Sepertinya bapak Chris Sutanto..sebagai "pakar incinerator indonesia "
lebih banyak berkarya tulis dalam bidang informasi komputer .... ;
perkembangan dalam Industri menjelang tahun 2004 ini tidaklah sepesat
industri komputer yang dalam hitungan bulan pun pentium4 Ghz akan obsolete.
Di Industri machining dan teknology bahan di Indonesia kita tidak mengalami
perkenmbangan yang berarti selama 10-20 tahun ini; karena itu Incinerator yang
dibuat dengan material / teknology manufacturing di Indonesia ... juga hasilnya
bukanlah INCINERATOR dalam arti yang sebenarnya .
 
Bisa bapak lihat.... bengkel-bengkel mesin di Indonesia kebanyakan masih membuat
dengan mesin las / bubut / miling konvensional ...sementara diluar sudah berbasis
CNC / laser cutting / EDM dengan tingkat presisi  nano-meter. 
Nah..... bagi yang tahu incinerator... tentunya tahu juga tahap pembuatan suatu
mesin yang beroperasi di temperatur tinggi... harus mempertimbangkan berbagai
faktor presisi tinggi => koeffisien muai masing-masing bahan pada temp operasi
menuju 1200o Celcius. ... karena itu Indonesia... untuk membuat jarum suntik
saja... (stainless steel) belum mampu.... apalagi buat dinamic combustion engine ???
Tentu saja .... kalau cuma beli berdasarkan spesifikasi brochure sih ...
siapa juga bisa... wong Indonesia kaya.... dan renovasi air mancur saja 14 miliar ???
 
Mesin-mesin canggih itu bukan tidak ada.... ... ada koq banyak ... contohnya
di PINDAD;  IPTN / PT DI; tapi pemanfaatannya sekarang untuk pembuatan
panci / pisau / alat-alat rumah tangga lainnya ;
Kami suka koq sub-con project-project besar kita ke sana.... dan
sekedar "sewa alat dibawah tangan" ...karena yang kerja adalah
adalah teknisi-teknisi kami sendiri....???
 
> Justru dengan mengangkat kembali isu yang sudah 12 tahun kadaluwarsa ini
> menyingkapkan dengan jelas betapa purbanya kita ini dan .......malu bener nih
> sementara orang Amerika sendiri tidak mengalami masalah apa-apa sekarang
> ini. Bahkan tetangga ningrat kita sendiri ( Singapore ) memanfaatkan
> incinerator untuk kebutuhan listriknya. Wuah...kita ketinggalan ya; kita
> masih pro kontra mereka sudah menikmati.
> Kita sadari bahwa pencetus isu kadaluwarsa di mailing ini tidak tahu
> tentang Incinerator. Untuk itu kita bisa memaklumi dan berusaha memberikan
> bimbingan yang baik agar lingkungan sosial kita ini terbina dan cerdas.
 
Saya bukanlah ahli incinerator; ... tapi kami berpengalaman 15 tahun sebagai
system integrator untuk industrial automation & custumized machine !
Teknology pembakaran yang paling sempurna...adalah pada system turbin
pembangkit listrik ....karena sifatnya adalah konversi energy artinya
efficiencynya harus setinggi mungkin tapi tentu saja tetap tidak bisa 100%.
 
Pada Burner; kita tahu... bahwa untuk membuat flame ...IDO itu harus
di semprotkan melalui nozzle menjadi kabut sehingga pembakarannya sempurna
... demikian pula pada sistem boiler dengan batubara.... efficiency dapat
ditingkatkan jika feed bahan bakar batu bara di crusher sampai ukuran optimal
untuk menghasilhan energy panas ( pembakaran sempurna )
 
Nah.... Incinerator yang ada di Indonesia.... membakar solid waste bulat-bulat
seperti ... pembakaran mayat di krematorium !!!... hasilnya reaksi oksidasi dan
konduksi thermal ...merambat perlahan-lahan dari permukaan ke dalam .!
... Setelah menjadi CARBON.... . yang notabene adalah isolator panas....
maka rambatan tersebut menjadi semakin lambat lagi ! saya pikir kita bisa
melihat contoh kebakaran hutan ...dimana sisa jaringan kambium masih utuh
terbungkus arang dari kulit batang !
 
> Sebenarnya diskusi ini bisa kita arahkan  kejurusan sains dengan segala
> aspek chemistrynya yang di mulai dengan ABCD "CARBON", yang berarti
> ada penjelasan-penjelasan nan panjang, lebar dan lama. Kami yakini hal itu
> akan sangat membosankan .
Tidak perlu membahas sampai kimia organik pak....
cukup bab pertama dalam buku kimia ..... Stoikiometri & kekekalan massa !
... setiap reaksi kimia harus kita setarakan jumlah zat awal & akhirnya
  a (CxHy) + b (O2) =>  c (CO2) + d (H2O)
Pertanyaannya apakah teori ini sudah kadaluarsa untuk sekedar memeriksa
jenis material yang diperbolehkan masuk untuk di INCINERASI ???
dan Saya juga mengerti kalau Incinerator Indonesia lebih hebat dari
David Copperfield yang bisa menghilangkan tugu Monas,
 
Kemanakah hilangnya senyawa berbahaya seperti Mercury ; Cadmium;
Chrome Hexavalent ; yang titik vaporasinya bahkan < 200o Celcius ???
Lalu,... belum lagi mengingat di Indonesia masi banyak memakai PVC;
PCB; Stirrofoam;..yang kalau dibakar tidak sempurna => DIOXIN .
Apakah supply udara dalam incinerator itu Oksigen murni ???
karena Oksigen itu cuma 20% dari udara (70% Nitrogen).... lalu
berapa % Oksidasi terjadi sehingga menghasilkan senyawa NOx ???
 
=> Jawaban nya klise.... khan ada filter carbon actif ... dan filter canggih
yang berbasis katalis V2O5 / TiO2 untuk mengoksidasi lanjutan !
Apakah di Indonesia sudah ada incinerator se lengkap itu ???
dan tentunya filter itu cuma bisa beroperasi pada suhu < 300oC
sehingga perlu heat exchanger; economizer boiler; water collant; dsb.
Nah kesemua alat itu juga potensial untuk membentuk kembali
DIOXIN yang "katanya" sudah habis terurai di 1200oC
 
 
> Karena kita sedang menuju Indonesia baru yang scientific, cerdas dan
> dewasa, mari kita berikan bimbingan kepada saudara kita yang tidak mengerti ini
> dengan penjelasan yang sederhana saja sbb.:
>
> 1. Teknologi Incinerator berkembang sebagaimana teknologi lainnya. Jadi
> apa yang menjadi masalah bulan ini, mungkin sudah teratasi bulan depan.
> Apa yang menjadi isu tahun ini sudah bisa beres tahun depannya lagi.
 
Issue Korupsi dan Issue Prostitusi... selalu menjadi masalah tiap harinya ????
 

> 2. Sudah 12 tahun berlalu.....industri Incinerator bertumbuh dengan baik
> dan tidak ada lagi  keberatan-keberatan yang signifikan di negara paman sam
> yang no 1 dalam penggunaan Incinerator. RALAT : Jepang No 1
Tolong baca .... artikel-artikel keberatan dari "Green Peace" ....
sampai hari ini masih tetap menyuarakan .... "NO BURNING"
 
 
> 3. Kalau Incinerator di tolak , limbah B3 disimpan dimana ? Haruskah
> PPLI diperluas seluas JABOTABEK ?
 
B3 itu ada jenisnya pak..... ribuan bahkan.....
masih ada yang bisa di Recycle; dan Radioaktif juga B3
apakah semua bisa di INCINERATE ???
 

> 4. Bagaimanpun juga Incinerator masih merupakan Waste Disposal System
> yang terbaik sampai hari ini.
 
Tolong bukti artikel ...yang menyatakan incinerator ini terbaik ???
Dan siapa yang merekomendasikannya ???
 
 
> 5. Dari pada menolak incinerator, lebih baik memberikan usulan solusi
> yang lebih baik dibanding incinerator.
 
Kalu menurut bapak sudah terbaik.... mana ada yang lainnya ???
 

>
> Bagaimanapun juga harus ditentukan kriterianya : Incinerator yang
> bagaimana yang harus ditolak dan yang harus didukung perkebangannya.
>
> Salam sejahtera semua, Tuhan meberkati.
>
> Chris Sutanto
>
 
 
Siapkan dulu Human Resources yang  sarana-prasarana untuk memakai
suatu teknology..... seperti contohnya teknology Komputer yang sudah
semaju ini.... ternyata masih banyak virusnya yang susah dicegah.
Orang Indonesia ... ada yang bisa bikin Virus Hebat lhoh; KPU adja jebol;
tapi.... tidak ada Anti VIRUS hebat yang dibuat di Indonesia...???
Heran yaah ???
 
Saya rasa.... MAN BEHIND THE TOOLs is more important than
The TOOLs it self....nah... di Indonesia kita terbiasa untuk study banding
keluar negri... tapi tidak study introspeksi diri....apakah kita
sudah mampu menganalisa / mengoperasikan mana Incinerator
yang baik .... dan mana yang tidak baik ???
Karena Result dari emisi DIOXIN bukanlah bisa terdeteksi 1-2 tahun ...
tapi 5-10 tahun kemudian .... anak cucu kita yang mewarisinya :(
 
Saran kami.... kriterianya.... incinerator yang baik adalah ....
incinerator yang ada di negara-negara yang pengawasannya sudah
cukup baik dan orang-orangnya tidak ABS (asal bapak senang)
Jadi.... dari pada buat sendiri, lalu peraturannya KLH asal contek dari
regulasi  EPA; dan tidak ada sarana memadai untuk mengawasinya.
Lebih baik sub-con pengolahan limbah ke Singapura yang
Incineratornya sudah bagus. Atau...mungkin di INDONESIA ini sudah
ada incinerator yang bisa di jadikan contoh... sehingga banyak
anggota DPR dari dunia ke-3 yang berkunjung untuk study banding ???
 
 
 
Regards
 
 
Eka
 
_______________________________________________
Pb mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://dml.or.id/mailman/listinfo/pb_dml.or.id

Kirim email ke