KLB busung lapar yang terjadi di NTB merupakan kenyataan paradox, memang
daerah tersebut adalah daerah surplus beras. saya melihat busung lapar yang
terjadi lebih disebabkan oleh rendahnya masyarakat terhadap kesehatan.
masyarakat lombok asli ( sasak ) melihat kesehatan bukan masalah prioritas
akibatnya KLB busung lapar acapkali mengancam mereka.
ada dua pulau di NTB, ibukota provinsi terletak di pulau lombok, sedangkan
lima kabupaten / kota lainnya ada di Pulau Sumbawa. busung lapar banyak
terjadi di pulau Lombok. jika dibandingkan dengan wilayah timur ( Bima dan
Dompu ) pulau sumbawa yang cendrung kering maka wilayah lombok jauh lebih
subur namun didaerah tersebutlah yang justru KLB busung lapar terjadi.
jika rekan-rekan pernah ke sumbawa dan lombok maka akan terlihat kontras
pola hidup mereka dalam artian menjaga kesehatan. dipulau Sumbawa relatif
mereka memperhatikan masalah kesehatan sebaliknya penduduk yang ada dilombok
terutama di pedesaannya sangat memprihatinkan tentang kesadaran masalah
kesehatan tersebut.
karena busung lapar bukan hanya disebabkan oleh kekuarangan makanan semata
tapi juga karena kesehatan lingkungan juga menjadi penderong terjadinya. dan
ini sudah terbukti di Lombok.


Arif Hidayat
Masyarakat Transparansi Indonesia - MTI
The Indonesian Society for Transparency
Jl. Polombangkeng No. 11 Senopati
Kebayoran Baru - Jakarta Selatan
Telp. 021-72783670 Fax: 021-7221658 Mobile : 08156147094
www.transparansi.or.id
http://arifhidayat.blogspot.com
http://arifhidayat.blogdrive.com
http://arif-hidayat.tripod.com



----- Original Message -----
From: "Jonatan Lassa" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Sunday, May 29, 2005 11:33 PM
Subject: [peduli-bencana.or.id] Anak Busung Lapar di NTB Terus Bertambah


