turut perihatin jg atas apa yang menimpaa.. trus skrng kelanjutannya gmanaa??
ada yang tau contact person gereja Bukit Nusa Indah, Ciputat.. gak?? trimss... God Bless.. --- In [email protected], "Philips Marbun" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Benar sekali Pak John. > > Selain doa, kita juga harus berusaha. > > Kira-kira apa yang bisa kita lakukan bagi mereka ya? Usulan di bawah bagus > namun kita juga perlu perhatikan jangan sampai lokasi gereja2 tersebut > terlalu jauh dari lokasi perkuliahan mereka. > > Bagaimana kalau Konferens + Anggota2 milis berkolaborasi menyewa sebuah > ruangan yang tidak mahal namun layak di sekitar Bumi Wiladatika tersebut, > sambil bisa memberikan pengajaran-pengajaran Alkitab yang sebenarnya. > > Pak Sagala tentu gembira melihat pekerjaan ini, tidak perlu terlalu keras > membentuk KPA sana sini, jiwa di depan mata sudah membentang... > > Setiap anggota milis pasti siap membantu apa saja yang diminta Koordinator > (Konferens). Termasuk saya, siap terjun. > > Ditunggu, > PM > Pulomas > > 2008/10/7 John Wycliff Siregar <[EMAIL PROTECTED]> > > > Mereka bukan hanya butuh doa, tetapi juga tumpangan. > > > > Kalau ada 40 Gereja Advent di Jakarta, dan masing2 Gereja berkenan > > menampung +/- 10 orang Mahasiswa/i, pasti mereka akan sangat terbantu. > > Mungkin bisa dikoordinir oleh Kantor Konferense. > > > > Dan anggota2 Jemaat akan saling bahu membahu untuk menyiapkan makanan buat > > mereka. Kasihan sekali nasib saudara2 kita, karena mayoritas diantara mereka > > adalah perantauan. *Sudah 2 1/2 bulan mereka tidak bisa hidup dengan > > nyaman. > > * > > Mari kita hidupkan ajaran Yesus dalam Matius 25:36 > > "Ketika Aku telanjang, kamu memberi aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu > > melawat Aku; ketika Aku di penjara, kamu mengunjungi Aku" > > On 10/7/08, Philips Marbun <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >> > >> Mohon doa bagi mereka... > >> > >> ---------- Forwarded message ---------- > >> From: Denny Teguh Sutandio <[EMAIL PROTECTED]> > >> Date: 2008/10/7 > >> Subject: [PemudaKristiani] Kasihan Mahasiswa SETIA (berdoalah bagi mereka) > >> > >> > >> > >> *Kasihan Mahasiswa SETIA..* > >> > >> > >> > >> Berbahagialah Anda jika pada malam hari Anda masih bisa tidur nyenyak > >> tanpa gangguan basah karena hujan atau sengatan nyamuk hutan yang ganas. > >> Berbahagialah Anda jika masih bisa menjalankan ibadah pada siang hari. > >> Berbahagialah Anda jika masih bisa buang air besar ataupun kecil dengan > >> tidak antri bak ular Karena semua ini sedang di alami oleh 500 orang > >> mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi di pengungsian mereka di Bumi Perkemahan > >> Cibubur, 400 orang di Wisma Transito Jakarta TImur dan kurang lebih 450 > >> orang di Bekas Kantor Walikota Jakarta Barat. Parahnya penderitaan ini sudah > >> mereka alami selama 2,5 bulan lamanya. > >> > >> Direktur STT SETIA Pdt. Dr. Matheus Mengentang, M.Th. kepada wartawan di > >> Jakarta (6/10) mengatakan pihaknya sangat-sangat memprihatinkan keadaan anak > >> didik mereka. "Bayangkan di Bumi Perkemahan ini kami tidur di atas tanah dan > >> dibawah tenda sudah dua setengah bulan. Ini menyebabkan kurang lebih lima > >> orang mahasiswi kami harus dilarikan ke rumah sakit karena sakit paru-paru. > >> Sementara di Bekas Kantor Walikota Jakarta Barat ada tiga orang mahasiswa > >> kami yang harus dilarikan ke rumah sakit untuk sedot kotoran di dalam usus > >> mereka karena menahan buang air selama berhari-hari. Mengapa? Karena ketika > >> mereka ingin buang air mereka harus antri sebanyak kurang lebih 50 orang > >> sebab fasilitas MCK di sana sangat minim. Di Wisma Transito kami juga sangat > >> tertekan karena mahasiswa kami dilarang beribadah pada siang hari karena di > >> sana ada mesjid. Padahal kita tahu bersama negara ini menjamin kemerdekaan > >> setiap warga negara