It is a well known theory between all the big bosses (at least yg saya kenal) bahwa it is the US that bring oil price to 100+ level. Why? to at least brake China accelerated growth while keep on trying all other method and pushing their trade deals/yuan appreciation. So we are closely watching what Hillary/Obama said in their campaign these days cause one of them will be the next "US" (at least we think so).
----- Original Message ---- From: Dean Earwicker <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Saturday, December 29, 2007 11:38:45 PM Subject: [obrolan-bandar] US versus CHINA: Round 2 Hujan, badai, banjir dimana-mana. .. badan meriang jadi males kemana-mana. .. daripada pilek gak jelas, iseng-iseng bikin posting yang bikin pusing... Halo Teteh Qia dari Bandung :) ^SSEC, ^HSI, ^SZSN Shanghai, Hang Seng, Shenzhen itu bursa China semua, Teteh, jadi technically Indonesia #2. hehe.. Ya oke lah, dapet #3 juga masih lumayan. Mungkin teteh bisa kasih judul "US versus CHINA: Round 2" kali ya. Yang Round 1 sudah pernah saya tulis di OB beberapa waktu lalu. Yang jelas China (+Timteng) sudah mulai menancapkan kukunya di sektor FINANSIAL Amerika, pelemahan bursa US bukannya membuat (smart) investor asing takut, malah pada belanja barang diskon? Jadi ini sebenarnya SIAPA ngerjain SIAPA nih? Rada mules juga si Bush kalo ngeliat China sih, karunya pisan... mana bisa pake kekuatan militer lawan China, wong punya nuklir juga.. This is the so-called Economic War, where the Weapon of Mass Destruction IS liquidity imbalance. Once we are short of liquidity - kredit macet- (like in 1998), we'll be doomed. But we're not. Thanks to EXPORTERS. Apa hubungannya kredit macet sama likuiditas? Sebenarnya lebih enak tanya sama dosen makro ya, tapi urusan perhutangan itu mirip lingkaran setan. Satu pihak macet, maka kebelakang macet semua. Saya pribadi meragukan akan isu resesi di Amerika. Slow down sih mungkin, tapi resesi... apa untungnya? :) Geo Politik? Sekarang Pakistan di kerjain sama "Al Qaeda" (the same Al Qaeda that was trained by CIA). Kita tahu semua apabila negara yang punya nuklir dikerjain, efeknya kaya apa (at least ke market)? Irak dah rata. Iran dan Korut juga di utak atik. Padahal mungkin target utamanya adalah ngerjain tetangganya China. Mirip kaya dulu Uni Soviet ngerjain US lewat Cuba. Sekarang Venezuela berkubu dengan Iran. Berat.. berat... lieur.. Tapi cukup sudah masalah politik, kembali ke.. SAHAM :). Setiap ada isu global, kita mesti jeli melihat SIAPA YANG DIUNTUNGKAN! Biasanya sih yang diuntungkan ini yang jadi "otak" nya. Siapa yang diuntungkan dengan (silahkan di jawab/sanggah) : - isu NUKLIR? Korut? Iran? Pakistan? - Isu harga minyak? Krisis Irak? - isu resesi US? Inflasi? Subprime? - isu Global Warming? CPO merusak lingkungan? Carbon trading? Saya melihat semuanya kok jawabannya sama : PRODUSEN MINYAK? Pusing? Ya iya lah, saya aja jadi pusing nih. Kok jadi refot amat yah. Hehe.. Pokoknya pusing lah pake analisa Makro, mending pakai grafik semangka Embah aja, atau Fibo, Candlestick, dsb. Analisa makro cocoknya untuk long term strategy, untuk mid/short term pakai TA aja. Atau beli ANTM hold 5 tahun <---- keukeuh.. hehe.. :) Mohon dikoreksi apabila ada yang salah. Regards, DE Btw, berikut saya copy posting yang dulu, siapa tahu nyambung: Tue Oct 30, 2007 11:30 am Beberapa tahun ini pasar Amerika dan dunia dibanjiri oleh produk-produk impor buatan China. Negara-negara lain sulit untuk bersaing harga dengan China karena production cost disana relatif sangat murah. US gerah, maka US dan konco-konconya selalu mendesak China untuk merevaluasi Yuan. China tidak mau, namun karena tekanan yang bertubi-tubi akhirnya mau tapi sangat kecil. US tidak puas. Untuk membendung ekspor China ke US, mau gak mau US harus menurunkan dollarnya. Salah satunya dengan cara memotong bunga Fed. Triggernya adalah subprime. Cara lain dengan "banned" produk produk China dengan alasan mengandung bahan beracun, dsb. Dan sekarang dollar memang melemah, sehingga ekspor US diharapkan dapat meningkat dan bersaing. Di sisi lain dengan melemahnya USD, harga-harga komoditas menjadi tinggi karena selalu dalam nominal USD, termasuk harga minyak dunia. Dengan diturunkannya Fed Rate diharapkan dana-dana asing (bagi US) yang ngendon di financial market bisa "keluar" ke sektor ril. Tapi yang pasti US tidak akan rugi karena tambang minyak di timur tengah kebanyakan juga milik US. Yang jelas kenaikan harga minyak juga ikut meningkatkan COST produksi dari barang-barang China. Toh China tenang-tenang saja karena mereka JUGA berniat mencegah ekonomi mereka overheat. Dilihat dari ulasan diatas, sekilas kita bisa tahu SIAPA sekarang yang berkuasa sebenarnya. :) Dimanakah posisi Indonesia? Regards, DE On Dec 29, 2007 7:17 PM, Teh Qia <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: akibat defisit neraca pdagangan+ krisis sm . the fed berkali2 nurunin suku bunga. sebaliknya PBC bank sentral cina malah naikin suku bunga. untuk 1. dinginin perekonomian biar gak inflasi 2. menurut seorang analis di sebuah koran skaligus serangan utk the FED. akibat bunga rendah dana bakal keluar. utamanya ke cina. dan cad devisa jg tergerus. dan kayaknya the FED mulai keteteran buktinya ningkatnya kontrak repo dan keluarnya kebijakan TAF . kayaknya krisis di amrik bakalan lama karena cina pinter benamin dana besar yg masuk ke sektor ril. mungkin lewat langsung invest di ril + ipo. jadi dana gak cepat balik lg ke amrik. kalau krisis ini lama dan perekonomian amrik terus lemah/melambat maka dji bakal loyo di 2008. kalau dji loyo yg lain juga kebawa loyo biasanya. mungkinkah kalau dji loyo sanghai + hangseng + ihsg bisa naik tinggi di 2008? btw. bej tu ke 3 bukan kedua. shenzen 163% hangseng 98% ihsg 51%. pls koreksi kajian eko makronya salam tehqia ____________________________________________________________________________________ Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

