Om Harris yang lucu... Lain kali kalau baca email harus jeli dan jangan terburu-buru ya. Sudah ditulis subjectnya BUKAN PETUALANGAN, eh masih dianggap program ini petualangan. Tetapi tetap kujawab pertanyaan Om Harris yang ganteng ini:
Tentu saja model pelayanan seperti ini sudah pernah dilakukan oleh anak-anak muda kita. Kejadian tepatnya adalah pada bulan Desember 2007 lalu, dilakukan oleh 12 anak muda dari Perkumpulan Perbaktian HE-Cempaka Mas dengan lokasi 3 desa di daerah Ciranjang, selama satu minggu: melakukan kegiatan persis seperti program YCS yang akan dilakukan di Kalbar. Mungkin juga karena pengalaman sudah pernah melakukan kegiatan seperti itu sehingga Direktur P.A. Konfrens DKI mempercayakan team panitia inti untuk YCS-Kalbar di berikan kepada anak muda PP HE- Cempaka Mas. Tapi yang harus diakui adalah bahwa dari hasil survey, lokasi kali ini memang lebih berat daripada sebelumnya karena memang benar-benar berada di tempat yang jauh dan terpencil. Masalah terbesar yang mungkin dihadapi peserta adalah tinggal di desa yang tidak ada air bersih, tidak ada listrik dan ilmu hitam yang masih kuat mengakar. (Kalau cuma tidur di gedung sekolah atau jalan berjam-jam itu sudah biasa kali ya) Buktinya, setelah presentasi hasil survey lokasi, ada sekitar 7 peserta yang mendadak mengundurkan diri dengan berbagai alasan. (Mudah-mudahan bukan karena alasan takut ya) Tapi meski begitu, masih ada peserta yang tetap bertekad untuk tetap pergi: mahasiswa maupun yang sudah bekerja. Apakah Om Harris tertarik untuk mendaftar juga? (Lebih cape kasih komentar di milis daripada ikut kegiatan ini. coba deh! pasti om ketagihan deh!) Tetap semangat dalam pelayanNya, Towal --- In [email protected], harris budi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Terima kasih Pak Tommy atas informasinya. Bagi saya ini TELL THE WORLD banget... > Kalau boleh tanya, apakah "Petualangan" ini sdh pernah berjalan di lokasi lain, sebelum di Kalbar nanti pak?. Boleh dong diceritakan sedikit. > Trims. > > > Rgds, > Harris Sipahutar > > > --- On Thu, 7/17/08, Tommy Wala <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > From: Tommy Wala <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [Pemuda Advent] BUKAN LIBURAN SERU ATAU PETUALANGAN...!!! > To: [email protected] > Date: Thursday, July 17, 2008, 8:32 PM > > > > > > > Mungkin masih ada yang membutuhkan informasi mengenai program ¡§Youth > Community Service (YCS)¡¨ yang akan dilakukan oleh Department P.A. > Konfrens DKI & Sekitarnya, yang memilih lokasi pelayanannya di > Kalimantan Barat (Sanggau dan Bengkayang) mulai dari tanggal 08-18 > Agustus 2008 mendatang. > > ¡§Kristus menyerahkan kepada para pengikut-Nya satu pekerjaan > perorangan, satu pekerjaan yang tidak dapat diwakilkan kepada orang > lain. Pelayanan bagi orang sakit dan orang miskin, penyampaian Injil > kepada orang yang sesat, itu bukanlah diserahkan kepada komite atau > organisasi sosial. Tanggung jawab perorangan, usaha perorangan, > pengorbanan perorangan, adalah tuntutan penginjilan¡¨. (Penuntun > Pelayanan Kristen,14-15) > > Sesuai kutipan diatas, ada 3 jenis kegiatan yang sekaligus akan > dilakukan pada program YCS ini (dari hasil survey lokasi yang akan di > tempati peserta): > > 1. Lokasi desa yang terpencil, menyebabkan kebutuhan pengobatan > bagi warga desa yang menderita sakit, nyaris tidak dapat dilayani > oleh tenaga medis. > Kehadiran peserta YCS yang didukung oleh tenaga medis (minimal > tamatan perawat) tentu akan sangat berarti bagi setiap desa yang > dikunjungi karena mereka akan mendapatkan pelayanan pengobatan gratis > selama keberadaan peserta disana. > > 2. Pelayanan bagi masyarakat desa dalam hal: pembagian bibit > gratis, wirakarya, dorkas, kampanye air bersih dan penanaman padi > sistem S.R.I diharapkan dapat mengurangi beban warga desa yang tidak > mampu dan kurangnya informasi pengetahuan. > > 3. Kabar baik yang dilakukan setiap harinya di setiap desa, > berupa kunjungan perlawatan dari rumah ke rumah dan juga kegiatan > Pelayanan Anak-anak tanpa ada KKR atau target baptisan, tentu > memaksimalkan waktu pengalaman setiap peserta selama berada di lokasi > kegiatan. > > Sesuai juga dengan kutipan Roh Nubuat diatas, maka: > 1. Setiap peserta bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Semua > petunjuk dan pelatihan sudah dilakukan sebelum penempatan, sehingga > tidak ada yang mengawasi jalannya program kecuali peserta itu sendiri. > > 2. Setiap desa, akan ditempati minimal oleh dua (2) orang > peserta. Dengan semua kegiatan yang ada, tentu saja usaha perorangan > akan benar-benar dilakukan sendiri sesuai dengan seluruh materi > pelatihan yang diberikan dan yang akan dijalankan. > > 3. Pengorbanan perorangan tidak kalah pentingnya: pengorbanan > waktu dalam bentuk cuti kantor selama 5 hari (bagi peserta yang > bekerja), pengorbanan harta dalam bentuk biaya peserta (transportasi, > kegiatan dan makanan) dan pengorbanan tenaga (bekerja melayani > sepanjang hari). > Peserta akan tinggal di ruang sekolah atau rumah penduduk yang > bersedia menampungnya dalam kondisi semua desa belum terpasang sarana > aliran listrik, inipun suatu pengorbanan perorangan yang tidak kalah > pentingnya. > > Semoga informasi diatas dapat berguna bagi yang membutuhkannya. > > Catatan: > \ Bagi Pendeta atau anggota Majelis mungkin dapat membantu > mendukung pemuda/i di gerejanya untuk mengikuti program ini dalam > bentuk moril dan materil, karena pengalaman sekembalinya mereka > mengikuti program ini sedikit banyak akan berguna bagi kegiatan P.A > di gereja masing-masing. > \ Pembagian lokasi akan disesuaikan dengan talenta, iman, > kemampuan dan keberanian setiap peserta itu sendiri. (Hasil survey > lokasi telah memetakan tingkat kesulitan desa yang satu dengan yang > lainnya) > \ Lokasi kegiatan dibagi dua kategori: desa-desa yang berada di > pinggiran sungai kapuas (ditempuh dengan kapal misi milik organisasi > GMHAK) dan desa-desa yang berada di bukit (kadang ditempuh bergantian > dengan bis, perahu dan berjalan kaki) > > Tetap semangat dalam pelayanan, > Towal (Sie. Kegiatan YCS) >

