Nahhh....sudah jelas bukan?
bahwa "Akhirnya Rahasia itu Terungkap"
hehehehehehehehehehe...


Rgds,
Harris Sipahutar
(Tukang Kasih Pendapat)

--- On Mon, 9/22/08, Richan S <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Richan S <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Pemuda  Advent] AKHIRNYA RAHASIA ITU TERUNGKAP
To: [email protected]
Date: Monday, September 22, 2008, 12:51 PM










    
            



dugh..gmn yah ??? kelas kemajuan terakhir yang aku
ikuti hanya sampai lebah rajin, langsung stop.

tahun 94, aku pernah berkasus (rkk) yang mengakibatkan semua jabatan di
gereja di cabut secara tidak hormat hehehe malu bangat.

jabatanku waktu itu :

-ketua PA junior.

-ketua sekolah sabat junior.

-di osis pun jabatanku di cabut hehehe



akhirnya ada trauma mendalam di batinku dengan jabatan2 di gereja.
kalau Guru SS okelah..khotbah sekali-sekalipun ga apalah. tetapi kalau
jabatan tertentu ampuunnn merinding aku hehehe

sdh sejak lama aku mengimpikan jadi diakon, hingga hari ini tidak
terkabulkan euih, bayang-bayangnyapun tak kunjung kelihatan hehehe.
apakah ada jalan keluar dengan masalahku ini...??



rs





PA Gabungan Botang Immanuel dan Sengata.





harris budi wrote:

  
  
  
    
      
        
        Keresahan yg kalian berdua ungkapkan itu dapat direduksi,
apa bila sosok yg kalian resah kan tersebut ambil Klas Master Guide,
atau paling tidak kelas Kemajuan.. Artinya (sejauh pengamatan saya)
bagi Pemuda yg sudah menjadi Master Guide keresahan spt itu hampir
tidak ada kita temukan. Itu masih Master Guide, belum lagi bila
seseorang MG tersebut ikut semacam Diklat yakni Master Guide
Reinforcement. Percaya atau tidak, ada sesuatu "performance yg unggul"
dalam seorang Pemuda Advent yg Master Guide.
        Segitu dulu pendapat saya. Trims.
         
        

        

--- On Mon, 9/22/08, pisctwentyfour <pisctwentyfour@ yahoo.com>
wrote:

        
        From:
pisctwentyfour <pisctwentyfour@ yahoo.com>

Subject: Re: [Pemuda Advent] AKHIRNYA RAHASIA ITU TERUNGKAP

To: pemuda_advent@ yahoogroups. com

Date: Monday, September 22, 2008, 9:03 AM

          

          
          
          
          
            
              
                
                yah... memang harus gt bangs... tidak ada alasan
lagi....
                saya malah berpikir kalo memang di jemaat itu
sering terjadi dengan hal2 seperti ini dan sudah menjadi kebiasaan,
maka tidak perlu lagi koordinator untuk membuat jadwal..kan? percuma...
                pake sistem "tembak2" ajah... masih untung kalo
orang yg ditunjuk itu mau tapi kalo gk mau? waduh kewalahan kan? 

                

--- On Sun, 9/21/08, Richan S <richansitumorang@
gmail.com> wrote:

                
                From: Richan S
<richansitumorang@ gmail.com>

Subject: Re: [Pemuda Advent] AKHIRNYA RAHASIA ITU TERUNGKAP

To: pemuda_advent@ yahoogroups. com

Date: Sunday, September 21, 2008, 6:42 PM

                  

                  
                  
                  dear all,

saya juga pernah mengalami hal yang sama..jadwal sudah dibagikan kepada
semua yang terlibat dalam skejul. namun apa daya, lembaran skejul tadi
kececer entah dimana. akhirnya blank.

satu kali saya hadir di gereja dengan santai seperti biasa langsung
dari tempat kerja..pak pendeta mendekatiku. kamu toh skejul yang bawa
renungan rabu malam ini.

aku kaget setengah mampus hehehe, akhirnya aku pinjam alkitab dan
bawakan khotbah dari alkitab to'

hingga sekarang, di tempat kami pembawa acara selalu dibacakan setiap
akhir kebaktian pesper, sabat, dan rabu malam. (3X jadi tidak ada
alasan lupa lagi)

                  

rs

                  

pisctwentyfour wrote:
                  
                    
                    
                    
                      
                        
                          
                          ada satu fakta yang saya lihat dan
rasakan dengan hati dan mata kepala sendiri menjangkiti sahabat2 kita
umat advent, yang mungkinkah mereka menggenapi nubuatan itu?

berikut ini uraiannya:
                          fakta yang terjadi adalah bahwa apabila
salah seorang ditunjuk mengambil bagian dalam suatu acara baik itu
sebagai MC, pembaca ayat, berita mission,doa dkk (jadwal sudah
dibagikan dan sudah ada di tangan yang bersangkutan jauh hari
sebelumnya) banyak diantara mereka itu menolak dengan beberapa alasan
seperti :

- oh..kebetulan hari itu saya tidak ada di tempat.

- waduh... suara lagi serak, batuk, radang dan lain lain.

- lagi jagain anak kecil

- tidak memakai kemeja, dasi, jas dan beberapa aksesori yang legal
(dianggap pantas) dalam perbaktian.. karena ada beberapa yang tidak
pantas seperti celana jeans, baju kaos, sendal dll..

- di jalan kena macet.

- telat bangun hari sabat.

- tidak siap

dan beberapa alasan lain yang mungkin temans milis semua pernah
mengalaminya. (silahkan ditambahkan. .)
                          oklah toleransi mungkin diberikan kepada
yang membawakan khotbah (renungan) dan mungkin juga lagu pujian karena
merasa bakatnya bukan disitu... tetapi untuk pembawa acara (MC), doa,
berita mision, ayat inti dan hal2 ringan lainnya, masak sih sama sekali
tidak bisa? segitu lemahnya kah mental orang orang yang mengaku umat
Tuhan untuk hanya menjadi "penonton" saja dalam setiap acara kebaktian?
masak yang tampil hanya orang itu itu saja? bosan? ya iyalah masak ya
iya dongs.....

dan otomatis jadwal yang selama ini sudah capek2 disusun tidak berlaku
sama sekali.
                          sangat disayangkan kalo hal ini terjadi
kepada kita pemuda2 advent. bangga kah kita temans kalo kita datang ke
acara gereja hanya datang duduk dengar diam dengkur selesai dan
langsung pulang? oh oh... sangat disayangkan untuk kedua kalinya...
marilah kita sesekali terlibat dalam "aksi panggung" rohani atau kah
setidaknya memberikan pendapat dan pertanyaan dalam setiap diskusi
SS....kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi...
                          
                        
                      
                    
                    

                    
                    
                  
                  

                  

                  -- 

Salam,
Richan S
                  
                  
                  
                
                
              
            
          
          

          
          
          
        
        
      
    
  
  

  
  
 




-- 

Salam,
Richan S



      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke