Dear Parents,
Alhamdulillah, Saya dan suami berkesempatan membesarkan anak di 3 negara,
Singapore, Malaysia dan Indonesia.
Perbedaannya dg Indonesia :
1.Di Malaysia dan Singapore usia masuk Primary School adalah 7 tahun, di kita 6
tahun (blm yang 5 tahun lebih pengin masuk juga). Beda 1 tahun adalah sangat
besar, bukan dr sisi akademis saja tapi juga dengan maturity dan kesiapan anak
untuk menjadi independen.
2. Di Singapore hanya ada 6 mata pelajaran di kelas 1, di Malaysia ada 7 saja.
Bandingkan dengan Indonesia dengan lebih dr 9 klu nggak salah.
3. Anak-anak disana sudah harus bisa baca tulis, dan berhitung sampai 20 pada
awal masuk SD. Ini sama khan dg Indonesia (Jakarta paling nggak), secara
realita.
4. Malaysia dan Singapore mengajarkan anak usia 4 tahun (kindergarten 1)
membaca, menulis, dan matematika bukan hanya dg 1 bahasa tapi minimal 2 bahasa.
Bhs Inggris dan Mother Tongue (bhasa melayu, Mandarin atau Tamil). Artinya
secara akademis anak-anak bisa lo. Cuma cara mengajarkan nya...yang harus
diperhatikan.....dengan alat bantu (concrete materials, dan kecepatan mengajar
disesuaikan dg anak-anak diusianya).
Saya sih merasa sayang klu di usia emasnya anak-anak tidak dibekali dg
pelajaran yang berharga. Cuma jangan di Force apalagi di Drill. Sayang juga klu
anak-anak kita pengetahuannya kalah jauh dibandingkan dg negara tetangga kita.
Depdiknas dan juga kita semua harus melihat realita yang ada, bagaimana
negara-negara lain menyiapkan masa depan generasi berikutnya. Amazing...and
before too late, we have to act now.
Parents..sambil Kopdar yuuk kita bahas, how to prepare our next generation in
concrete way ...gitu.
Segitu dulu sharingnya, have a good day.
Regards
Turisina Ramli