Saya juga prihatin.
Tapi saya hanya bisa kasih Pendapat (usul) bukan Pendapatan (Uang) dan 
Perlakuan (tindakan nyata).
Bagaimana kalau rekan2 mahasiswa Imajas (termasuk Imajas Depok) turut berperan 
aktif di sana, soalnya akan lebih mudah sosialisasinya oleh karena sesama 
mahasiswa.
Bagaimana Imajas?
 
Rgds,
Harris Sipahutar
(Tukang Kasih Pendapat)


--- On Wed, 10/8/08, george william <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: george william <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Pemuda Advent] Re: [PA-DKI] Fwd: [PemudaKristiani] Kasihan Mahasiswa 
SETIA (berdoalah bagi mereka)
To: [email protected]
Date: Wednesday, October 8, 2008, 1:21 PM






turut perihatin jg atas apa yang menimpaa..
trus skrng kelanjutannya gmanaa??

ada yang tau contact person gereja Bukit Nusa Indah, Ciputat.. gak??
trimss...

God Bless..

--- In pemuda_advent@ yahoogroups. com, "Philips Marbun" <[EMAIL PROTECTED] ..>
wrote:
>
> Benar sekali Pak John.
> 
> Selain doa, kita juga harus berusaha.
> 
> Kira-kira apa yang bisa kita lakukan bagi mereka ya? Usulan di bawah
bagus
> namun kita juga perlu perhatikan jangan sampai lokasi gereja2 tersebut
> terlalu jauh dari lokasi perkuliahan mereka.
> 
> Bagaimana kalau Konferens + Anggota2 milis berkolaborasi menyewa sebuah
> ruangan yang tidak mahal namun layak di sekitar Bumi Wiladatika
tersebut,
> sambil bisa memberikan pengajaran-pengajar an Alkitab yang sebenarnya.
> 
> Pak Sagala tentu gembira melihat pekerjaan ini, tidak perlu terlalu
keras
> membentuk KPA sana sini, jiwa di depan mata sudah membentang.. .
> 
> Setiap anggota milis pasti siap membantu apa saja yang diminta
Koordinator
> (Konferens). Termasuk saya, siap terjun.
> 
> Ditunggu,
> PM
> Pulomas
> 
> 2008/10/7 John Wycliff Siregar <john.wycliff@ ...>
> 
> > Mereka bukan hanya butuh doa, tetapi juga tumpangan.
> >
> > Kalau ada 40 Gereja Advent di Jakarta, dan masing2 Gereja berkenan
> > menampung +/- 10 orang Mahasiswa/i, pasti mereka akan sangat terbantu.
> > Mungkin bisa dikoordinir oleh Kantor Konferense.
> >
> > Dan anggota2 Jemaat akan saling bahu membahu untuk menyiapkan
makanan buat
> > mereka. Kasihan sekali nasib saudara2 kita, karena mayoritas
diantara mereka
> > adalah perantauan. *Sudah 2 1/2 bulan mereka tidak bisa hidup dengan
> > nyaman.
> > *
> > Mari kita hidupkan ajaran Yesus dalam Matius 25:36
> > "Ketika Aku telanjang, kamu memberi aku pakaian; ketika Aku sakit,
kamu
> > melawat Aku; ketika Aku di penjara, kamu mengunjungi Aku"
> > On 10/7/08, Philips Marbun <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote:
> >>
> >> Mohon doa bagi mereka...
> >>
> >> ---------- Forwarded message ----------
> >> From: Denny Teguh Sutandio <sola_scriptura2008 @...>
> >> Date: 2008/10/7
> >> Subject: [PemudaKristiani] Kasihan Mahasiswa SETIA (berdoalah
bagi mereka)
> >>
> >>
> >>
> >> *Kasihan Mahasiswa SETIA..*
> >>
> >>
> >>
> >> Berbahagialah Anda jika pada malam hari Anda masih bisa tidur nyenyak
> >> tanpa gangguan basah karena hujan atau sengatan nyamuk hutan yang
ganas.
> >> Berbahagialah Anda jika masih bisa menjalankan ibadah pada siang
hari.
> >> Berbahagialah Anda jika masih bisa buang air besar ataupun kecil
dengan
> >> tidak antri bak ular Karena semua ini sedang di alami oleh 500 orang
> >> mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi di pengungsian mereka di Bumi
Perkemahan
> >> Cibubur, 400 orang di Wisma Transito Jakarta TImur dan kurang
lebih 450
> >> orang di Bekas Kantor Walikota Jakarta Barat. Parahnya
penderitaan ini sudah
> >> mereka alami selama 2,5 bulan lamanya.
> >>
> >> Direktur STT SETIA Pdt. Dr. Matheus Mengentang, M.Th. kepada
wartawan di
> >> Jakarta (6/10) mengatakan pihaknya sangat-sangat memprihatinkan
keadaan anak
> >> didik mereka. "Bayangkan di Bumi Perkemahan ini kami tidur di
atas tanah dan
> >> dibawah tenda sudah dua setengah bulan. Ini menyebabkan kurang
lebih lima
> >> orang mahasiswi kami harus dilarikan ke rumah sakit karena sakit
paru-paru.
> >> Sementara di Bekas Kantor Walikota Jakarta Barat ada tiga orang
mahasiswa
> >> kami yang harus dilarikan ke rumah sakit untuk sedot kotoran di
dalam usus
> >> mereka karena menahan buang air selama berhari-hari. Mengapa?
Karena ketika
> >> mereka ingin buang air mereka harus antri sebanyak kurang lebih
50 orang
> >> sebab fasilitas MCK di sana sangat minim. Di Wisma Transito kami
