi. Mereka pun menyatakan siap meladeni Garda Bangsa dan Ansor. "Siapa 
pun yang mau datang, kita akan menyambut dengan baik dan siap berdamai. Tapi 
kalau Garda Bangsa dan Pemuda Ansor datang untuk membuat kerusakan dan tetap 
menunjukkan kekebalan (ilmu tenaga dalam, red), FBR siap mengamankannya, " ujar 
Ketua


                          FBR Fadloli El Muhir di Kan-tor FBR, Jakarta Timur, 
Ming-gu (08/06).
                          "PKB Garda bangsa, GP Ansor, agar istighfar dan 
bertobat. Kalau tetap memperlihatkan kekebalannya ke Jakarta, FBR 100 persen 
siap," imbuh pria yang gagal bertarung sebagai senator DKI Jakarta tahun 2004 
ini. Fadloli berbicara di depan massanya yang berjumlah 300-an orang. Dia 
mengena-kan pakaian serba hitam dan kain sorban hijau dililitkan di leher. Dia 
berbicara dengan membawa bendera Aliansi Kebhinnekaan untuk Kedamaian Rakyat 
dan Bangsa, yang selain beranggotakan FBR, menurutnya juga beranggotakan umat 
Kristiani, Hindu dan Khonghucu.
                          Dia juga menyatakan, pada Senin ini ada aksi 
besar-besaran ke Istana. Dia meminta anggota dan jawara FBR untuk siaga 
mengamankan aksi tersebut. Sedangkan mengenai Ahmadiyah, Fadloli me-minta 
Ahmadiyah mendeklarasikan agamanya sendiri. "Hal ini harus dilakukan agar tidak 
terjadi permusuhan," alasannya.


                          Sebelumnya, Banser Mojokerto dilaporkan telah mengisi 
sejumlah anggotanya dengan ilmu kekebalan tubuh. Diharapkan, anggota Banser 
yang akan diisi ilmu kebal itu mencapai 8.000 orang di Mojokerto. Banser 
merupakan satuan tugas (satgas) di bawah organisasi Gerakan Pemuda (GP) Ansor. 
"Ini bukan untuk sombong-sombongan, tapi kami ingin menegakkan kebenaran. Kami 
hanya ingin mengingatkan orang-orang FPI untuk tidak meneruskan cara-cara 
kekerasan," kata Heri Ernawan, Ketua Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten 
Mojokerto.


                          FPI yang dimaksud Heri adalah Front Pembela Islam, 
yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan terhadap anggota Aliansi Kebangsaan 
untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Monas, Minggu (01/06) 
lalu. Pengisian ilmu kekebalan itu mulai di Dusun Kedawung, Desa Gemekan, 
Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Pengisian ilmu kebal ini, kata Heri, akan 
dilanjutkan hingga mencakup seluruh anggota Banser di setiap kecamatan di 
Kabupaten Mojokerto. "Tujuannya, jika sewaktu-waktu ada instruksi dari Banser 
pusat, maka Mojokerto sudah siap mengirimkan personelnya yang telah mendapat 
ilmu kekebalan," kata dia.


                          Pengisian ilmu kekebalan tubuh itu dilakukan di 
sebuah mushala, dipandu H Muhammad Ilyas dan Mbah Suwarno. Mereka selama ini 
dikenal ahli mengisi ilmu kekebalan bagi anggota Banser Mojokerto. "Islam 
melarang orang bersikap sombong, tapi kalau ada orang lain sombong kepada kita 
maka kita tidak boleh hanya diam. Kita bukan mau mencari lawan. Tapi kalau ada 
lawan, pantang bagi kita untuk lari," ujar Muhammad Ilyas. 
                          GUS DUR 


                          Sementara Ketua Umum Dewan Syuro PKB Abdurrahman 
Wahid mempertahankan sikapnya soal Ahmadiyah. Saat memberikan tausiyah di 
hadapan GP Ansor, Gus Dur menjelaskan sikapnya membela Ahmadiyah. "Kalau habib 
Rizieq ngomong demonstrasi- demonstrasi soal Ahmadiyah, ya kita harus 
melindungi nasib warga negara kita. Warga Ahmadiyah harus dilindungi," kata Gus 
Dur di markas GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (08/06).


                          "Kalau nanti sampai dinyatakan bubar, saya bersedia 
menjadi saksi di pengadilan dan kalau perlu menjadi pembela Ahmadiyah karena 
ini menyangkut kemampuan kita membela warga negara Indonesia," imbuh Gus Dur. 
Tausiyah Gus Dur ini berkaitan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila. Menurut 
Gus Dur, pembelaan terhadap Ahmadiyah merupakan pengeja-wantahan nilai-nilai 
Pancasila yang telah disepakati sejak dulu kala sebagai dasar negara.
                          "Kebangkitan bangsa selalu berujung pada Pancasila. 
Pada waktu itu ada 7 orang perwakilan, di antaranya Serikat Islam, 
Muhammadiyah, Partai Arab Indonesia dan Masyumi. Mereka menyetujui bahwa 
Pancasila adalah dasar negara, karena Pancasila menjadi semangat kebangsaan. 
Pancasila bermula dari pemahaman diri dan menyatakan hak untuk kebe-basan 
berpikir," kata Gus Dur.(inc



                          -- 
                          ************ ********* ********* ****
                          Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist
                          ************ ********* ********* ******  


               


       



   

  __________ NOD32 3028 (20080415) Information __________

  This message was checked by NOD32 antivirus system.
  http://www.eset.com

Kirim email ke