Terima kasih Pak Tommy atas informasinya. Bagi saya ini TELL THE WORLD banget... Kalau boleh tanya, apakah "Petualangan" ini sdh pernah berjalan di lokasi lain, sebelum di Kalbar nanti pak?. Boleh dong diceritakan sedikit. Trims. Rgds, Harris Sipahutar
--- On Thu, 7/17/08, Tommy Wala <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Tommy Wala <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Pemuda Advent] BUKAN LIBURAN SERU ATAU PETUALANGAN...!!! To: [email protected] Date: Thursday, July 17, 2008, 8:32 PM Mungkin masih ada yang membutuhkan informasi mengenai program ¡§Youth Community Service (YCS)¡¨ yang akan dilakukan oleh Department P.A. Konfrens DKI & Sekitarnya, yang memilih lokasi pelayanannya di Kalimantan Barat (Sanggau dan Bengkayang) mulai dari tanggal 08-18 Agustus 2008 mendatang. ¡§Kristus menyerahkan kepada para pengikut-Nya satu pekerjaan perorangan, satu pekerjaan yang tidak dapat diwakilkan kepada orang lain. Pelayanan bagi orang sakit dan orang miskin, penyampaian Injil kepada orang yang sesat, itu bukanlah diserahkan kepada komite atau organisasi sosial. Tanggung jawab perorangan, usaha perorangan, pengorbanan perorangan, adalah tuntutan penginjilan¡¨. (Penuntun Pelayanan Kristen,14-15) Sesuai kutipan diatas, ada 3 jenis kegiatan yang sekaligus akan dilakukan pada program YCS ini (dari hasil survey lokasi yang akan di tempati peserta): 1. Lokasi desa yang terpencil, menyebabkan kebutuhan pengobatan bagi warga desa yang menderita sakit, nyaris tidak dapat dilayani oleh tenaga medis. Kehadiran peserta YCS yang didukung oleh tenaga medis (minimal tamatan perawat) tentu akan sangat berarti bagi setiap desa yang dikunjungi karena mereka akan mendapatkan pelayanan pengobatan gratis selama keberadaan peserta disana. 2. Pelayanan bagi masyarakat desa dalam hal: pembagian bibit gratis, wirakarya, dorkas, kampanye air bersih dan penanaman padi sistem S.R.I diharapkan dapat mengurangi beban warga desa yang tidak mampu dan kurangnya informasi pengetahuan. 3. Kabar baik yang dilakukan setiap harinya di setiap desa, berupa kunjungan perlawatan dari rumah ke rumah dan juga kegiatan Pelayanan Anak-anak tanpa ada KKR atau target baptisan, tentu memaksimalkan waktu pengalaman setiap peserta selama berada di lokasi kegiatan. Sesuai juga dengan kutipan Roh Nubuat diatas, maka: 1. Setiap peserta bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Semua petunjuk dan pelatihan sudah dilakukan sebelum penempatan, sehingga tidak ada yang mengawasi jalannya program kecuali peserta itu sendiri. 2. Setiap desa, akan ditempati minimal oleh dua (2) orang peserta. Dengan semua kegiatan yang ada, tentu saja usaha perorangan akan benar-benar dilakukan sendiri sesuai dengan seluruh materi pelatihan yang diberikan dan yang akan dijalankan. 3. Pengorbanan perorangan tidak kalah pentingnya: pengorbanan waktu dalam bentuk cuti kantor selama 5 hari (bagi peserta yang bekerja), pengorbanan harta dalam bentuk biaya peserta (transportasi, kegiatan dan makanan) dan pengorbanan tenaga (bekerja melayani sepanjang hari). Peserta akan tinggal di ruang sekolah atau rumah penduduk yang bersedia menampungnya dalam kondisi semua desa belum terpasang sarana aliran listrik, inipun suatu pengorbanan perorangan yang tidak kalah pentingnya. Semoga informasi diatas dapat berguna bagi yang membutuhkannya. Catatan: „\ Bagi Pendeta atau anggota Majelis mungkin dapat membantu mendukung pemuda/i di gerejanya untuk mengikuti program ini dalam bentuk moril dan materil, karena pengalaman sekembalinya mereka mengikuti program ini sedikit banyak akan berguna bagi kegiatan P.A di gereja masing-masing. „\ Pembagian lokasi akan disesuaikan dengan talenta, iman, kemampuan dan keberanian setiap peserta itu sendiri. (Hasil survey lokasi telah memetakan tingkat kesulitan desa yang satu dengan yang lainnya) „\ Lokasi kegiatan dibagi dua kategori: desa-desa yang berada di pinggiran sungai kapuas (ditempuh dengan kapal misi milik organisasi GMHAK) dan desa-desa yang berada di bukit (kadang ditempuh bergantian dengan bis, perahu dan berjalan kaki) Tetap semangat dalam pelayanan, Towal (Sie. Kegiatan YCS)

