Sependapat dengan Pdt. Benjamin .. Pada akhirnya memang kembali kepada pilihan kita masing-masing. Walaupun secara tersirat mereka yang bekerja dibidang sosial (dokter, perawat,...) bisa melakukan pelayanan (baca: bekerja) pada hari Sabat tapi sesungguhnya motif yang timbul dari hati-lah yang dapat menunjukkan kesungguhan pelayanan seseorang. Karena ada juga yang justru sengaja mengambil lembur pada hari sabat dg tujuan menghindari tugas, supaya dapat uang lembur, dll ... (maaf bukan bermaksud menghakimi ... )
Sedikit kesaksian ... Istri saya pernah mendapat kasus serupa .... dia lulusan Psikologi ... tapi bekerja di sebuah bank swasta, kerinduan hatinya adalah ingin bekerja dibidang sosial supaya bisa sambil melayani seperti di Rumah Sakit dan Yayasan semacamnya jadi tetap mengirim beberapa lamaran ke berbagai instansi soaial .... satu kali dia mendapat panggilan di sebuah Rumah Sakit swasta yang cukup ternama di Solo. Semua tes sudah dilalui dan memperoleh hasil yang positif ... hingga tiba pada wawancara terakhir .... hasilnya Rumah Sakit sangat tertarik dan menerima istri saya bekerja disana. Namun hari Sabat menjadi kendala karena ternyata dari pihak Rumah Sakit menginginkan Sabat untuk masuk. Pada akhirnya setelah istri saya menjelaskan kepercayaan kita mengenai SABAT mereka bisa memahami karena ternyata dari bagian personalia ada yang mengenal mengenai gereja Advent. Istri saya sampaikan bahwa dia bersedia mengganti hari kerja di hari Sabtu ke Minggu. Sempat terjadi negosiasi tetapi menemui jalan buntu sehingga pada akhirnya diberi waktu beberapa hari untuk berpikir. Sempat terjadi pergumulan dalam diri istri saya. Karena dia mulai membandingkan dengan RS Advent, "bukankah ada juga karyawan RSA yang masuk di hari Sabat, bukankah itu pelayanan, jadi bukankah tidak masalah juga jika dia masuk kerja hari Sabat toh sifatnya juga melayani hanya bedanya dia di Rumah Sakit non Advent". Kami hanya bisa berdoa memohon tuntunan Tuhan. Orang tua juga banyak memberi masukan dan dukungan moril. Hingga tiba hari dimana dia dipanggil kembali ke RS tersebut. Dari pihak Rumah Sakit melunak dengan mengatakan istri saya tidak perlu masuk setiap hari Sabtu, ... tetapi mungkin dalam 1 bulan hanya 1 atau 2 kali menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Dan dari kepala personalia juga sempat menanyakan "bukankah di gereja Advent juga memiliki Rumah Sakit, dan mereka juga tetap melayani di hari Sabtu kan?" Hal ini semakin menambah kebimbangan pada diri istri saya ... dia sempat mohon waktu sebentar ... dia keluar ke wartel menelpon saya di kantor menelpon orang tua ... walaupun hati kecilnya mengatakan tidak bisa tetapi godaan pikiran secara rasional mengatakan tidak apa-apa ini bisa diterima ... Kami bersyukur akhirnya dia memutuskan mengikuti bisikan di hati nuraninya yang saya yakin inilah suara Roh Kudus untuk tidak menerima tawaran Rumah Sakit tersebut. Sepanjang jalan pulang dia menangis karena ini sebenarnya pekerjaan yang dia rindukan .... tetapi Yesus mengatakan "Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga." Terima kasih atas penjelasan Pdt. Benjamin juga rekan yang lain ... mari kita bersama-sama menyerahkan diri kita untuk menerima tuntunan Roh Suci supaya segala kebutusan kita ambil bukan semata-mata berdasarkan kehendak manusiawi kita ... tetapi sesuai dengan kehendakNya. Amien. Salam, Ari Palgunadi ----- Original Message ----- From: "Benjamin Pakpahan" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, August 12, 2008 7:00 AM Subject: [Advent-Indonesia:30175] Re: Bisakah Wawancara Kerja Pada Hari Sabat? Saudara saudaraku yang kekasih Baiklah, mungkin sudah waktunya saya yang lemah ini memberikan sedikit pandangan mengenai masalah kerja (boleh atau tidak) dll pada hari Sabat. Tetapi saya tidak berencana untuk memberikan sambutan yang panjang melainkan sesederhana mungkin. Kunci yang merupakan jawaban dari persoalan ini terdapat pada diri anda dan saya. Bagaimana kita menyambut atau menuruti firman Tuhan. Tuhan berikan kuasa pada kita masing masing untuk menentukannya sesuai dengan terang yang kita peroleh dari Firmannya. Tuhan mengajak atau memerintahkan agar kita beristirahat dan menguduskan hari Sabat (atau tergantung bagai mana pengertian Anda tentang apa yang telah di perintahkan oleh Tuhan kita). Jawabannya terdapat atau tergantung kepada diri kita sendiri.... Maukah anda beristirahat, menguduskan hari Sabat dll? Kalau anda mau...berarti anda penurut dan tidak ada masalah. Tetapi kalau anda punya alasan ...apa saja alasan anda atau penyebabnya (mau interview, window shopping, bekerja di hospital, dll) ...apa saja...nah itu semua anda bisa uji dengan melihat akibatnya...apakah anda masih menyucikan hari Sabat dengan melakukan apa saja yang anda lakukan sesuai dengan alasan anda tersebut? Kalau jawabannya tidak berarti anda sudah melanggar dan anda dan saya perlu segera bertobat dan merubahnya. Tidak ada satupun diantara kita yang diberikan ijin atau mempunyai hak tertentu dari Tuhan untuk menjadi polisi, penegak hukum, dll kecuali diri kita dan terhadap diri kita sendiri, tetapi kita mempunyai firman Tuhan, saudara dan saudari teman seiman yang dapat menolong kita untuk belajar atau lebih mengerti agar kita dapat memberikan keputusan yang matang didalam seluruh tindak tanduk kita karna semua kita dibawah hukum. Kalau alasan semua kita punya dan semua kita bisa karang karang kira kira yang mana yang bisa yang mana tidak bisa, yang mana emergency atau penting dan yang mana tidak, tetapi yang sebenarnya kita semua diberikan Tuhan kebebasan untuk mencintai dan menurutiNya...nah sekarang bersediakah atau maukah anda? Kalau anda mau dan bersedia tidak ada yang menjadi masalah...ok Salam On 10 Agu, 14:48, Hadi Waluyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Syalom. > > Mohon maf untuk email saya yang terposting sebelumnya tapi tidak ada > isinya, karena ada ganguan pada komputer kami. > > Yang ingin saya tanyakan, "Bisakah kita wawan cara kerja di jam Khotbah > pada hari Sabat? Apakah ini suatu pelanggaran atau bukan? Intinya kan > hanya wawancara bukan bekerja?" > > Terimakasih. Tuhan Pasti Memberkati Saudara Semua. > > > > Hadi Waluyo > +62 856 36 26 166 > +62 778 60 77 642

