Terima Kasih untuk artikel nya.

 

Siapa yang mengancam, dan siapa yang diancam?

 

Negara kita ini tidak menganu Political Dynasty. Negara kita ini
menganut asas Demokrasi. Kalau seandainya yang memilih kepala Negara itu
adalah : Contoh (Presiden Soekarno karna sudah tua, dia menurunkan
kepemimpinannya kepada anaknya Megawati, baru itu yang disebut Dynasty.
Tetapi kalau Demokrasi, semua mempunyai hak dalam memilih dan untuk
dipilih, apakah dia Anak Presiden sebelumnya, cucunya, Iparnya, atau
yang lainnya semuanya bisa.

 

Saudara, Nepostisme dinegara kita ini sudah menjadi "makanan harian".
Mau dia Keluarga Pejabat, dan Presiden sekarangpun juga Nepotisme.

 

Tidak ada salahnya kalau Megawati mau mencalonkan dirinya untuk menjadi
Presiden, toh dia berpikir untuk masyarakat juga. Buktinya dia bisa
mengendalikan perekonomian semasa pemerintahannya.

 

Salam,

Herold Somba

Inauga Adventist Youth

Timika Papua

________________________________

From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of fosi frenzy
Sent: Saturday, October 06, 2007 2:46 PM
To: [email protected]
Subject: [Pemuda Advent] Political dynasty mengancam negara kita

 

Political dynasty mengancam negara kita

 

Political dynasty merupakan sebuah praktek politik, yang mungkin, bisa
kita golongkan dalam kategori Nepotism: sebuah keluarga yang memimpin
negara dan kekuasaan negara berputar-putar pada satu keluarga. Kita
Indonesia telah dipimpin oleh dynasty Soekarno, dengan dikendalikannya
negara kita oleh Soekarno dan Megawati Soekarnoputri; sebagaimana juga
di US telah dipegang oleh Bush family, dengan tampilnya Bush senior dan
Bush yunior, dan saat ini keluarga Clinton akan tampil lagi ke pemilihan
presiden US dengan memajukan HIllary Clinton, isteri Bill Clinton. Tidak
jauh beda dengan keadaan Indonesia, karena Megawati terus berusaha maju
ke pemilihan presiden mendatang. Haruskah kita dipimpin oleh sebuah
dynasty? haruskah kita mengakui di depan dunia kalau kita miskin
kepemimpinan dan hanya bisa nurut pada keluarga seseorang?

 

Banyak ketidakadilan yang terjadi jika dynasty politic menguasai sebuah
negara, keadilan hanya akan dimiliki oleh sebagian orang, begitu juga
perputaran kekuasaan dan kekayaan. Pepatah lama akan tetap berlaku:
"yang kaya semakin kaya, dan yang miskin akan semakin miskin," tidak
hanya makin miskin malah akan semakin tertindas. Pengusutan Nepotism
atau KKN tidak akan pernah terwujud dan hanya akan menjadi mimpi
sepanjang masa. Siapa yang akan mengadili Nepotism? kalau yang mengadili
sendiri berasal dari golongan mereka? apakah setan akan mengadili setan?

 

Mungkin ada yang akan bilang bahwa political dynasty bukan Nepotism
kalau terjadi di negara demokrasi, karena publik berhak memilih atau
tidak. Namun jika kita cermati, kita akan temukan banyak ketimpangan
yang akan terjadi: akan ada yang memenangkan pemilu bukan atas nama
profesionalitas atau keahlian maupun ide yang dimiliki, melainkan karena
menyandang nama dan memiliki ikatan darah dengan para pemimpin
terdahulu, dalam istilah Indonesia disebut memiliki darah biru; jadi
dalam pemilihan tersebut tidak ada objektivitas. Mungkin itu juga yang
menyebabkan India melarang praktek political dynasty seperti itu, dan di
US banyak kecaman terhadap sistem politik seperti ini karena dianggap
sangat bertentangan dengan demokrasi.

 

Berbeda halnya dengan negara yang memang tidak demokrasi, seperti
Malaysia yang lebih bersifat monarchy atau kerajaan, yang memang dari
awal kekuasaan berpusat pada keluarga kerajaan; ataupun negaa-negara
Arab yang meski mengaku demokrasi, kekuasaan tetap terfokus pada sebuah
keluarga yang sedang berkuasa, dan kebanyakan kekuasaan diwariskan pada
keturunannya. "jangan pernah bermimpi menjadi presiden jika tidak
memiliki garis keturunan pemimpin; kalau maksa, maka penjara akan
menjadi tempat tidur kita," demikian jika kita hidup di negara
non-demokrasi maupun dynasty politic seperti mereka.

 

Indonesia yang dari dulu pro demokrasi dan telah mengadopsinya ke dalam
undang-undang, selayaknya untuk berjuang dan menolak bangkitnya
nepotisme politik yang terbungkus dalam kemasan semi political dynasty
dan dalam wajah dan fashion demokrasi yang sebenarnya bukan demokrasi
melainkan ingin membangun sebuah imperium keluarga. Saya yakin,
Indonesia tidak akan pernah kekurangan pemimpin apalagi sampai miskin
kepemimpinan yang mengharuskan kita rela menyerahkan negara kepada
kepemimpinan keluarga yang hanya memikirkan nama keluarga dan
kebaikannya; jika kita memang benar-benar ingin menghilangkan KKN,
sepantasnyalah untuk sadar akan bahaya political dynasty ini.

 

Di Indonesia memang sangat terkenal bahwa politik memang kepentingan:
berbicara politik, kita sama dengan membicarakan kepentingan, baik
kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok atau golongan. Namun
kita harus sadar bahwa Indonesia adalah milik kita bersama bukan milik
milik perseorangan maupun keluarga, hidup kita menjadi taruhan dalam
perjalanan politik negara kita, kita tidak ingin diri kita menjadi
korban kepentingan perseorangan atau keluarga, dan kitapun berhak untuk
mendapatkan giliran memimpin dan mengendalikan negara sesuai keinginan
kita tanpa ada monopoli politik dan kepemimpinan.[fosifrenzy]

  

________________________________

Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user
panel
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48516/*http:/surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo
_panel_invite.asp?a=7%20>  and lay it on us. 

 


This email and any files transmitted with it are confidential and intended 
solely for the use of the individual or entity to whom they are addressed. If 
you have received this email in error please notify the system manager. This 
message contains confidential information and is intended only for the 
individual named. If you are not the named addressee you should not 
disseminate, distribute or copy this e-mail.

Este mensaje (incluyendo los archivos adjuntos) esta dirigido solo al receptor 
senalado y puede contener informacion de caracter privilegiada, privada o 
confidencial. Si usted no es el receptor senalado o bien ha recibido este 
mensaje por error, por favor notifique inmediatamente al remitente y elimine el 
mensaje original. Cualquier otro uso de este mensaje de correo electronico esta 
prohibido.

Kirim email ke