alasannya disuspen kemaren krn market ga rasional dan mencurigakan..... BEI Senin - Rabu drop 10%, 2%, 10% (sesi 1), sementara regional rata2 drop 3%, baru Rabu drop > 5%, kalo dg alasan menyesuaikan dg bursa lain drop segitu banyak rasanya relatif sekali (dasarnya ngambang), juga alasan penyesuaian dg bursa lain naif juga (hehehe...). Kalo bagi saya trader kecil, sih gampang (krn ga ada keperluan, dan malah masih ada cash), tapi bagi yg masih pegang saham (apalagi banyak) kalo panik (apalagi dg rumor2 dr bearish messenger yg super produktif dan kreatif akhir2 ini) kejadian BISA LEBIH LUCU lagi semua saham BEI AUTOREJECT kiri semua dan masuk World Record hehehe....... canda.com Memang betul pak suspensi tidak menjamin bursa tidak jatuh lagi, saya juga pandangannya sama, semenjak kasus beberapa hari terakhir, saya ada pemikiran kalo kondisi belum jelas benar, maka investor (artinya yg benar2 invest, rencana s/d 2 bulan lagi) ada kemungkinan jual sahamnya krn melihat roller coaster di BEI. Mohon maaf kalo saya ada salah kata, saya masih pemula sekali kalo dibanding bapak, saya cuma coba kasih masukan lain, terima kasih.
salam --- In [email protected], Datuk Tanah Tinggi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > From: stockita <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [watr-workshop] Pandangan Wan Al tentang market suspen > To: > [EMAIL PROTECTED], "wan_al" <[EMAIL PROTECTED]>, > [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], > "Julius Yasdi Yasdi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Irwan Sandrady" > <[EMAIL PROTECTED]> > Date: Wednesday, October 8, 2008, 8:00 PM > > > > > > > > > > > > Salam hormat, >  > Dalam event yang luar biasa yang sedang dialami oleh bursa kita > bersamaan dengan jatohnya pasar financial global, dan pada kesempatan > ini saya ingin memuji semua pihak yang berupaya untuk menempuh langkah > langkah penyelamatan. > >  > Bursa adalah vital bagi pasar bebas dan arus modal bebas, tentu > jika pasar di suspen hanya karena alasan menjaga agar harga tidak > jatoh, itu adalah alasan yang naif, sebagaimana investor boleh beli, > investor juga boleh jual, dan itulah pasar bebas. > >  > Suspen Bursa tidak akan pernah merubah minat jual ato minat beli > yang sedang menunggu buka nya kembali, dalam sejarah bursa sedunia > tidak pernah ada bursa berhasil menahan kejatohan harga dengan cara > menghentikan sementara transkasi perdagangan. > >  > Dan jika alasanya adalah untuk menahan agar tidak terjadi capital > outflow, maka ini sudah terlambat, capital outflow or inflow harus nya > di atur melalui kebijakan regulasi, yang mengatur lalulintas modal dan > devisa termasuk perpajakan, seperti malaysia dan china dan beberapa > negara lainnya. > >  > Saya melihat mungkin ada pengalaman yang kurang ato mungkin karena > pemilu yang dekat, sehingga terjadi kepanikan di kalangan policy > makers, dengan mengmbil langkah langkah yang tidak memprtibangkan > efeknya dengan cermat. > >  > Salah satunya adalah kenaikan SBI 0.25%, hanya untuk menahan agar > kurs rupiah tidak turun, dengan alasan dan dalih inflasi, padahal SUN > (surat hutang negara) di jual dengan Yield 14% pun kurang laku, masa > SBI +0.25% (9.5%) akan mampu menahan outflow??!! terlalu naief juga. > >  > Alhasil, focus yang harusnya dicurahkan saat ini oleh semua policy > makers, adalah menjaga ekonomy yang sedang grow agar tidak slow down, > dan saya melihat ini peluang bagi indonesia untuk bisa menarik > investasi justru di saat saat ketidak pasti terjadi dimana mana, dengan > lebih menstimulasikan ekonomy melalui regulasi yang lebih opprtunit. > >  > Langkah yang harusnya di tempuh adalah sbb: > 1. jangan suspen bursa, tapi kalo memang yang ditakutkan adalah > kejatohan harga maka bisa saja membuat langkah auto rejection 5% dari > pada 30% ini kan juga bisa menahan sessat. >  > 2. berikan hak untuk para fund manager agar menolak redamption > dengan alasan market crash dan sulitnya menjual asset dipasar sampai > dengan waktu yang tidak terbatas. >  > 3. Rekening Margin dan Repo, agar diatur perdagangannya di pasar > NG ato TS tapi jangan di Pasar RG, ini sesaat agar dampak margin call > bisa di restruktur oleh sekuritasnya masing masing. >  > 4. turunkan SBI, sekarang ini saat untuk menjaga ekonomy yang > sedang tumbuh, inflas bukan ancaman, kurs bukan ancaman, capital > outflow tidak bisa dicegah karena mereka harus melikuidasi asset > offshore demia membailout posisi call dinegaranya masing masing, tapi > slow down adalah ancaman, sehingga ekonomy harus di stimulasi terus. > sebelum terlambat. > >  > 5. God Bless Indonesia. >  > Salam hormat > Wan Al > > -- > www.watr-workshop. net > > > ____________________________________________________________________ > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > http://id.yahoo.com/ >

