Ada Serat, Jantung Sehat Pola makan tinggi serat amat bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit, di antaranya tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner. Terutama serat yang larut dalam air (soluble fiber) memiliki kemampuan menurunkan konsentrasi kolesterol jahat dalam darah.
Serat makanan adalah komponen dari tumbuhan yang dikonsumsi, dan tidak dapat dicerna oleh sistem pencernaan manusia. Meski tidak termasuk zat gizi esensial, keberadaan serat makanan ini begitu penting bagi kesehatan tubuh kita. "Kebiasaan makan sedikit serat akan memicu berbagai penyakit seperti sembelit, kegemukan, hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi," jelas DR. Ir. Ali Khomsan, dosen Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Faperta, IPB. Sudah umum diketahui bahwa konsumsi makanan yang mengandung banyak kolesterol menyebabkan timbulnya aterosklerosis (timbunan zat lemak di dinding pembuluh nadi). Aterosklerosis dan beberapa kondisi akibat kurang serat, seperti hipertensi dan kolesterol tinggi itu, selanjutnya dapat memicu terjadinya penyakit jantung koroner (PJK). Hal tersebut menarik perhatian para ilmuwan untuk mengamati hubungan antara diet dengan PJK. Berdasarkan pengamatan pada kaum vegetarian diketahui bahwa mereka umumnya memiliki tekanan darah yang lebih rendah dibanding yang bukan vegetarian. Juga dijumpai fakta bahwa konsentrasi kolesterol serum dan tingkat terjadinya PJK pada kalangan vegetarian lebih rendah daripada kelompok pengkonsumsi daging. Pola Vegetarian Menurut hasil penelitian Asosiasi Jantung Amerika, risiko menderita penyakit jantung koroner akan meningkat sebesar 75 persen bila nilai kolesterol serumnya meningkat dari di bawah 182 menjadi 182-200 mg/dl. "Di Amerika sekitar 80 persen penduduknya mempunyai konsentrasi kolesterol darah di atas 220 mg/dl," ungkap Prof.DR. Ir. Made Astawan, MS, dosen di Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, IPB. Jadi rupanya pola makan vegetarian yang mengkonsumsi banyak serat makanan alami itulah yang telah berpengaruh positif pada kondisi kesehatan organ yang berhubungan dengan pembuluh darah. Penggunaan serat pangan memang merupakan cara alami yang aman dan ampuh untuk menurunkan kadar kolesterol darah, terutama serat yang bersifat larut air. Data dari sejumlah penelitian klinis menunjukkan bahwa serat larut air mampu mencegah penyakit jantung koroner. Menurut Prof. Made, serat yang bersifat larut air dari gandum, barley, dan serealia lainnya telah terbukti mempunyai efek menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Setiap gram serat larut air mampu menurunkan kadar kolesterol hingga 0,5-2 persen. Serat makanan itu contohnya gum (bahan pembentuk jeli) dari jenis guar, locust bean, tragacanth dan karagenan, polisakarida kedelai, psillium dan pektin. Tidak hanya itu. Penelitian terbaru di Swedia menunjukkan, serat gum guar dapat menurunkan tekanan darah tinggi tanpa diikuti penurunan berat badan. Dengan demikian dapat disimpulkan, gum guar dapat dipakai sebagai alternatif pengganti obat hipertensi, yang selama ini digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Konsumsi Terlalu Rendah Tidak sulit sebetulnya untuk mengkonsumsi makanan berserat. Apalagi di sekitar kita mudah ditemukan makanan sumber serat, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Jumlah serat yang semestinya dikonsumsi juga tak terlalu banyak, yakni 25-35 gram per hari, sesuai anjuran badan kesehatan dunia WHO. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi makanan berserat sekitar 35 gram per hari memiliki risiko terkena penyakit jantung 1/3 kali lebih rendah dibanding orang yang mengkonsumsi serat kurang dari 15 gram per hari. Sementara ini, berdasarkan penelitian DR. Abas Basuni Jahari MS, dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Departemen Kesehatan, 1998, diketahui bahwa konsumsi serat orang Indonesia rata-rata hanya 10,5 gram per hari. "Konsumsi serat orang Yogya sekitar 17 gram per hari, masih lebih baik dibanding orang Jakarta yang hanya 8-9 gram per hari. Itu karena orang Yogya sering makan sayur nangka dan tempe," lanjutnya. Tentu juga makan lotek khas Yogya, yang terdiri dari aneka sayuran campur tahu dan tempe dengan bumbu kacang tanah. Dengan begitu banyak jenis makanan sumber serat di sekeliling kita, semestinya itu menjadi komponen terbesar dalam menu makanan harian kita. Jika kita sulit mendapatkan oat, gum, atau barley, masih banyak jenis lain yang mudah didapat. Umbi-umbian, jagung, agar-agar, kacang-kacangan, dan apel juga kaya akan serat yang larut dalam air. Memang, efek menurunkan kadar kolesterol yang ditimbulkan serat makanan lebih kecil dibanding obat-obatan sintesik. Namun istimewanya, serat makanan juga dapat menurunkan trigliserida. Tak hanya sumber pangan nabati, dalam hewan juga terdapat serat yang sanggup mengikat kolesterol. Serat yang bernama chitosan tersebut bisa ditemukan dalam chitine kulit udang dan cangkang kepiting. Ketika chitosan terkena asam lambung, senyawa tersebut akan berubah menjadi jeli yang dapat membungkus bukan hanya molekul kolesterol dalam getah empedu, tapi juga molekul lemak dari makanan. Berfungsi Antioksidan Bagaimana serat makanan bisa mencegah penyakit jantung? Itu lantaran serat makanan itu merupakan senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan. Seperti diketahui antioksidan punya kemampuan hebat dalam menetralisir radikal bebas dan mencegah oksidasi kolesterol jahat (LDL). Contohnya glutation dalam alpukat atau quercentin yang terdapat dalam anggur dan bawang. Diuraikan oleh DR. Ali Khomsan bahwa kolesterol LDL memiliki kemampuan menembus dinding arteri dan kemudian menyumbat pembuluh darah bila telah mengalami oksidasi. Maka supaya pembentukan plak dan penyumbatan itu tidak terjadi, proses oksidasi itu harus dicegah. Itu berarti ketika antioksidan mencegah terjadinya proses oksidasi LDL itu, risiko munculnya penyakit jantung koroner pun terhambat. Mengingat pentingnya peran serat dalam memelihara kesehatan kita, mulailah mengkonsumsi serat makanan saat ini juga. Jangan tunggu sampai bermacam-macam penyakit singgah dan menetap di tubuh Anda. Anda tak harus menjadi vegetarian, tapi cukup menambah porsi buah dan sayuran dalam menu harian. Makin mahalnya harga buah dan sayuran segar berkualitas memang kadang menjadi salah satu alasan bagi mereka yang malas mengubah pola makan. Tapi, bukankah mencegah akan jauh lebih murah ketimbang mengobati penyakit? @ Endang Saptorini ---------------------------------------------------------------------------- Semoga Bermanfaat Dede Maulana - Semua anak pada dasarnya cerdas dan ceria. Hanya saja kecerdasan uniknya mungkin kurang cocok dengan sistem pendidikan yang lebih menekankan keterampilan 3M - menulis, membaca, matematika - padahal setiap anak memiliki 8 kecerdasan dengan kadar yang berbeda-beda, yaitu? dapatkan informasi bukunya di : [EMAIL PROTECTED] dengan Subject: SETIAP ANAK ITU CERDAS - Gabung di MLM MQnet milik KH Aa Gym yu...? hubungi email ini [EMAIL PROTECTED] dengan subject: MQnet -- ~~~~~~ PRODUKSI BERSIH (PB) MAILING LIST ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Posting = [EMAIL PROTECTED] Berhenti = Kirim Email kosong ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Berlangganan = Kirim Email kosong ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Administrator = mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsip = http://www.mail-archive.com/[EMAIL PROTECTED]/ Dana Mitra Lingkungan Official Site @ http://www.dml.or.id FORLINK @ http://forlink.dml.or.id ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