> Yth.. temans,
>
> Ada pernyataan menarik dari Menkes "Kasus busung lapar
> di NTB sungguh mengherankan saya. NTB adalah provinsi
> yang bukan (tergolong) miskin, tetapi banyak anak yang
> gizinya tidak bagus. Di (daerah) lumbung padi, kok ada
> anak yang kelaparan," ujar Menkes.
>
> Ada pendapat dari teman-2 peduli bencana?
>
> Salam... JL
>
> Baca secara lengkap di
> http://www.kompas.com/kompas-cetak/0505/29/utama/1779434.htm
>
> Anak Busung Lapar di NTB Terus Bertambah
>
>
> Mataram, Kompas - Jumlah anak-anak di bawah usia lima
> tahun yang menderita busung lapar di Pulau Lombok,
> Nusa Tenggara Barat, terus bertambah.
>
> Sampai dengan Sabtu (28/5) pukul 13.00 sudah 359 anak
> balita di provinsi ini dinyatakan menderita busung
> lapar. Tiga di antaranya dirawat di Rumah Sakit Umum
> (RSU) Mataram.
>
> Sementara di Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Lombok
> Timur, Kompas menemukan dua anak menderita lumpuh
> layuh. Mereka adalah Muhammad Fahmi (2,2) dan Muhammad
> Zainudin (11). Zainudin diakui menderita lumpuh layuh
> sejak berusia tiga bulan karena terlambat imunisasi.
>
> Bertambahnya jumlah anak balita penderita busung lapar
> tersebut dilaporkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi
> Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj Baiq Magdalena ketika
> menerima kunjungan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti
> Fadilah Supari di RSU Mataram, Sabtu.
>
> "Sementara jumlah yang meninggal masih delapan orang,"
> kata Magdalena.
>
> Sehari sebelumnya, Jumat, Dinas Kesehatan Provinsi NTB
> menyebutkan, jumlah kasus gizi buruk di NTB terjadi
> pada 338 anak balita dan mereka tersebar di empat
> daerah, yaitu Kota Mataram (23 kasus), Lombok Barat
> (133 kasus), Lombok Tengah (7 kasus), dan Lombok Timur
> (175 kasus).
>
> Tetapi, dalam sehari ditemukan 21 anak balita yang
> menderita busung lapar akibat gizi buruk. Penambahan
> dilaporkan terjadi di Lombok Tengah, yang kini
> temuannya menjadi 25 kasus atau bertambah 18 kasus,
> dan di Lombok Timur dilaporkan bertambah temuan tiga
> kasus baru.
>
> Bebaskan biaya
>
> RSU Mataram kini merawat tiga anak balita penderita
> busung lapar. Dua di antaranya mulai dirawat sejak
> kemarin, yaitu Nuruljanah (10 bulan), asal Lingkungan
> Geguntur, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Ampenan,
> Mataram; dan Ridhorim Kaka, Kelurahan Selagalas,
> Kecamatan Cakranegara, Mataram. Seorang anak balita
> lainnya, Muhammad Azmi (13 bulan), sudah dirawat di
> Bangsal Kenanga RSU Mataram selama 16 hari.
>
> Ketika menjenguk ketiga anak balita tersebut, Menkes
> meminta RSU Mataram membebaskan biaya perawatan dan
> pengobatan bagi ketiga anak balita tersebut. Kepada
> ibu dari ketiga anak balita itu, Menkes berpesan agar
> mereka selalu memerhatikan kecukupan gizi anak-anak
> mereka.
>
> Seusai mengunjungi RSU Mataram, Menkes beserta
> rombongan, termasuk Gubernur NTB Lalu Serinata,
> mendatangi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
> Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Ampenan, Mataram.
>
> Menkes juga mendatangi dan menemui dua keluarga di
> kelurahan yang anak-anaknya menderita busung lapar
> itu.
>
> Dalam kunjungannya kemarin, Menkes kembali menegaskan,
> kasus busung lapar di NTB adalah kejadian luar biasa
> yang harus mendapat penanganan secepatnya.
>
> Departemen Kesehatan telah mengirimkan tim ke NTB
> untuk mengupayakan peningkatan pengawasan, memberikan
> makanan tambahan, dan mengobati yang sakit.
>
> Menkes juga menyerahkan bantuan berupa makanan
> pendamping air susu ibu (MP ASI), yang akan disalurkan
> melalui Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga
> (PKK).
>
> Menkes juga meminta Gubernur Lalu Serinata agar
> memberikan perhatian khusus terhadap upaya peningkatan
> gizi keluarga selain berupaya meningkatkan produksi
> beras NTB.
>
> Turun ke lapangan
>
> Menkes mengingatkan agar PKK juga aktif turun ke
> lapangan.
>
> "Kasus busung lapar di NTB sungguh mengherankan saya.
> NTB adalah provinsi yang bukan (tergolong) miskin,
> tetapi banyak anak yang gizinya tidak bagus. Di
> (daerah) lumbung padi, kok ada anak yang kelaparan,"
> ujar Menkes.
>
> Menkes meminta agar dinas kesehatan setempat
> menyiapkan upaya khusus untuk meningkatkan jumlah
> kunjungan anak balita ke pos pelayanan terpadu
> (posyandu).
>
> Dalam laporannya kemarin, Kepala Dinas Kesehatan
> Provinsi NTB Hj Baiq Magdalena mengungkapkan, angka
> kunjungan bayi dan anak balita ke posyandu berkisar 50
> persen-60 persen.
>
> Namun, baru 53 persen di antaranya yang mendapat
> pelayanan di posyandu. "Masih lolos (tidak terlayani)
> sekitar 47 persen," kata Magdalena. "Mereka ini
> potensial (menderita) gizi buruk," ujarnya
> menambahkan.
>
> Sementara itu, Puskesmas Karang Pule mulai melakukan
> Pekan Penimbangan Balita, Sabtu pagi di lokasi
> Posyandu Lingkungan Karang Seme, Kelurahan Karang
> Pule, Mataram. Dari 131 anak balita sasaran
> penimbangan, hanya 107 anak yang dibawa ke posyandu.
>
> Dari 107 anak balita yang ditimbang kemarin, enam di
> antaranya diketahui menderita gizi buruk. Kondisi itu
> diketahui dari berat badan yang tidak sesuai dengan
> usianya. Satu di antaranya, Tiara Dianasari (1), berat
> badannya sekitar tujuh kilogram. Ini berarti lebih
> rendah tiga kilogram dari berat badan idealnya, 10
> kilogram. (RUL/CAL/COK)
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>
> ==========================================
> Manfaatkan!! - http://peduli-bencana.or.id
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
> --
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG Anti-Virus.
> Version: 7.0.322 / Virus Database: 266.11.17 - Release Date: 5/25/2005
>
>



==========================================
Manfaatkan!! - http://peduli-bencana.or.id 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pedulibencana/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke