Dear Mbak Yuni, Selamat ya atas kelahiran babynya...kekhwatiran mbak juga banyak dialami oleh para Ibu, tapi ternyata mbak ndak usah khawatir dan harus yakin kalau ASI mbak pasti cukup. Mbak, saranku juga join deh milis [EMAIL PROTECTED] caranya send e-mail [EMAIL PROTECTED] disana banyak banget sharing moms yang kasi ASI, sudah banyak yang tadinya pesimis ngerasa ASInya kurang malahan pada sukses ASI exclusive 6 bulan, dan bahkan masih berjuang kasi ASI tanpa susu formula s/d 1 tahun, dan menyusui terus hingga 2 tahun atau lebih...
Jadi ndak ada istilah ASI kurang, ASI setiap Ibu pasti cukup untuk anak Ibu, Tuhan itu maha adil dan menciptakan produksi ASI di dalam tubuh ibu sesuai dengan kebutuhan bayinya, sepanjang nggak dicampur dengan susu formula maka produksi ASI ibu akan sesuai dengan kebutuhan si anak. Aku copy paste ya seputar kecukupan ASI dari milis AFB, dari pakar2nya Mbak Luluk Lely Soraya dan Mbak Mia Sutanto (Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia - AIMI). Mbak bisa join jadi anggota AIMI sehingga akan dapat newsletter MediASI, dan benefit lainnya, bisa register ke www.aimi-asi.org Salam, Putu Prapti Utami www.aimi-asi.org ----- Original Message ----- From: Luluk Lely Soraya I To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, August 10, 2007 4:26 PM Subject: [asiforbaby] Artikel : ASI saya cukup gak ya untuk bayi saya?! ASI saya cukup gak ya untuk bayi saya?! ( Ditulis bebas oleh Luluk Lely Soraya I, August 2007) Pertanyaan tsb pasti sering kita dengar atau bahkan kita pertanyakan sendiri. Akibatnya banyak kebingungan yang berujung pada gak pedenya sang ibu hingga produksi ASInya malah turun. Nah agar tidak kebingungan, yuk kita kenali dan pahami tanda-tanda kecukupan ASI pada bayi. Masih banyak yang beranggapan bahwa cukup tidaknya ASI pada bayi semata-mata ditentukan dari kondisi fisik bayi. Bayi yang "lembek" badannya akan dengan mudah dilabel dg "ASInya gak cukup" atau bahkan "ASInya jelek". Demikian juga jika bayi yang sering menangis atau bayi yang sering menyusu pada ibunya. Sementara itu di sisi lain, ASI sendiri tidak dapat ditakar. Hal ini dikarenakan kandungan ASI yang demikian unik dan relatif berubah-ubah seiring dg usia & kebutuhan si kecil. Jumlah ASI yang dibutuhkan tiap bayipun tidak pernah sama meski memiliki usia yang sama. Sehingga tidak dapat ditentukan berapa cc ASI yang dibutuhkan untuk umur bayi tertentu. Hal inilah yang sering membuat para ibu & ayah kebingungan dan gamang dengan pemberian ASI pada bayinya. Kenali tandanya ! Syukurlah bahwa para ahli laktasi telah berhasil menentukan kriteria cukup tidaknya ASI bagi si kecil. Inilah tanda-tanda kecukupan ASI pada bayi : 1.. Bayi akan buang air kecil (BAK) paling tidak 6-8 x sehari 2.. Terutama bagi bayi yang berusia <6 minggu, frekuensi buang air besar (BAB) paling tidak 2-5 x sehari. Hal ini tidak berlaku bagi bayi yang berusia >6 mg. 3.. Pertumbuhan berat badan (BB) bayi dan tinggi badan (TB) bayi sesuai dengan grafik pertumbuhan. Jangan mengukur pertumbuhan bayi dari penampakan fisik bayi. Jangan pula mengukurnya dari berat tidaknya bayi saat menggendong. 