Alangkah indahnya berivestasi di pasar modal kalau sesederhana yang Anda ceritakan........he...he...
----- Original Message ----- From: elis_wahyu To: [email protected] Sent: Thursday, October 09, 2008 4:57 PM Subject: [obrolan-bandar] Re: Fw: [watr-workshop] Pandangan Wan Al tentang market suspen sebenernya jatuh dengan volume kecil gampang aja jawabannya, karena para trader gak boleh ngeshort selling, sehingga volume transaksi berkurang, dan bagi yg gak bisa ngeshort pun gak mau nge-bid, karena mereka menanti target index di 1300-an (teknikal), karena gak ada yg mau nge-bid, sedangkan banyak fund manager perlu melikuidasi posisi mereka baik posisi untung(yg invest tahunan) maupun yg rugi(invest bulanan), maka mereka guyur aja bid yg ada daripada keduluan fund manager yg lain. serta banyak pemain margin kena margin call sehingga kena paksa jual pas pagi-pagi. makanya IHSG turun banyak dengan volume kecil... (penjelasan buat investor awam) hehehe analisa bandarmology, jatuhin ISAT dan TLKM serta PTBA sudah cukup buat orang panik yg dengan sendirinya ikut pasang sell atas saham yg mereka punya... hehehe.... apalagi dengan teknik pre-opening yg bikin index turun si bawah lowest suport 16 september bikin chartist pada buang barang karena percaya teknikal.hehehe...... jangan terlalu percaya teknikal, suport sesist gampang dijebol... biarkan market berjalan seperti biasa, toh mereka dah tau resiko main saham, bisa untung dan rugi..... aneh, yg namanya level gorengan sama bluechip beda perlakuannya. masak index turun disuspend, klo naik gak disuspend, kan lucu.... BUMI naik gak disusped, BUMI turun disuspend ARTI naik disuspend, turun gak disuspend CNKO naik disuspend, turun gak disuspend maksudnya apa sih.... dibedain gitu dont be greddy, keep safe trading. happy cuan.... --- In [email protected], "Tommy Jayamudita" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Berbagai alasan yang menolak pasar disuspend terkesan aneh, seakan-akan di dunia ini hanya BEI saja yang mensuspend pasar, selain Rusia saat ini, negara lain juga ada yang pernah menghentikan pasar modalnya. Hong Kong pernah 2 kali, selama 2 minggu dan 4 hari, NYSE ketika Black Monthday juga 2 kali suspend walaupun hanya selama masing2 1 jam (istilahnya menghidupan mesin pendingin), bahkan di Taiwan waktu itu, kalau pasar turun 3% langsung suspend fullday, esoknya juga begitu sehingga sering hanya buka 1 jam saja. > > Suspend tidak memalukan kalau terjadi ketidak-wajaran, hanya dengan uang kecil pasar bisa jatuh >10% inilah yang bisa ditertawakan orang luar negeri, serentan itukah pasar modal Indonesia? > > > ----- Original Message ----- > From: kangduren > To: [email protected] > Sent: Thursday, October 09, 2008 3:04 PM > Subject: [obrolan-bandar] Re: Fw: [watr-workshop] Pandangan Wan Al tentang market suspen > > > alasannya disuspen kemaren krn market ga rasional dan mencurigakan..... > BEI Senin - Rabu drop 10%, 2%, 10% (sesi 1), sementara regional rata2 > drop 3%, baru Rabu drop > 5%, kalo dg alasan menyesuaikan dg bursa > lain drop segitu banyak rasanya relatif sekali (dasarnya ngambang), > juga alasan penyesuaian dg bursa lain naif juga (hehehe...). > Kalo bagi saya trader kecil, sih gampang (krn ga ada keperluan, dan > malah masih ada cash), tapi bagi yg masih pegang saham (apalagi > banyak) kalo panik (apalagi dg rumor2 dr bearish messenger yg super > produktif dan kreatif akhir2 ini) kejadian BISA LEBIH LUCU lagi semua > saham BEI AUTOREJECT kiri semua dan masuk World Record hehehe....... > canda.com > Memang betul pak suspensi tidak menjamin bursa tidak jatuh lagi, saya > juga pandangannya sama, semenjak kasus beberapa hari terakhir, saya > ada pemikiran kalo kondisi belum jelas benar, maka investor (artinya > yg benar2 invest, rencana s/d 2 bulan lagi) ada kemungkinan jual > sahamnya krn melihat roller coaster di BEI. > Mohon maaf kalo saya ada salah kata, saya