thanks reporter milis ,  tolong terus kirimi artikelnya untuk tambahan 
wacana dan penyegaran ... hanya email bermanfaat semacam ini yang saya 
simpan, lainya saya delet tanpa saya baca...

Regards,
Nurcholis/Costing
+62-21-5901939 ext 157
Blog ( http://indo-ortega.blogspot.com)




Reporter Milist <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: <[email protected]>
06/11/2008 10:41

To
<[EMAIL PROTECTED]>
cc

Subject
URL Filtering: :: Milist NB :: Terjajah ExxonMobil di Cepu







----- Message from "Reporter Milist" <[EMAIL PROTECTED]> on Wed, 11 
Jun 2008 10:41:09 +0700 -----
Subject:
:: Milist NB :: Terjajah ExxonMobil di Cepu

http://www.korwilpdip.org:80/modules/smartsection/item.php?itemid=232
Terjajah ExxonMobil di Cepu

Oleh: Kwik Kian Gie


Kali ini saya tidak akan membahas tentang pengertian subsidi –apakah itu 
sama dengan uang tunai yang harus keluar atau tidak- dan hal-hal teknis 
lain seperti itu. Saya akan membahas tentang negara kaya yang menjadi 
miskin kembali karena terjerumus ke dalam mental kuli yang oleh penjajah 
Belanda disebut mental inlander. Mental para pengelola ekonomi sejak 1966 
yang tidak mengandung keberanian sedikit pun, yang menghamba, yang 
ngapurancang ketika berhadapan dengan orang-orang  bule.

Ibu pertiwi yang perut buminya mempunyai kandungan minyak sangat besar 
dibanding kebutuhan nasionalnya, setelah 60 tahun merdeka hanya mampu 
menggarap minyaknya sendiri sekitar 8 persen. Sisanya diserahkan kepada 
eksplorasi dan eksploitasi perusahaan-perusahaan asing.

Apa pekerjaan dan sampai seberapa jauh daya pikir para pengelola ekonomi 
kita sejak merdeka sampai sekarang? Istana Bung Karno dibanjiri para 
kontraktor minyak asing yang sangat berkeinginan mengeksplorasi dan 
mengeksploitasi minyak bumi di Indonesia. Bung Karno menugaskan Chairul 
Saleh supaya mengizinkannya hanya sangat terbatas. Putrinya, Megawati, 
bertanya kepada ayahnya, mengapa begitu? Jawaban Bung Karno kepada 
putrinya yang baru berumur 16 tahun, "Nanti kita kerjakan sendiri semuanya 
kalau kita sudah cukup mempunyai insinyur-insinyur sendiri."

Artinya, Bung Karno sangat berketetapan hati mengeksplorasi dan 
mengeksploitasi minyak oleh putra-putri bangsa Indonesia sendiri. Mengapa 
sekarang hanya sekitar 8 persen? Lebih menyedihkan ialah keputusan 
pemerintah memperpanjang kerja sama dengan Exxon Mobil (Exxon) untuk blok 
Cepu selama 20 tahun sampai 2030.

Begini ceritanya. Exxon membeli lisensi dari Tommy Soeharto untuk 
mengambil minyak dari sebuah sumur di Cepu yang kecil. Exxon lalu 
melakukan eksplorasi tanpa izin. Ternyata ditemukan cadangan dalam sumur 
yang sama sebanyak 600 juta barel. Ketika itu Exxon mengajukan usul untuk 
memperpanjang kontraknya sampai 2030. Keputusan ada di tangan Dewan 
Komisaris Pemerintah untuk Pertamina (DKPP). Dua dari lima anggota 
menolak. Yang satu menolak atas pertimbangan yuridis teknis. Yang lain 
atas pertimbangan sangat prinsipil.

Dia sama sekali tidak mau diajak berargumentasi dan juga sama sekali tidak 
mau melihat angka-angka yang disodorkan Exxon beserta para kroninya yang 
berbangsa Indonesia. Mengapa? Karena yang menjadi pertimbangan pokoknya, 
harus dieksploitasi bangsa Indonesia sendiri, yang berarti bahwa Exxon 
pada 2010 harus hengkang, titik. Alasannya sangat mendasar, tetapi 
formulasinya sederhana. Yaitu, bangsa yang 60 tahun merdeka selayaknya, 
semestinya, dan seyogianya mengerjakan sendiri eksplorasi dan eksploitasi 
minyaknya. Bahkan, harus melakukannya di mana saja di dunia yang dianggap 
mempunyai kemungkinan berhasil. Menurut peraturan yang berlaku (sebelum 
Pertamina berubah menjadi Persero), kalau DKPP tidak bisa mengambil 
keputusan yang bulat, keputusan beralih ke tangan presiden. Maka, bola ada 
di tangan Presiden Megawati Soekarnoputri. Beliau tidak mengambil 
keputusan, sehingga Exxon kalang kabut. Exxon mengirimkan executive vice 
president-nya yang langsung mendatangi satu anggota DKPP yang mengatakan 
"pokoknya tidak".

Dia mengatakan, sejak awal sudah ingin bertemu satu orang anggota DKPP ini 
yang berinisial KKG, tetapi dilarang kolega-koleganya sendiri. KKG 
tersenyum sambil mengatakan karena para koleganya masih terjangkit mental 
inlander.

Lalu dia berargumentasi panjang lebar dengan mengemukakan semua angka 
betapa
Indonesia diuntungkan. KKG menjawab bahwa kalau dia ngotot sampai seperti 
itu, apa lagi latar belakangnya kalau dia tidak memperoleh untung besar 
dari perpanjangan kontrak sampai 2030? Karena itu, kalau mulai 2010, 
sesuai kontrak, Exxon harus hengkang dan seluruhnya dikerjakan Pertamina, 
semua laba yang tadinya jatuh ke tangan Exxon akan jatuh ke tangan 
Indonesia sendiri. Lagi pula, KKG menjelaskan bahwa sudah waktunya belajar 
menjadi perusahaan minyak dunia seperti Exxon. KKG bertanya kepadanya, 
"Bukankah kami berhak mulai merintis supaya menjadi Anda di bumi kita 
sendiri dan menggunakan minyak yang ada di dalam perut bumi kita sendiri?"

Eh, dia mulai mengatakan tidak bisa mengerti bagaimana orang berpendidikan 
Barat bisa sampai seperti itu tidak rasionalnya! Jelas KKG muntap dan 
mulai memberi kuliah panjang lebar bahwa orang Barat sangat memahami dan 
menghayati tentang apa yang dikatakan EQ, dan  bukan hanya IQ. Apalagi, 
kalau dalam hal blok Cepu ini ditinjau dengan IQ juga mengatakan bahwa 
mulai 2010 harus dieksploitasi oleh Indonesia sendiri. Bung Karno juga 
berpendidikan Barat dan sejak awal beliau mengatakan, "Man does not live 
by bread alone." Dalam hal blok Cepu, dua argumen berlaku, yaitu man does 
not live by bread alone, dan diukur dengan bread juga menguntungkan 
Indonesia, karena laba yang akan jatuh ke tangan Exxon menjadi labanya 
Pertamina.

Pikiran lebih mendalam dan bahkan dengan perspektif jangka  panjang yang 
didasarkan materi juga mengatakan bahwa sebaiknya blok Cepu dieksploitasi 
oleh Pertamina sendiri. Mengapa? Jawabannya diberikan oleh mantan Direktur 
Utama Pertamina Baihaki Hakim kepada Menko Ekuin ketika itu bahwa 
Pertamina adalah organisasi yang telanjur sangat besar. Minyak adalah 
komoditas yang tidak dapat diperbarui. Penduduk indonesia bertambah terus 
seiring dengan bertambahnya konsumsi.

Kalau sekarang saja terlihat bahwa konsumsi nasional sudah lebih besar 
daripada produksi nasional, di masa mendatang kesenjangan ini menjadi 
semakin besar, dan akhirnya organisasi Pertamina yang demikian besar itu 
akan dijadikan apa?

Apakah hanya menjadi perusahaan dagang minyak, dan apakah akan mampu 
berdagang saja dalam skala dunia, bersaing dengan the seven sisters? Maka 
visi jangka panjang Baihaki Hakim, mumpung masih lumayan cadangannya, 
sejak sekarang mulai go international dan menggunakan cadangan minyak yang 
ada untuk sepenuhnya menunjang kebijakannya yang visiuner itu.Menko Ekuin 
ketika itu memberikan dukungan sambil mengatakan, "Pak Baihaki, saya 
mendukung sepenuhnya. Syarat mutlaknya ialah kalau Anda ingin menjadikan 
Pertamina menjadi world class company, Anda harus juga memberikan world 
class salary kepada anak buah Anda." Sang Menko Ekuin keluar dari kabinet 
Abdurrahman Wahid. Setelah itu dia kembali ke kabinet sebagai kepala 
Bappenas dan ex officio menjabat anggota DKPP. Maka pikirannya masih 
dilekati visi jangka panjangnya Pak Baihaki Hakim dan kebetulan direktur 
utama Pertamina ketika itu juga masih Pak Baihaki Hakim. Tetapi, kedudukan 
kita berdua sudah sangat lemah, karena dikreoyok para anggota DKPP dan 
anggota direksi lain yang mental, moral, dan cara berpikirnya sudah 
kembali menjadi inlander.

Baihaki Hakim yang mempunyai visi, kemampuan, dan telah  berpengalaman 13 
tahun menjabat direktur utama Caltex Indonesia langsung dipecat begitu 
Pertamina menjadi persero. Alasannya, kalau diibaratkan sopir, dia adalah 
sopir yang baik untuk mobil Mercedes Benz. Sedangkan yang diperlukan buat 
Pertamina adalah sopir yang cocok untuk truk yang bobrok. Bayangkan, 
betapa inlander cara berpikirnya. Pertamina diibaratkan truk bobrok. 
Caltex adalah Mercedez Benz. Memang sudah edan semua.Ada tekanan luar 
biasa besar dari pemerintah Amerika Serikat di samping dari Exxon. 
Ceritanya begini. Dubes AS ketika itu, Ralph Boyce, sudah membuat janji 
melakukan kunjungan kehormatan kepada kepala Bappenas, karena protokolnya 
begitu. Tetapi, ketika sang Dubes tersebut mendengarkan pidato sang kepala 
Bappenas di Pre-CGI meeting yang sikap,isinya pidato, dan nadanya bukan 
seorang inlander, janjinya  dibatalkan.Eh, mendadak dia minta bertemu 
kepala Bappenas. Dia membuka pembicaraan dengan mengatakan akan berbicara 
tentang Exxon. Kepala Bappenas dalam kapasitasnya selaku anggota DKPP 
mengatakan bahwa segala sesuatunya telah dikemukakan kepada executive vice 
president-ya Exxon, dan dipersilakan berbicara saja dengan beliau.Sang 
Dubes mengatakan sudah mendengar semuanya, tetapi dia hanya melakukan 
tugasnya. "I am just doing my job". Kepala Bappenas mengatakan lagi, 
"Teruskan saja kepada pemerintah Anda di Washington semua argument 
penolakan saya yang diukur dengan ukuran apa pun, termasuk semua akal 
sehat orang-orang Amerika pasti dapat diterima."

Kepala Bappenas keluar lagi dari kabinet karena adanya pemerintahan baru, 
yaitu Kabinet Indonesia Bersatu, dan Exxon menang mutlak. Ladang minyak di 
blok Cepu yang konon cadangannya bukan 600 juta barrel, tetapi 2 miliar 
barrel, oleh para inlander diserahkan kepada Exxon penggarapannya.Saya 
terus berdoa kepada Bung Karno dan mengatakan, "Bung Karno yang saya 
cintai dan sangat saya hormati. Janganlah gundah dan gelisah, walaupun 
Bapak sangat gusar. Istirahatlah dengan tenang. Saya juga sudah 
bermeditasi disalah satu vihara untuk menenangkan hati dan batin saya. 
Satu hari nanti rakyat akan bangkit dan melakukan revolusi lagi seperti 
yang pernah Bapak pimpin, kalau para cecunguk ini sudah dianggap terlampau 
lama dan terlampau mengkhianati rakyatnya sendiri."

*) Mantan Menteri Negara PPN/kepala Bappenas


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist
************************************ 
 
Disclaimer Message:

eTrust SCM for SMTP has analyzed the attached email and, based on its 
content, has determined that it is including a link to a nonproductive 
site.
The company policy is to identify the message as spam and attach it to 
this email. In the future, these types of messages may be blocked. If you 
believe this message has been incorrectly identified as spam, please 
contact your system administrator.

The following information may be used by your system administrator to 
evaluate the message:
From: 
[EMAIL PROTECTED]
URL: 
http://us.ard.yahoo.com/SIG=13r1eobn7/M=624381.12730922.13032918.10835568/D=groups/S=1705063557:MKP1/Y=YAHOO/EXP=1213162873/L=/B=Ld.EA0LaX.w-/J=1213155673955120/A=5379723/R=0/SIG=14evd63no/*http://media.adrevolver.com/adrevolver/href

URL Category: Web Ads
Host name: mail.prima.co.id

Thank you,
eTrust SCM for SMTP.



<<image/gif>>

Kirim email ke