yah... memang harus gt bangs... tidak ada alasan lagi....
saya malah berpikir kalo memang di jemaat itu sering terjadi dengan hal2 
seperti ini dan sudah menjadi kebiasaan, maka tidak perlu lagi koordinator 
untuk membuat jadwal..kan? percuma...
pake sistem "tembak2" ajah... masih untung kalo orang yg ditunjuk itu mau tapi 
kalo gk mau? waduh kewalahan kan? 

--- On Sun, 9/21/08, Richan S <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Richan S <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Pemuda Advent] AKHIRNYA RAHASIA ITU TERUNGKAP
To: [email protected]
Date: Sunday, September 21, 2008, 6:42 PM






dear all,
saya juga pernah mengalami hal yang sama..jadwal sudah dibagikan kepada semua 
yang terlibat dalam skejul. namun apa daya, lembaran skejul tadi kececer entah 
dimana. akhirnya blank.
satu kali saya hadir di gereja dengan santai seperti biasa langsung dari tempat 
kerja..pak pendeta mendekatiku. kamu toh skejul yang bawa renungan rabu malam 
ini.
aku kaget setengah mampus hehehe, akhirnya aku pinjam alkitab dan bawakan 
khotbah dari alkitab to'
hingga sekarang, di tempat kami pembawa acara selalu dibacakan setiap akhir 
kebaktian pesper, sabat, dan rabu malam. (3X jadi tidak ada alasan lupa lagi)

rs

pisctwentyfour wrote: 







ada satu fakta yang saya lihat dan rasakan dengan hati dan mata kepala sendiri 
menjangkiti sahabat2 kita umat advent, yang mungkinkah mereka menggenapi 
nubuatan itu?
berikut ini uraiannya:
fakta yang terjadi adalah bahwa apabila salah seorang ditunjuk mengambil bagian 
dalam suatu acara baik itu sebagai MC, pembaca ayat, berita mission,doa dkk 
(jadwal sudah dibagikan dan sudah ada di tangan yang bersangkutan jauh hari 
sebelumnya) banyak diantara mereka itu menolak dengan beberapa alasan seperti :
- oh..kebetulan hari itu saya tidak ada di tempat.
- waduh... suara lagi serak, batuk, radang dan lain lain.
- lagi jagain anak kecil
- tidak memakai kemeja, dasi, jas dan beberapa aksesori yang legal (dianggap 
pantas) dalam perbaktian.. karena ada beberapa yang tidak pantas seperti celana 
jeans, baju kaos, sendal dll..
- di jalan kena macet.
- telat bangun hari sabat.
- tidak siap
dan beberapa alasan lain yang mungkin temans milis semua pernah mengalaminya. 
(silahkan ditambahkan. .)
oklah toleransi mungkin diberikan kepada yang membawakan khotbah (renungan) dan 
mungkin juga lagu pujian karena merasa bakatnya bukan disitu... tetapi untuk 
pembawa acara (MC), doa, berita mision, ayat inti dan hal2 ringan lainnya, 
masak sih sama sekali tidak bisa? segitu lemahnya kah mental orang orang yang 
mengaku umat Tuhan untuk hanya menjadi "penonton" saja dalam setiap acara 
kebaktian? masak yang tampil hanya orang itu itu saja? bosan? ya iyalah masak 
ya iya dongs.....
dan otomatis jadwal yang selama ini sudah capek2 disusun tidak berlaku sama 
sekali.
sangat disayangkan kalo hal ini terjadi kepada kita pemuda2 advent. bangga kah 
kita temans kalo kita datang ke acara gereja hanya datang duduk dengar diam 
dengkur selesai dan langsung pulang? oh oh... sangat disayangkan untuk kedua 
kalinya... marilah kita sesekali terlibat dalam "aksi panggung" rohani atau kah 
setidaknya memberikan pendapat dan pertanyaan dalam setiap diskusi SS....kalau 
bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi...


-- 

Salam,
Richan S 














      

Kirim email ke