masih pemula sekali kalo > dibanding bapak, saya cuma coba kasih masukan lain, terima kasih. > > salam > > --- In [email protected], Datuk Tanah Tinggi > <datuk.tanahtinggi@> wrote: > > > > From: stockita <stockita@> > > Subject: [watr-workshop] Pandangan Wan Al tentang market suspen > > To: > > [EMAIL PROTECTED], "wan_al" <[EMAIL PROTECTED]>, > > [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], > > "Julius Yasdi Yasdi" <jyasdi@>, "Irwan Sandrady" > > <irwan.sandrady@> > > Date: Wednesday, October 8, 2008, 8:00 PM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Salam hormat, > >  > > Dalam event yang luar biasa yang sedang dialami oleh bursa kita > > bersamaan dengan jatohnya pasar financial global, dan pada kesempatan > > ini saya ingin memuji semua pihak yang berupaya untuk menempuh langkah > > langkah penyelamatan. > > > >  > > Bursa adalah vital bagi pasar bebas dan arus modal bebas, tentu > > jika pasar di suspen hanya karena alasan menjaga agar harga tidak > > jatoh, itu adalah alasan yang naif, sebagaimana investor boleh beli, > > investor juga boleh jual, dan itulah pasar bebas. > > > >  > > Suspen Bursa tidak akan pernah merubah minat jual ato minat beli > > yang sedang menunggu buka nya kembali, dalam sejarah bursa sedunia > > tidak pernah ada bursa berhasil menahan kejatohan harga dengan cara > > menghentikan sementara transkasi perdagangan. > > > >  > > Dan jika alasanya adalah untuk menahan agar tidak terjadi capital > > outflow, maka ini sudah terlambat, capital outflow or inflow harus nya > > di atur melalui kebijakan regulasi, yang mengatur lalulintas modal dan > > devisa termasuk perpajakan, seperti malaysia dan china dan beberapa > > negara lainnya. > > > >  > > Saya melihat mungkin ada pengalaman yang kurang ato mungkin karena > > pemilu yang dekat, sehingga terjadi kepanikan di kalangan policy > > makers, dengan mengmbil langkah langkah yang tidak memprtibangkan > > efeknya dengan cermat. > > > >  > > Salah satunya adalah kenaikan SBI 0.25%, hanya untuk menahan agar > > kurs rupiah tidak turun, dengan alasan dan dalih inflasi, padahal SUN > > (surat hutang negara) di jual dengan Yield 14% pun kurang laku, masa > > SBI +0.25% (9.5%) akan mampu menahan outflow??!! terlalu naief juga. > > > >  > > Alhasil, focus yang harusnya dicurahkan saat ini oleh semua policy > > makers, adalah menjaga ekonomy yang sedang grow agar tidak slow down, > > dan saya melihat ini peluang bagi indonesia untuk bisa menarik > > investasi justru di saat saat ketidak pasti terjadi dimana mana, dengan > > lebih menstimulasikan ekonomy melalui regulasi yang lebih opprtunit. > > > >  > > Langkah yang harusnya di tempuh adalah sbb: > > 1. jangan suspen bursa, tapi kalo memang yang ditakutkan adalah > > kejatohan harga maka bisa saja membuat langkah auto rejection 5% dari > > pada 30% ini kan juga bisa menahan sessat. > >  > > 2. berikan hak untuk para fund manager agar menolak redamption > > dengan alasan market crash dan sulitnya menjual asset dipasar sampai > > dengan waktu yang tidak terbatas. > >  > > 3. Rekening Margin dan Repo, agar diatur perdagangannya di pasar > > NG ato TS tapi jangan di Pasar RG, ini sesaat agar dampak margin call > > bisa di restruktur oleh sekuritasnya masing masing. > >  > > 4. turunkan SBI, sekarang ini saat untuk menjaga ekonomy yang > > sedang tumbuh, inflas bukan ancaman, kurs bukan ancaman, capital > > outflow tidak bisa dicegah karena mereka harus melikuidasi asset > > offshore demia membailout posisi call dinegaranya masing masing, tapi > > slow down adalah ancaman, sehingga ekonomy harus di stimulasi terus. > > sebelum terlambat. > > > >  > > 5. God Bless Indonesia. > >  > > Salam hormat > > Wan Al > > > > -- > > www.watr-workshop. net > > > > > > > __________________________________________________________ > > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > > http://id.yahoo.com/ > > >

