sepertinya sih saya sudah pernah ketemu si pakar insinerator long2Xago. Sdh pakar tho? Slamet!

Saya juga ada alternatif "incinerator" laen
yaitu fuel blending di cement kiln...
PPLI dari dulu s/d sekarang memanfaatkan kiln nya Semen cibinong untuk co-blending dg memanfaatkan  nilai bakar yg masih terkandung dalam waste...
tapi sayang.... bila  ternyata dalam 'pembakaran' diduga akan me release gas atau emisi yg tidak berkenan (secara teoritis bisa diprediksi bila diketahui kimia dari waste tsb)
atau bila dalam residue atau abu 'pembakaran' akan berpengaruh thd kualitas semen
ya... ngga bisa di fuel blending kan....

dan sayang yg berikutnya...
untuk fasilitas limbah padat (organik, mengandung nilai bakar).... belum tersedia fasilitas tsb, atau bisa... tapi di encerkan atau di larutkan dulu dalam fuel...

Cara pembakaran spt ini dilakukan di DongWoo Bekasi
Disamping itu di Dong Woo ada juga solvent recycle
(tapi ngga tau solvent yg di recycle kemudian di kemanakan?) agak misterius juga.

Kembali ke fuel blending limbah padat di cement kiln,
Semen cibinong sedang merintis ke arah sono...
juga saya dengar Indocement akan mengikuti jejak tsb
sepanjang teknologi tsb juga banyak di aplikasikan di negara maju.
So siapa yg punya masalah dg limbah dalam jumlah banyak yg mungkin berjodoh dg metode tsb,
bisa saya bantu pertemukan dg end user (cement) dan saya ngga ambil keuntungan dari problematik anda...
just per teman an saja! Smoga bermanfaat!

Untuk yg jualan incinerator thok dalam pengertian mbakar thok tanpa mengkaitkan dg konservasi energi ataupun pemanfaatan thd si limbah yg akan di bakar tsb, ya maaf saja, ke pakar an anda ngga klop untuk kriteria saya, maaf ya,  kwacian deh... masih banyak yg mao anda boongi....hihihi...

Final disposal intinya adalah harus aman ke mana mana
ya filosofinya, ya final disposal runutannya, impactnya ke udara, air, tanah

Biarlah yg tetap mau jualan dg kesungguhannya sesuai profesinya
dan biarlah yg mau ditipu krn dari kasus tipu menipu tsb bisa diambil manfaat adanya proyek yg terus jalan (meski tahu itu ngga efisien)
Itulah ke pakar an kita mengikuti alur pembangunan di Indonesia
yg penting ada aktivitas dan semua merasa di untung kan!

HORAS!!!
_______________________________________________
Pb mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://dml.or.id/mailman/listinfo/pb_dml.or.id

Kirim email ke