Yth.. temans, Ada pernyataan menarik dari Menkes "Kasus busung lapar di NTB sungguh mengherankan saya. NTB adalah provinsi yang bukan (tergolong) miskin, tetapi banyak anak yang gizinya tidak bagus. Di (daerah) lumbung padi, kok ada anak yang kelaparan," ujar Menkes.
Ada pendapat dari teman-2 peduli bencana? Salam... JL Baca secara lengkap di http://www.kompas.com/kompas-cetak/0505/29/utama/1779434.htm Anak Busung Lapar di NTB Terus Bertambah Mataram, Kompas - Jumlah anak-anak di bawah usia lima tahun yang menderita busung lapar di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, terus bertambah. Sampai dengan Sabtu (28/5) pukul 13.00 sudah 359 anak balita di provinsi ini dinyatakan menderita busung lapar. Tiga di antaranya dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Mataram. Sementara di Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, Kompas menemukan dua anak menderita lumpuh layuh. Mereka adalah Muhammad Fahmi (2,2) dan Muhammad Zainudin (11). Zainudin diakui menderita lumpuh layuh sejak berusia tiga bulan karena terlambat imunisasi. Bertambahnya jumlah anak balita penderita busung lapar tersebut dilaporkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj Baiq Magdalena ketika menerima kunjungan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari di RSU Mataram, Sabtu. "Sementara jumlah yang meninggal masih delapan orang," kata Magdalena. Sehari sebelumnya, Jumat, Dinas Kesehatan Provinsi NTB menyebutkan, jumlah kasus gizi buruk di NTB terjadi pada 338 anak balita dan mereka tersebar di empat daerah, yaitu Kota Mataram (23 kasus), Lombok Barat (133 kasus), Lombok Tengah (7 kasus), dan Lombok Timur (175 kasus). Tetapi, dalam sehari ditemukan 21 anak balita yang menderita busung lapar akibat gizi buruk. Penambahan dilaporkan terjadi di Lombok Tengah, yang kini temuannya menjadi 25 kasus atau bertambah 18 kasus, dan di Lombok Timur dilaporkan bertambah temuan tiga kasus baru. Bebaskan biaya RSU Mataram kini merawat tiga anak balita penderita busung lapar. Dua di antaranya mulai dirawat sejak kemarin, yaitu Nuruljanah (10 bulan), asal Lingkungan Geguntur, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Ampenan, Mataram; dan Ridhorim Kaka, Kelurahan Selagalas, Kecamatan Cakranegara, Mataram. Seorang anak balita lainnya, Muhammad Azmi (13 bulan), sudah dirawat di Bangsal Kenanga RSU Mataram selama 16 hari. Ketika menjenguk ketiga anak balita tersebut, Menkes meminta RSU Mataram membebaskan biaya perawatan dan pengobatan bagi ketiga anak balita tersebut. Kepada ibu dari ketiga anak balita itu, Menkes berpesan agar mereka selalu memerhatikan kecukupan gizi anak-anak mereka. Seusai mengunjungi RSU Mataram, Menkes beserta rombongan, termasuk Gubernur NTB Lalu Serinata, mendatangi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Ampenan, Mataram. Menkes juga mendatangi dan menemui dua keluarga di kelurahan yang anak-anaknya menderita busung lapar itu. Dalam kunjungannya kemarin, Menkes kembali menegaskan, kasus busung lapar di NTB adalah kejadian luar biasa yang harus mendapat penanganan secepatnya. Departemen Kesehatan telah mengirimkan tim ke NTB untuk mengupayakan peningkatan pengawasan, memberikan makanan tambahan, dan mengobati yang sakit. Menkes juga menyerahkan bantuan berupa makanan pendamping air susu ibu (MP ASI), yang akan disalurkan melalui Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Menkes juga meminta Gubernur Lalu Serinata agar memberikan perhatian khusus terhadap upaya peningkatan gizi keluarga selain berupaya meningkatkan produksi beras NTB. Turun ke lapangan Menkes mengingatkan agar PKK juga aktif turun ke lapangan. "Kasus busung lapar di NTB sungguh mengherankan saya. NTB adalah provinsi yang bukan (tergolong) miskin, tetapi banyak anak yang gizinya tidak bagus. Di (daerah) lumbung padi, kok ada anak yang kelaparan," ujar Menkes. Menkes meminta agar dinas kesehatan setempat menyiapkan upaya khusus untuk meningkatkan jumlah kunjungan anak balita ke pos pelayanan terpadu (posyandu). Dalam laporannya kemarin, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Hj Baiq Magdalena mengungkapkan, angka kunjungan bayi dan anak balita ke posyandu berkisar 50 persen-60 persen. Namun, baru 53 persen di antaranya yang mendapat pelayanan di posyandu. "Masih lolos (tidak terlayani) sekitar 47 persen," kata Magdalena. "Mereka ini potensial (menderita) gizi buruk," ujarnya menambahkan. Sementara itu, Puskesmas Karang Pule mulai melakukan Pekan Penimbangan Balita, Sabtu pagi di lokasi Posyandu Lingkungan Karang Seme, Kelurahan Karang Pule, Mataram. Dari 131 anak balita sasaran penimbangan, hanya 107 anak yang dibawa ke posyandu. Dari 107 anak balita yang ditimbang kemarin, enam di antaranya diketahui menderita gizi buruk. Kondisi itu diketahui dari berat badan yang tidak sesuai dengan usianya. Satu di antaranya, Tiara Dianasari (1), berat badannya sekitar tujuh kilogram. Ini berarti lebih rendah tiga kilogram dari berat badan idealnya, 10 kilogram. (RUL/CAL/COK) __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ========================================== Manfaatkan!! - http://peduli-bencana.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/pedulibencana/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