4.. Perkembangan motorik yang baik. Bayi aktif. Motoriknya sesuai dengan rentang usianya Selain tanda-tanda utama kecukupan ASI tsb diatas, terdapat juga tanda lain dari kecukupan ASI. Seperti terdengar suara menelan saat bayi menyusui, dsbnya. Meski hal ini bukan patokan utama. Jika ASI gak cukup.... Tanda bayi tidak mendapatkan cukup ASI : a.. Jika bayi menunjukkan tanda dehidrasi berat : BAK <6 x sehari, warna air seninya keruh kecokelatan, bayi rewel luar biasa, tidak keluar airmata saat menangis, daya turgor melemah (jika kulitnya dicubit, tidak kembali spt semula). b.. Jika pertumbuhan BB dan TB memiliki pola turun drastis atau stagnan (jalan di tempat). c.. Bayi tidak aktif dan terlihat tidak sehat. Apa yang harus dilakukan ? 1.. Hubungi segera dokter anak anda (DSA). 2.. Biasanya jika memang terindikasi asi tidak cukup, maka pertolongan pertama / SOP (standard operating procedure) yang dilakukan adalah pemberian : - ASI ibu lain. Hal ini amat sangat direkomendasikan - Jika ASI ibu lain tidak ada, maka diberikan susu formula - Jika susu formula tidak ada, maka diberikan susu sapi (whole milk/yang belum diformulasikan) - Jika susu tidak ada, maka diberikan cairan lainnya. 3.. Selanjutnya perbaiki dan perbanyak ASI dengan berkonsultasi pada konselor laktasi. Mulai dari observasi pemberian ASI, tata cara pemberian ASI, manajemen laktasi, kenali cara memperbanyak ASI, dsbnya. Nah sekarang kita sudah mengenali betulkan bagaimana cara mengenali cukup tidaknya ASI pada bayi ?! Hayo jangan ragu untuk terus memberikan ASI eksklusif ke bayi kita ! Tetap pede ya. Yakinkan diri sendiri bahwa "Bayi saya CUKUP untuk bayi saya". Kenali tanda kecukupan ASI. Maka percayalah ASI eksklusif dapat dengan mudah dilalui. Selamat menyusui ! Keep breastfeeding ! (Luluk) Sumber artikel : - How can I tell if my baby is getting enough breast milk? http://www.breastfeeding.com/helpme/helpme_asklc_supp2.html#27 - How can I tell if my baby is getting enough milk? http://www.lalecheleague.org/FAQ/enough.html - WHO : "Not enough milk". Http://www.who.int From: Mia Sutanto To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Saturday, August 11, 2007 9:40 AM Subject: [asiforbaby] Re:Artikel : ASI saya cukup gak ya untuk bayi saya?! Dear Luluk and moms lainnya, sedikit tambahan saja....sebelum kita meneliti tanda2 cukup tidaknya pemberian ASI seperti yang telah disampaikan dalam artikel ini, ada baiknya para moms memastikan terlebih dahulu 2 hal: (1) posisi badan bayi pada saat menyusui sudah tepat; dan (2) pelekatan mulut bayi pada payudara ibu sudah benar...sehingga bayi MINUM ASI, dan bukan hanya ngempeng pada payudara/puting ibu. Seringkali dari pengalamanku...hanya dengan membetulkan sedikit posisi badan bayi ataupun posisi mulut bayi pada payudara ibu...bayi yang tadinya hanya sedikit sekali mendapatkan ASI karena hanya mengempeng pada payudara ibu, bisa mulai mulai MINUM ASI sehingga asupannya meningkat. So moms, kalau memang mencurigai asupan ASI bayi kita kurang....jangan langsung berpikiran bahwa ASI kita tidak cukup...ataupun produksinya menurun...seringkali karena ketidaktahuan, ternyata posisi badan bayi dan pelekatan mulut bayi apda payudara kurang tepat...sehingga walaupun produksi ASI banyak, namun bayi TIDAK BISA mengeluarkan dari payudara secara efektif sehingga jumlah ASI yang berhasil diminum sedikit. Keep breastfeeding ya moms...it's the gold standard for infant nutrition... Salam ASI! Mia Sutanto Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia [EMAIL PROTECTED] www.aimi-asi.org