untuk beribadah menurut agamanya masing-masing. > >> > >> Curahan hati Mangentang sangat beralasan karena setelah kasus pengusiran > >> paksa Mahasiswa STT Setia dari kampus sah mereka di Kampung Pulo Kec Makasar > >> Jakarta Timur sekarang ini praktis tidak ada lembaga atau organisasi > >> termasuk pemerintah yang bersedia turun tangan membantu mereka. " Sejak > >> tanggal 21 September yang lalu Pemda DKI melalui Bapak Bambang dari Kesbang > >> sudah menyatakan bahwa Pemda DKI angkat tangan dalam pembiayaan di Bumi > >> Perkemahan Cibubur. Dia menyuruh kami untuk segera relokasi dan pindah ke > >> bekas Kantor Walikota Jakarta Barat. Padahal di sana sudah ada kurang lebih > >> 450 orang mahasiswa yang sangat memrihatinkan hidupnya karena persolan air > >> bersih, MCK dan berbagai fasilitas lainnya. Nah jika kemudian ditambah lagi > >> dengan 500 orang Mahasiswa dari Bumi Perkemahan Cibubur ini mau jadi apa > >> kami di sana. Sebetulnya kami hanya mengharapkan agar Pemda atau aparat > >> memfasilitasi kami dan menjaga keamanan kami untuk kembali ke kampus. Karena > >> kampus itu adalah sah milik kami. Kami memiliki dokumen yang resmi. Sejak 21 > >> tahun lalu kami sudah tinggal di sana. Mengapa kami harus terusir hanya > >> karena kami ini Kristen?," tegas Mangentang. > >> > >> Mangentang kemudian membeberkan bahwa sebelum mereka diusir dari kampus > >> mereka terlebih dulu dikata-katai dengan teriakan yang sangat menyesakkan. > >> "Lewat pengeras suara dari Mesjid dekat kampus yang kami bantu > >> pembangunannya dengan memberikan ratusan sak semen, puluhan truk pasir, > >> besi, dan batu orang-orang itu mengusir kami dan mengatakan beragam kalimat > >> yang tak pantas. Lalu ketika kami diusir paksa dengan kawalan polisi ada > >> tujuh belas mahasiswa kami yang jadi korban mereka antara lain di siram > >> dengan air panas, terkena lemparan batu, dibacok dengan clurit, ditikam > >> dengan samurai, disiram dengan air keras di kepala, wajah dan leher, serta > >> lebam-lebam karena dipukuli dan ditendang berkali-kali. Ini pelanggaran > >> kemanusiaan yang sangat berat. Dan sangat kami sesalkan ini terjadi di > >> Jakarta ibukota Republik Indonesia yang katanya negeri cinta damai dan yang > >> mengalami kami orang Kristen, Mahasiswa Theologi SETIA yang berasal dari > >> daerah yang mayoritas Kristen yakni dari Nias, Kalbar, Alor, Sumba, Mamasa, > >> Atambua, dan Manado ," kisah Mangentang sambil berurai air mata. > >> > >> Beberapa isu yang beredar menyatakan sebelumnya pihak Yayasan Setia telah > >> menerima dana milyaran untuk relokasi STT Setia namun ini dibantah > >> Mangentang. "Tidak benar isu itu. Kami pihak rektorat maupun Yayasan yang > >> sudah kami klarifikasi kebenarannya tidak pernah menerima uang itu. Isu itu > >> sangat menyesatkan. Kami sudah cek kepada Almaharhum Ketua Yayasan sebelum > >> beliau meninggal maupun pimpinan yayasan lainnya semua tidak pernah menerima > >> uang," tangkisnya. > >> > >> Mangentang kemudian berharap agar semua pihak mendukung mereka kembali ke > >> kampus mereka semula di Kampung Pulo Makasar Jakarta Timur. "Semua karena > >> alasan kemanusiaan semata. Saya selaku Direktur tidak tega melihat > >> penderitaan mahasiswa kami lebih lama lagi. Cukup sudah. Karena Pemerintah > >> dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur bahkan Presiden sendiri telah > >> memberikan pernyataan bahwa seusai lebaran kami boleh kembali lagi ke kampus > >> kami. Nah sekarang sudah selesai lebaran jadi kami menagih janji itu," > >> katanya. (Hendra) > >> > >> > >> > >> *Kronologi Peristiwa Penyerangan terhadap Mahasiswa dan Kampus Sekolah > >> Tinggi Theologi Injili Arastamar (SETIA) di Jakarta 25-27 Juli 2008* > >> > >> *Mesjid Dijadikan Arena Provokasi* > >> Waktu dan tanggal kejadian : JUMAT 25 Juli 2008 > >> Pada hari Jumat 25 Juli 2208 jam 21.00 seorang mahasiswa Setia, Junius > >> Koly