--- In [email protected], "Tom DS" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> *Sebelumnya mohon maaf nih mbah...*
> *Bukannya saya bilang salah, bukan juga saya nggak percaya dengan
analisa
> ML, tapi kondisi market sekarang tidak seperti yang diestimasikan.
Metode
> yang digunakan saya yakin cukup bagus, karena sudah standard
digunakan
> rata-rata FM. Mengenai EPS, semua orang-orang finance pun sudah bisa
> melakukan estimasi.*
> *Yang seharusnya didiskusikan adalah bagaimana menentukan PER yang
cukup
> sesuai dengan kondisi market seperti ini, biasanya pelaku pasar
pada umumnya
> akan memberikan discount factor berdasarkan kondisi market saat
ini, bukan
> hanya melihat PER industry average. *
> **

Bukankah PER industry average = average dari PER emiten2 pada
industry tsb SAAT INI yaitu saat market ancur ancuran ?.

Apakah PER industry average yg disediakan bloomberg cara
ngitungnya laen ?.

Baru sesudah itu dikasih discount SAFETY FACTOR + discount
tambahan PIG + SHIT untuk kondisi market saat ini...



> *Bisa menggunakan CAPM (Capital Asset Pricing Model) dengan
memasukkan
> expected return yang disesuaikan dengan penurunan kondisi bursa
global
> market. Nilai beta bisa menggunakan data 1-2 tahun terakhir, atau
apabuila
> kesulitan bisa saja langsung ambil asumsi yang digunakan Reuters.
Tapi
> expected return harus disesuaikan dengan kondisi pasar global saat
ini
> dengan berbagai asumsi. Saya yakin sudah banyak yang paham masalah
ini.
> Asumsi yang digunakan pun dengan memasukkan faktor Global Index
expected
> return, domestic & global inflation, asumsi unrealized loss para
hedge fund
> besar yang akan dengan sangat mudah tarik dana investasinya di BEI
(seperti
> yang sedang terjadi saat ini), world economic growth serta beberapa
kriteria
> macroeconomic. Asumsi2 ini dimasukkan ke menggunakan valuasi
regresi, dan
> diperoleh Expected market return. Dari sini plus menggunakan data
beta serta
> risk-free rate baru akan lebih real terlihat intrinsic valuenya.
Jadi
> menurut saya kuncinya ada di expected market return yang menggunakan
> beberapa asumsi tadi.*
> **
> *Mohon maaf apabila tulisan saya sebelumnya kurang berkenan, dan
mohon maaf
> pula bagi yang sedang hold BUMI, karena memang managementnya tidak
secantik
> Astra atau Banpu (shareholder ITMG) contohnya, terutama dalam
melakukan
> financial engineering. Mereka terlalu bermain dengan tingkat resiko
yang
> tinggi*


Maaf embah engga bisa kasih komentar ATAS tulisan anda diatas mungkin
bahasa Inggris embah engga cukup canggih untuk nangkep
tulisan pak Tom ... hehehe....

Gimana kalo pak Tom kasih KOMENTAR dengan DASAR teori bapak
yg keliatan ADUHAI CANGGIH untuk memberikan komentar atas
analisa BUMI dari DS/ML. Pake bahasa yg sederhana saja pak,
supaya audience bisa ngasih tanggapan atas tulisan bapak.

Bagian bagian mana yg tidak masuk akal atau ketinggian ?.
Atau nilai intrinsic BUMI=8000 menurut ML itu memang BETUL dan
WAJAR ?.

Sampe saat ini belum ada SATUPUN member OB yg menyanggah
bahwa analisa si Daisy salah.

Embah sampe kasih discount 60% untuk memperhitung kondisi global
saat ini, 40% x 8000 = 3200, apakah ini masih kemahalan ?.


> **
> **
> *T.o.m*
>
>
> On 10/9/08, jsx_consultant <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >   --- In [email protected] <obrolan-bandar%
40yahoogroups.com>,
> > "hendrik_lwww"
> > <hendrik_lwww@> wrote:
> >
> > >
> > > MUNGKIN (MUNGKIN LHO YA) ada yang salah tapi karena pada pegang
> > BUMI
> > > jadi diem2 aja,he3...kalau saya sihh ngga tau mana yang
> > salah,he3...
> > > ngga tau ML analisanya gimana..
> > >
> >
> > Metoda valuasi yg digunakan adalah STANDARD VALUATION method yg
> > dipakai dibidang pasar modal diseluruh dunia. Karena metodanya
> > standard, hasil analisanya juga bisa langsung bisa digunakan
> > oleh orang pasar modal diseluruh dunia secara LANGSUNG. Cukup
> > dicheck asumsi asumsi yg dipakai.
> >
> > Memang metoda ini agak nyelimet tapi defacto adalah standard untuk
> > profesional pasar modal. Kemaren kemaren pak Johan juga
menyarankan
> > pake metoda ML ini ketika embah memberikan metoda valuasi cara
> > sederhana pake commodity historical price, cara Simple Valuation
> > metoda pak Tirta yang mengambil data Average industry PER dan
> > Average Estimate EPS yg ada di reuter.
> >
> > Atau mungkin pak Oentoeng bisa pake Valuasi metoda pentoeng
> > buat BUMI dari persepsi BD.
> >
> > Sebenarnya menurut Buffett, keuntungan investor kurang lebih
> > sama dengan selisih Harga valuasi si ML (kalo bener) dikurangi
> > harga valuasi metoda pentoeng.
> >
> > Jadi beli saham saat di pentung dan dijual saat bursa sudah
> > normal dimana harga saham mendekati harga wajar sesuai valuasi.
> >
> >
> >
>


Kirim email ke