Setuju banget Bun.... Saya usul, topik ini diangkat sebagai bahan workhsop atau seminar. Sehingga apapun pertanyaan Bunda & Panda seputar topik ini dapat cepat tersolusikan melalui sharing saat seminat atau workshop. Mudah-mudahan usulan ini bisa difasilitasi ya sama Moderators :) Thks Mods....
--- On Thu, 7/10/08, Turisina Ramli <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Turisina Ramli <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [parentsguide] Bagaimana negara tetangga mengajarkan berhitung, membaca dan menulis To: [email protected] Date: Thursday, July 10, 2008, 12:19 AM Dear Parents, Alhamdulillah, Saya dan suami berkesempatan membesarkan anak di 3 negara, Singapore, Malaysia dan Indonesia. Perbedaannya dg Indonesia : 1.Di Malaysia dan Singapore usia masuk Primary School adalah 7 tahun, di kita 6 tahun (blm yang 5 tahun lebih pengin masuk juga). Beda 1 tahun adalah sangat besar, bukan dr sisi akademis saja tapi juga dengan maturity dan kesiapan anak untuk menjadi independen. 2. Di Singapore hanya ada 6 mata pelajaran di kelas 1, di Malaysia ada 7 saja. Bandingkan dengan Indonesia dengan lebih dr 9 klu nggak salah. 3. Anak-anak disana sudah harus bisa baca tulis, dan berhitung sampai 20 pada awal masuk SD. Ini sama khan dg Indonesia (Jakarta paling nggak), secara realita. 4. Malaysia dan Singapore mengajarkan anak usia 4 tahun (kindergarten 1) membaca, menulis, dan matematika bukan hanya dg 1 bahasa tapi minimal 2 bahasa. Bhs Inggris dan Mother Tongue (bhasa melayu, Mandarin atau Tamil). Artinya secara akademis anak-anak bisa lo. Cuma cara mengajarkan nya...yang harus diperhatikan. ....dengan alat bantu (concrete materials, dan kecepatan mengajar disesuaikan dg anak-anak diusianya). Saya sih merasa sayang klu di usia emasnya anak-anak tidak dibekali dg pelajaran yang berharga. Cuma jangan di Force apalagi di Drill. Sayang juga klu anak-anak kita pengetahuannya kalah jauh dibandingkan dg negara tetangga kita. Depdiknas dan juga kita semua harus melihat realita yang ada, bagaimana negara-negara lain menyiapkan masa depan generasi berikutnya. Amazing...and before too late, we have to act now. Parents..sambil Kopdar yuuk kita bahas, how to prepare our next generation in concrete way ...gitu. Segitu dulu sharingnya, have a good day. Regards Turisina Ramli

