*Hujan, badai, banjir dimana-mana... badan meriang jadi males kemana-mana...
daripada pilek gak jelas, iseng-iseng bikin posting yang bikin pusing...**

*Halo Teteh Qia dari Bandung :)*

^SSEC, ^HSI, ^SZSN*
Shanghai, Hang Seng, Shenzhen itu bursa China semua, Teteh, jadi technically
Indonesia #2. hehe.. Ya oke lah, dapet #3 juga masih lumayan.

Mungkin teteh bisa kasih judul *"US versus CHINA: Round 2" * kali ya. Yang
Round 1 sudah pernah saya tulis di OB beberapa waktu
lalu.<http://finance.groups.yahoo.com/group/obrolan-bandar/message/42580>Yang
jelas China (+Timteng) sudah mulai menancapkan
kukunya di sektor FINANSIAL
Amerika<http://finance.groups.yahoo.com/group/obrolan-bandar/message/52572>,
pelemahan bursa US bukannya membuat (smart) investor asing takut, malah pada
belanja barang diskon? Jadi ini sebenarnya *SIAPA ngerjain SIAPA nih? *Rada
mules juga si Bush kalo ngeliat China sih, *karunya pisan*... mana bisa pake
kekuatan militer lawan China, wong punya nuklir juga..

*This is the so-called Economic War, where the Weapon of Mass Destruction IS
liquidity imbalance. Once we are short of liquidity - kredit macet-  (like
in 1998), we'll be doomed. But we're not. Thanks to EXPORTERS. *

*Apa hubungannya kredit macet sama likuiditas?*

Sebenarnya lebih enak tanya sama dosen makro ya, tapi urusan perhutangan itu
mirip lingkaran setan. Satu pihak macet, maka kebelakang macet semua. Saya
pribadi meragukan akan isu resesi di Amerika. Slow down sih mungkin, tapi
resesi... apa untungnya? :)

*Geo Politik?*
Sekarang Pakistan di kerjain sama "Al Qaeda" (*the same Al Qaeda that
was trained
by CIA <http://www.humanevents.com/article.php?id=22082>*). Kita tahu semua
apabila negara yang punya nuklir dikerjain, efeknya kaya apa (at least ke
market)? Irak dah rata. Iran dan Korut juga di utak atik. Padahal mungkin
target utamanya adalah ngerjain tetangganya China. Mirip kaya dulu Uni
Soviet ngerjain US lewat Cuba. Sekarang Venezuela berkubu dengan Iran.
Berat.. berat... *lieur..*

Tapi cukup sudah masalah politik, kembali ke.. SAHAM :). Setiap ada isu
global, kita mesti jeli melihat *SIAPA YANG DIUNTUNGKAN! *Biasanya sih yang
diuntungkan ini yang jadi "otak" nya.
*
Siapa yang diuntungkan dengan (silahkan di jawab/sanggah):
*- isu NUKLIR? Korut? Iran? Pakistan?
- Isu harga minyak? Krisis Irak?
- isu resesi US? Inflasi? Subprime?
- isu Global Warming? CPO merusak lingkungan? Carbon trading?

Saya melihat semuanya kok jawabannya sama : *PRODUSEN MINYAK?*

*Pusing?*
Ya iya lah, saya aja jadi pusing nih. Kok jadi refot amat yah. Hehe..
Pokoknya pusing lah pake analisa Makro, mending pakai grafik semangka Embah
aja, atau Fibo, Candlestick, dsb. Analisa makro cocoknya untuk long term
strategy, untuk mid/short term pakai TA aja.
*
Atau beli ANTM hold 5 tahun <---- keukeuh.. hehe.. :)
*
Mohon dikoreksi apabila ada yang salah.

Regards,
DE*

*
Btw, berikut saya copy posting yang dulu, siapa tahu nyambung:
*
** Tue Oct 30, 2007 11:30 am*
*Beberapa tahun ini pasar Amerika dan dunia dibanjiri oleh produk-produk
impor buatan China. Negara-negara lain sulit untuk bersaing harga dengan
China karena production cost disana relatif sangat murah. US gerah, maka US
dan konco-konconya selalu mendesak China untuk merevaluasi Yuan. China tidak
mau, namun karena tekanan yang bertubi-tubi akhirnya
mau<http://www.wsws.org/articles/2005/jul2005/yuan-j29.shtml>tapi
sangat kecil. US tidak puas. Untuk membendung ekspor China ke US, mau
gak mau US harus menurunkan dollarnya.

Salah satunya dengan cara memotong bunga Fed. Triggernya adalah subprime.
Cara lain dengan "banned" produk produk China dengan alasan mengandung bahan
beracun, dsb.

Dan sekarang dollar memang melemah, sehingga ekspor US diharapkan dapat
meningkat dan bersaing. Di sisi lain dengan melemahnya USD, harga-harga
komoditas menjadi tinggi karena selalu dalam nominal USD, termasuk harga
minyak dunia. Dengan diturunkannya Fed Rate diharapkan dana-dana asing
(bagi US) yang ngendon di financial market bisa "keluar" ke sektor ril.

Tapi yang pasti US tidak akan rugi karena tambang minyak di timur tengah
kebanyakan juga milik US. Yang jelas kenaikan harga minyak juga ikut
meningkatkan COST produksi dari barang-barang China.

Toh China tenang-tenang saja karena mereka JUGA berniat mencegah ekonomi
mereka overheat.

Dilihat dari ulasan diatas, sekilas kita bisa tahu SIAPA sekarang yang
berkuasa sebenarnya. :)

Dimanakah posisi Indonesia?

Regards,
DE*









On Dec 29, 2007 7:17 PM, Teh Qia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>   akibat defisit neraca pdagangan+ krisis sm . the fed berkali2 nurunin
> suku bunga. sebaliknya PBC bank sentral cina malah naikin suku bunga.
> untuk
> 1. dinginin perekonomian biar gak inflasi
> 2. menurut seorang analis di sebuah koran skaligus serangan utk the
> FED.
>
> akibat bunga rendah dana bakal keluar. utamanya ke cina. dan cad
> devisa jg tergerus. dan kayaknya the FED mulai keteteran buktinya
> ningkatnya
> kontrak repo dan keluarnya kebijakan TAF .
>
> kayaknya krisis di amrik bakalan lama karena cina pinter benamin dana
> besar yg masuk ke sektor ril. mungkin lewat langsung invest di ril +
> ipo. jadi dana gak cepat balik lg ke amrik.
>
> kalau krisis ini lama dan perekonomian amrik terus lemah/melambat
> maka dji bakal loyo di 2008. kalau dji loyo yg lain juga kebawa loyo
> biasanya. mungkinkah kalau dji loyo sanghai + hangseng + ihsg bisa
> naik tinggi di 2008?
>
> btw. bej tu ke 3 bukan kedua. shenzen 163% hangseng 98% ihsg 51%.
>
> pls koreksi kajian eko makronya
>
> salam
> tehqia
>

Kirim email ke