Thank Bro Romie ...
Atas cerita kesaksian yang menguatkan ... 
Memang demikianlah seharusnya yang orang-orang muda lakukan dan putuskan saat 
menghadapi tantangan Sabat.

Ada banyak tantangan yang dihadapi orang-orang muda saat ini. Hari Sabat 
hanyalah salah satu tantangan yang memiliki banyak jenis dan bentuk yang 
berbeda termasuk didalamnya wawancara kerja pada hari sabat. Ada banyak juga 
kawan2 kita yang bergumul untuk memutuskan apakah dia harus masuk kerja hari 
Sabat atau tidak, sekalipun pekerjaan mereka adalah pekerja sosial seperti 
perawat misalnya.

Pergumulan masalah wisuda, jodoh, dan masih banyak lagi tantangan yang dihadapi 
orang-orang muda. Untuk itu diperlukan sesuatu untuk membentengi dan menguatkan 
orang-orang muda supaya sanggup menghadapi berbagai tantangan kehidupan mereka.

Untuk itu kami mengundang rekan-rekan orang muda untuk dapat mengikuti acara 
"1st Youth Prayer Conference" untuk yang pertama kalinya di Indonesia yang akan 
di adakan di Tawangmangu - Solo, Jawa Tengah. Mari kita beramai-ramai datang 
dan mendapatkan banyak berkat yang akan menjadi kekuatan kita, bukan sekedar 
teori karena acara ini dirancang untuk kepentingan orang muda. Selain dari 
pelatihan, diskusi, sharing, orang muda juga akan diajak mempraktekkan apa yang 
sudah dipelajari secara langsung di lapangan. Jadi pastikan Anda mengikuti 
acara ini, persiapkan sejak sekarang karena acara akan diadakan mulai tanggal 
21-25 Oktober 2008.

Info lebih lanjut:
http://woum-ypc.gmahk.org atau milist: [EMAIL PROTECTED]


Semoga berguna.

Salam,
Ari Palgunadi


  ----- Original Message ----- 
  From: Romie Simanjuntak 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Monday, August 11, 2008 8:34 AM
  Subject: [Sahabat-Advent] Re: Bisakah Wawancara Kerja Pada Hari Sabat?


  Kalau ditanya bisa atau tidak? maka jawabnya terserah anda. Tapi saya 
tertarik ingin memberi kesaksian mengenai seorang anak muda di kota Samarinda 
dalam perjuangannya untuk mendapatkan pekerjaan. Sebut saja anak muda ini si A 
yg telah bekerja di bank sebagai marketing tanpa gaji dan hanya berdasarkan 
komisi. Untuk memperbaiki tingkat pendapatan dan taraf hidupnya si A mencoba 
melamar di Pelindo dan hari testingnya jatuh pada hari sabat. Orang tuanya 
telah memberikan restu bila ia hendak mengikuti tes tersebut..toh hanya 
sebentar dan nanti kerjanya tidak jatuh hari sabat. Diantara pergumulannya si A 
yg masih muda ini akhirnya memutuskan untuk tidak mengikuti tes tersebut, tapi 
ia tidak menyerah begitu saja. Ia mencari tahu di kota mana lagi ada test 
penerimaan pegawai Pelindo yg tidak jatuh hari sabat. Ternyata ada di kota 
Tarakan yg harus ditempuh dengan naik pesawat. Singkat cerita..si A pergi ke 
Tarakan dan mengikuti test tersebut hingga akhirnya Ia diterima menjadi pegawai 
Pelindo dan ditempatkan di salah satu kota di bagian Indonesia Timur. Si A 
merasakan buah yg sangat manis dari imannya, ia telah berusaha dan disaat yg 
sama bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.

  Kita tentu sudah tahu mengenai hukum hari sabat tapi jangan terjebak dalam 
legalitas alias memelihara hari sabat karena hukum Tuhan semata. Tanpa 
bermaksud menghakimi...melalui kesaksian diatas ada satu hal yg perlu 
diingat..God's people go by faith...bila anda tidak mempercayai Tuhan akan 
memelihara hidupmu maka sia-sialah segala usahamu. Melakukan wawancara, testing 
atau apapun itu untuk mencari sesuap nasi pada hari sabat merupakan tanda kita 
tidak mempercayai Tuhan akan memelihara hidup kita...tanda bahwa kita tidak 
memiliki iman bahwa Tuhan akan menyediakan kebutuhan kita sesuai waktuNya. Kita 
lebih percaya akan usaha kita sendiri gantinya bergantung pada Tuhan. Jadi inti 
pemeliharaan hari sabat jauh lebih besar daripada sekedar mengikut 10 hukum 
taurat...tapi bagaimana anda bergantung sepenuhnya pada pemeliharaan Tuhan 
dalam kehidupan saudara. Sama seperti Yesus yg bergantung sepenuhnya kepada 
Tuhan dalam pelayananNya di dunia ini.

  Semoga kesaksian ini dapat menguatkan kita semua.

  Rgrds,
  Romie Simanjuntak
   
  On 8/11/08, hadi waluyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
    Syalom.

    Mohon maf untuk email saya yang terposting sebelumnya tapi tidak ada 
isinya, karena ada ganguan pada komputer kami.

    Yang ingin saya tanyakan, "Bisakah kita wawan cara kerja di jam Khotbah 
pada hari Sabat? Apakah ini suatu pelanggaran atau bukan? Intinya kan hanya 
wawancara bukan bekerja?"

    Terimakasih. Tuhan Pasti Memberkati Saudara Semua.



    Hadi Waluyo
    +62 856 36 26 166
    +62 778 60 77 642

Kirim email ke