Mantap nie Mas ceritanya... :)

--- In [email protected], Mas Anto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya sudah dua kali baca cerita ini, sekedar mengingatkan saja...
> 
> -------------------------------------
> 
> Sepasang suami dan istri petani pulang ke rumah setelah berbelanja. 
> Ketika mereka membuka belanjaannya, seekor tikur memperhatikan
dengan seksama sambil menggumam, "Hmmm..... makanan apa lagi yang
dibawa mereka dari pasar???"
> 
> Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah perangkap
tikus. 
> Sang tikus kaget bukan kepalang. 
> Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak dengan panik, "ADA
PERANGKAP TIKUS DI RUMAH........ DI RUMAH SEKARANG ADA PERANGKAP
TIKUS........." 
> Ia mendatangi ayam dan berteriak, "Ayam, ada perangkat tikus di rumah!" 
> Sang Ayam berkata "Tuan Tikus..., aku turut bersedih, tapi hal itu
tidak berpengaruh terhadap diriku."
> 
> Sang Tikus lalu pergi menemui seekor kambing sambil berteriak. 
> Sang Kambing pun berkata " Aku turut bersimpati... tapi tidak ada
yang bisa aku lakukan." 
> Tikus lalu menemui sapi. Ia mendapat jawaban sama, "Maafkan aku.
Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali."
> 
> Ia lalu lari ke hutan dan bertemu ular. Sang ular berkata "Ahhh.....
perangkap tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku." 
>   
> Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah dengan pasrah mengetahui kalau
ia akan menghadapi bahaya tersebut sendirian.
> 
> Suatu malam, istri pemilik rumah terbangun mendengar suara keras
perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika
melihat perangkap tikusnya, ternyata yang terperangkap adalah seekor
ular berbisa. 
>   
> Buntut ular yang terjepit membuatnya semakin ganas dan menyerang
istri pemilik rumah. Walaupun Si Suami akhirnya bisa membunuh ular
berbisa tersebut, istrinya sempat terkena gigitan si ular berbisa.
> 
> Sang suami harus membawa istrinya ke dokter, namun beberapa hari
kemudian istrinya tetap demam.
> 
> Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua
tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam). 
>   
> Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.
> 
> Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman
menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya
untuk mengambil hatinya. 
>   
> Akan tetapi, istrinya tidak sembuh-sembuh juga dan akhirnya
meninggal dunia. 
>   
> Pada saat pemakanan banyak sekali orang datang, sehingga Si Petani
harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.
> 
> Dari kejauhan..... Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan.
Beberapa hari kemudian ia melihat perangkap tikus tersebut sudah tidak
digunakan lagi.
> 
> -----------------------
> 
> moral cerita:
> Kalau makan sate kambing, kenapa harus piara kambing, kasihan tukang
satenya gak laku.....
> 
> 
>       ________________________________________________________ 
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda!
Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
>


Kirim email ke