Cara ngitung EBITDA Ambil laporan keuangan Laba rugi emiten: - Ambil Laba Operasi (Operating profit) (X) - Ambil angka Depresiasi, deplesi dan amortisasi (Y)
EBITDA = X + Y - Kenapa angka depresiasi ditambahkan pada Laba operasi ? - Bertambah besar depresiasi bertambah bagus angka Cash Flow dibanding laba, KENAPA ? Penjelasan: - Jika anda beli mesin seharga 100 juta cash, umur mesin 2 thn maka biaya depresiasi 50 juta setahun. - Kalo Laba KOTOR perusahaan anda = 50 juta - Lalu dikurangi depresiasi maka laba OPERASI = 0 - Tapi EBITDA = X + Y = 0 + 50 juta = 50 juta. Jadi meskipun laba operasi = 0, Cash anda akan bertambah 50 juta dari biaya penghapusan. Biaya penghapusan adalah expenses tapi termasuk kelompok NON CASH expenses, karena mesin sudah dibayar cash saat beli. Dan saat dihapuskan anda hanya mengeluarkan biaya NON cash. Jadi bertambah besar DEPRESIASI pada perusahaan Telco, maka bertambah besar EBITDA dibanding Laba Operasi. Contoh lain: - Pada perkebunan CPO yg sudah tua, laba bersih sudah nol atau minus. Tapi yg punya perkebunan masih jagain kebun, kenapa ?. Karena meskipun labanya udah MINUS, bisa jadi CASH FLOW masih POSITIF pengaruh dari DEPRESIASI yg ditambahkan pada laba (EBITDA). Jadi jangan terpana dengan EPS negatif SAJA, hitung EBITDAnya, gampang banget kan....

