Saya sudah dua kali baca cerita ini, sekedar mengingatkan saja...
-------------------------------------
Sepasang suami dan istri petani pulang ke rumah setelah berbelanja.
Ketika mereka membuka belanjaannya, seekor tikur memperhatikan dengan seksama
sambil menggumam, "Hmmm..... makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar???"
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah perangkap tikus.
Sang tikus kaget bukan kepalang.
Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak dengan panik, "ADA PERANGKAP
TIKUS DI RUMAH........ DI RUMAH SEKARANG ADA PERANGKAP TIKUS........."
Ia mendatangi ayam dan berteriak, "Ayam, ada perangkat tikus di rumah!"
Sang Ayam berkata "Tuan Tikus..., aku turut bersedih, tapi hal itu tidak
berpengaruh terhadap diriku."
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor kambing sambil berteriak.
Sang Kambing pun berkata " Aku turut bersimpati... tapi tidak ada yang bisa aku
lakukan."
Tikus lalu menemui sapi. Ia mendapat jawaban sama, "Maafkan aku. Tapi perangkap
tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali."
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu ular. Sang ular berkata "Ahhh..... perangkap
tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku."
Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan
menghadapi bahaya tersebut sendirian.
Suatu malam, istri pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap
tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap
tikusnya, ternyata yang terperangkap adalah seekor ular berbisa.
Buntut ular yang terjepit membuatnya semakin ganas dan menyerang istri pemilik
rumah. Walaupun Si Suami akhirnya bisa membunuh ular berbisa tersebut, istrinya
sempat terkena gigitan si ular berbisa.
Sang suami harus membawa istrinya ke dokter, namun beberapa hari kemudian
istrinya tetap demam.
Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau, sop
ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam).
Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.
Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan
untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil
hatinya.
Akan tetapi, istrinya tidak sembuh-sembuh juga dan akhirnya meninggal dunia.
Pada saat pemakanan banyak sekali orang datang, sehingga Si Petani harus
menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.
Dari kejauhan..... Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari
kemudian ia melihat perangkap tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.
-----------------------
moral cerita:
Kalau makan sate kambing, kenapa harus piara kambing, kasihan tukang satenya
gak laku.....
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/