berasal dari Alor NTT keluar dari Kampus Setia menuju ke Asrama Putra > >> yang terletak di RT 04/RW 04 Kampung Pulo Pinang Ranti Makasar Jaktim. Ia > >> berjalan kaki melintasi Gang Melinjo yang memisahkan Kampus Setia dan Asrama > >> Putra. DI tengah jalan ia melihat seekor tikus melintas secara spontan ia > >> mengambil sandal yang dipakainya dan melempar tikus itu. Sandal itu masuk > >> secara tidak sengaja ke halaman rumah seorang warga yang ada di gang itu. > >> Saat Junius akan mengambilnya tiba-tiba ia diteriaki maling. Sehingga dalam > >> waktu singkat warga berkumpul dan menganiaya Junius. Akhirnya Junius > >> diserahkan ke pihak kepolisian. > >> > >> Pada hari Sabtu 26 Juli 2008 setelah diperiksa Junius tidak terbukti > >> bersalah sehingga dikembalikan ke pihak STT SETIA. Jam 10 malam massa > >> melempari asrama putra STT Setia lalu dari mesjid terdengar ajakan berjihad > >> melawan Setia. > >> > >> Hari Minggu 27 Juni 2008 Pukul 01.00 massa merusak dan menyerang asrama > >> putri sambil berteriak Allahu Akbar, Allahu AKbar bahkan mereka mencoba > >> membakar asrama tersebut. Penyerangan ini menyebabkan mahasiwi SETIA sangat > >> ketakutan dan trauma mereka berteriak-teriak dan berlarian kesana kemari. > >> > >> Selanjutnya pada Pukul 03.00 massa bergerak ke Kampus Utama SETIA dengan > >> membawa beragam senjata tajam dan batu sambil berteriak-teriak bahwa mereka > >> akan berjihad melawan Setia. Tapi saat itu pihak mahasiswa tidak melakukan > >> perlawanan apa pun. Mereka bahkan mendoakan agar massa itu sadar akan > >> kejahatan yang sedang mereka lakukan terhadap sesama dan agar mereka > >> diberkati oelh Tuhan. Hingga pagi hari ribuan massa telah datang dan > >> memblokir semua akses ke Kampus SETIA. Hal ini menyebabkan mahasiswa > >> tersandera dan kelaparan. Pagi hari pihak kepolisian tampak bisa meredakan > >> suasana dan mengendalikan massa . > >> > >> Namun Pukul 21.30 dari arah mesjid terdengar lagi provokasi agar massa > >> bersiap untuk berjihad. Sementara pihak polisi yang sudah tiba dilokasi > >> sejak pagi itu tidak dapat berbuat apa-apa malahan menyuruh mahasiswa untuk > >> waspada dan menghindari serangan. > >> > >> Senin 28 Juli 2008 Pasukan Brimob dari Polda Metro Jaya bukannya menangkap > >> para pelaku penyerangan dan provokator malahan memaksa Mahasiswi Setia untuk > >> dievakuasi. Saat evakuasi terjadi mahasiswi dihujani dengan batu-batu besar > >> sehingga membuat badan dan kepala mereka berdarah-darah sementara aparat > >> polisi tidak menghardik penyerang atau mengusir mereka. Hal sama juga > >> dialami para mahasiswa ketika mereka dievakuasi dari tempat kejadian itu. > >> Mereka ditombak dengan bambu runcing, dipukuli, dibacok dan diclurit serta > >> di siram dengan air keras. Hingga saat ini ada seorang mahasiswa Setia yang > >> masih berada di rumah sakit dalam kondisi kritis karena kepalanya terkena > >> siraman air keras. > >> > >> Pada hari minggu itulah hingga dini hari pihak STT Setia terpaksa > >> meninggalkan kampus mereka yang sudah didiami selama 21 tahun lamanya. > >> Mereka terusir dari tanah dan bangunan yang sah yang mereka miliki. Mereka > >> diejek, dihina, ditendang, dibacok hanya karena mereka Kristen. Mereka tidak > >> lagi dianggap sebagai warga negara yang sah yang sama hak dan kedudukannya > >> dimata hukum dan pemerintahan. (Seperti yang dituturkan Pdt Matheus > >> Mangentang dan Pdt Edison Djama kepada Hendra Kasenda) > >> > >> > >> *17 Korban STT Setia * > >> (Mereka memilih mengalah dan membalas aniaya yang mereka alami dengan doa > >> dan kepasrahan karena mereka adalah para Hamba Tuhan, Calon Pendeta dan > >> Calon pendidik. Sebetulnya kalau mau mereka bisa saja mereka membalas tapi > >> mereka memilih meniru apa yang Yesus katakan, "Jika ada yang menampar pipi > >> kirimu berikanlah pipi kananmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya > >> kamu.") > >> 1. Ardian asal Sumba terkena siraman air keras di pundak kanan > >> 2. Marthen Lalo asal Sumba terkena lemparan batu di pelipis > >> kanan dan dipukuli di kepala bagian belakang > >> 3. Gabriel Besi asal Atambua dibacok dengan clurit di bagian > >> kepala dan kedua tangan > >> 4. Jupiter asal Atambua ditikam dengan samurai di pundak dan > >> ditikam dengan bambu runcing di perut > >> 5. Lukas Asal Manado disiram dengan air keras di kepala, wajah > >> dan leher > >> 6. Yunus asal Alor disiram dengan air keras di leher, bahu, > >> dan terkena lemparan batu > >> 7. Ramaeli asal Nias luka di wajah dan kepala akibat lemparan > >> batu > >> 8. Disiplin asal Nias luka bakar di bahu karena terkena > >> siraman air keras > >> 9. Demaus asal Luwu Sulawesi luka kepala akibat lemparan batu > >> 10. Henok asal Sumatra Utara Luka tusukan di leher akibat bambu > >> runcing > >> 11. Kristian asal Mamasa seluruh badan terkena siraman air keras > >> 12. Alfred asal Kalbar luka-luka akibat lemparan batu > >> 13. Gabriel Umbi asal NTT luka memar pada paha kiri akibat > >> tendangan berkali-kali > >> 14. Oktavianus asal Maluku luka di punggung akibat ditendang > >> berkali-kali > >> 15. Yohanes asal Sumba luka di kepala akibat pukulan benda keras > >> 16. Daniel asal Sumba luka akibat pukulan kayu dan pecah bibir > >> 17. Salmon asal Sulut luka di pelipis > >> > >> > >> > >> > >> *SERUAN KEPADA SELURUH ANAK BANGSA* > >> 1. Pemerintah RI > >> Tolonglah lindungi dan jamin keselamatan dan keamanan seluruh warga > >> masarakat Indonesia tanpa memandang agama, suku atau predikat apa pun. > >> > >> 2. Aparat Kepolisian > >> Tolonglah usut pelaku penganiyaan, penyerang dan provokator yang > >> menyebabkan 1400 orang harus menderita selama berhari-hari. Tolonglah jangan > >> takut dengan massa yang menggunakan atribut agama tertentu dan > >> mengatasnamakan Allah untuk melakukan tindakan anarkis > >> > >> 3. Media Massa > >> Tolonglah menyampaikan pemberitaan dengan objektif sesuai dengan kenyataan > >> di lapangan. Sebagai contoh kasus pada saat penyerangan itu seluruh Media > >> Nasional hanya mengungkapkan bahwa peristiwa itu merupakan bentrokan kecil > >> antara masyarakat dan mahasiswa SETIA. Padahal yang benar peristiwa itu > >> merupakan penyerangan, penganiyaan, penyiksaan dan pengrusakan yang dengan > >> sengaja dilakukan oleh massa beratribut agama ISLAM yang semesinya Rahmatan > >> Lil Alamin. > >> > >> 4. Masyarakat Kristen > >> Tolonglah doakan Setia karena hingga hari ini kami masih dalam kondisi > >> yang sangat memprihtinkan > >> > >> 5. Organisasi Kristen > >> Tolonglah lebih aktif membela umat dan bersuara dengan nyaring menjadi > >> corong yang menggaungkan kelangsungan hidup damai, pelakuan yang adil dan > >> hidup penuh cinta kasih sesama anak bangsa > >> > >> 6. Masyarakat Kampung Pulo yang Menolak Setia > >> Tolonglah bermurah hati memberikan kesempatan bagi SETIA untuk > >> mempersiapkan kampus baru di tempat lain namun sekarang ini izinkan SETIA > >> kembali beraktifitas dulu sambil menunggu kampus baru selesai dibangun > >> > >> 7. Seluruh anak bangsa > >> Marilah kita bergandeng tangan bersama membangun bangsa ini. SETIA telah > >> turut membangun bangsa dengan menyediakan pendidikan bagi para guru agama > >> agar anak-anak Indonesia beraklak baik di masa depan. Marilah buang > >> kebencian dan kenakanlah cinta kasih diantara kita sesame anak bangsa. > >> > >> > >> Pengirim: > >> Hendra K. > >> [EMAIL PROTECTED] > >> > >> > >> ""Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang > >> di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." > >> > >> (1Sam. 16:7b) > >> > >> ------------------------------ > >> <http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=AjFNL3hWvJcrB6Cor2NhxWDARgx.;_ylv=3?qid=20080912070404AAaIlvN> > >> > >> > >> > >> > > > > > > > > -- > Salam, > Philips Marbun > Pulomas >

