ndonesia Raih Medali Emas di Turkce Olimpytce I Tuesday, 10 June 2008 DEPOK (SINDO) – Tim Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional.
Setelah beberapa kali meraih medali emas dalam olimpiade fisika, matematika, dan biologi, kini pelajar Indonesia berhasil membawa pulang medali emas dalam ajang Turkce Olimpytce di Ankara, Turki. Pelajar Indonesia yang diwakili SMA Pribadi Depok, SMA Pribadi Bandung, dan SMA Kharisma Bangsa Ciputat berhasil menyisihkan saingannya dari 110 negara dalam kompetisi tersebut. Olimpiade ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan Pasiad, sebuah organisasi pendidikan berbasis di Turki yang memiliki jaringan sekolah dasar hingga SMA di 110 negara. Indonesia meraih tiga medali emas dari kategori speaking (fasih berbahasa Turki), puisi dalam bahasa Turki, dan kesenian atau musik. "Alhamdulillah, kami mewakili Indonesia mampu meraih medali emas," ungkap Mulyono, salah seorang guru yang mendampingi tim Indonesia saat tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, kemarin. Selain tampil sebagai juara pertama, SMA Pribadi Depok dinobatkan sebagai tim Mehtar terbaik. Mehtar merupakan jenis marching band pada umumnya, tetapi musik yang dimainkan khusus berirama khas zaman keemasan Kesultanan Islam Ottoman. Mehtar merupakan musik pengirim saat pasukan Ottoman berperang mempertahankan akidah Islam. "Penampilan anak-anak memukau para peserta. Kami dijuluki pemain Mehtar terbaik tingkat SMA secara internasional," tutur Mulyono. Annisa, siswi SMA Pribadi Bandung yang berhasil meraih medali emas dalam kategori membaca puisi, mengaku sempat tidak percaya dengan prestasi yang diraihnya tersebut. Apalagi, dari 110 pesaing, beberapa di antaranya memiliki budaya dan bahasa yang hampir sama dengan Turki, seperti Bosnia, Turkmenistan, Kazakstan, dan Uzbekistan. "Selain kelancaran dan kefasihan berbahasa Turki, yang dinilai juga cara membawakan puisi itu, misalnya penghayatan, gerak tubuh, dan makna yang akan disampaikan," ucapnya. Sebelumnya, salah satu siswa SMA Pribadi Depok, Yurgen Arifin, juga berhasil meraih medali perunggu dalam International Sustainable Project Olympiad (I-Sweep) yang digelar pada 1-5 Mei di Texas, Amerika Serikat yang diikuti 51 peserta dari seluruh penjuru dunia. Sementara medali emas diraih tuan rumah Amerika dan medali perak direbut peserta dari Turki. Proyek Yurgen berjudul "An Automatic Smoke Eliminator" mampu membuat para juri terkesima. (sazili mustofa) Sumber : SINDO -- ********************************** Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist ************************************