juga sangat
> >> tertekan karena mahasiswa kami dilarang beribadah pada siang hari
karena di
> >> sana ada mesjid. Padahal kita tahu bersama negara ini menjamin
kemerdekaan
> >> setiap warga negara untuk beribadah menurut agamanya masing-masing.
> >>
> >> Curahan hati Mangentang sangat beralasan karena setelah kasus
pengusiran
> >> paksa Mahasiswa STT Setia dari kampus sah mereka di Kampung Pulo
Kec Makasar
> >> Jakarta Timur sekarang ini praktis tidak ada lembaga atau organisasi
> >> termasuk pemerintah yang bersedia turun tangan membantu mereka. "
Sejak
> >> tanggal 21 September yang lalu Pemda DKI melalui Bapak Bambang
dari Kesbang
> >> sudah menyatakan bahwa Pemda DKI angkat tangan dalam pembiayaan
di Bumi
> >> Perkemahan Cibubur. Dia menyuruh kami untuk segera relokasi dan
pindah ke
> >> bekas Kantor Walikota Jakarta Barat. Padahal di sana sudah ada
kurang lebih
> >> 450 orang mahasiswa yang sangat memrihatinkan hidupnya karena
persolan air
> >> bersih, MCK dan berbagai fasilitas lainnya. Nah jika kemudian
ditambah lagi
> >> dengan 500 orang Mahasiswa dari Bumi Perkemahan Cibubur ini mau
jadi apa
> >> kami di sana. Sebetulnya kami hanya mengharapkan agar Pemda atau
aparat
> >> memfasilitasi kami dan menjaga keamanan kami untuk kembali ke
kampus. Karena
> >> kampus itu adalah sah milik kami. Kami memiliki dokumen yang
resmi. Sejak 21
> >> tahun lalu kami sudah tinggal di sana. Mengapa kami harus terusir
hanya
> >> karena kami ini Kristen?," tegas Mangentang.
> >>
> >> Mangentang kemudian membeberkan bahwa sebelum mereka diusir dari
kampus
> >> mereka terlebih dulu dikata-katai dengan teriakan yang sangat
menyesakkan.
> >> "Lewat pengeras suara dari Mesjid dekat kampus yang kami bantu
> >> pembangunannya dengan memberikan ratusan sak semen, puluhan truk
pasir,
> >> besi, dan batu orang-orang itu mengusir kami dan mengatakan
beragam kalimat
> >> yang tak pantas. Lalu ketika kami diusir paksa dengan kawalan
polisi ada
> >> tujuh belas mahasiswa kami yang jadi korban mereka antara lain di
siram
> >> dengan air panas, terkena lemparan batu, dibacok dengan clurit,
ditikam
> >> dengan samurai, disiram dengan air keras di kepala, wajah dan
leher, serta
> >> lebam-lebam karena dipukuli dan ditendang berkali-kali. Ini
pelanggaran
> >> kemanusiaan yang sangat berat. Dan sangat kami sesalkan ini
terjadi di
> >> Jakarta ibukota Republik Indonesia yang katanya negeri cinta
damai dan yang
> >> mengalami kami orang Kristen, Mahasiswa Theologi SETIA yang
berasal dari
> >> daerah yang mayoritas Kristen yakni dari Nias, Kalbar, Alor,
Sumba, Mamasa,
> >> Atambua, dan Manado ," kisah Mangentang sambil berurai air mata.
> >>
> >> Beberapa isu yang beredar menyatakan sebelumnya pihak Yayasan
Setia telah
> >> menerima dana milyaran untuk relokasi STT Setia namun ini dibantah
> >> Mangentang. "Tidak benar isu itu. Kami pihak rektorat maupun
Yayasan yang
> >> sudah kami klarifikasi kebenarannya tidak pernah menerima uang
itu. Isu itu
> >> sangat menyesatkan. Kami sudah cek kepada Almaharhum Ketua
Yayasan sebelum
> >> beliau meninggal maupun pimpinan yayasan lainnya semua tidak
pernah menerima
> >> uang," tangkisnya.
> >>
> >> Mangentang kemudian berharap agar semua pihak mendukung mereka
kembali ke
> >> kampus mereka semula di Kampung Pulo Makasar Jakarta Timur.
"Semua karena
> >> alasan kemanusiaan semata. Saya selaku Direktur tidak tega melihat
> >> penderitaan mahasiswa kami lebih lama lagi. Cukup sudah. Karena
Pemerintah
> >> dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur bahkan Presiden sendiri
telah
> >> memberikan pernyataan bahwa seusai lebaran kami boleh kembali
lagi ke kampus
> >> kami. Nah sekarang sudah selesai lebaran jadi kami menagih janji
itu,"
> >> katanya. (Hendra)
> >>
> >>
> >>
> >> *Kronologi Peristiwa Penyerangan terhadap Mahasiswa dan Kampus
Sekolah
> >> Tinggi Theologi Injili Arastamar (SETIA) di Jakarta 25-27 Juli 2008*
> >>
> >> *Mesjid Dijadikan Arena Provokasi*
> >> Waktu dan tanggal kejadian : JUMAT 25 Juli 2008
> >> Pada hari Jumat 25 Juli 2208 jam 21.00 seorang mahasiswa Setia,
Junius
> >> Koly berasal dari Alor NTT keluar dari Kampus Setia menuju ke
Asrama Putra
> >> yang terletak di RT 04/RW 04 Kampung Pulo Pinang Ranti Makasar
Jaktim. Ia
> >> berjalan kaki melintasi Gang Melinjo yang memisahkan Kampus Setia
dan Asrama
> >> Putra. DI tengah jalan ia melihat seekor tikus melintas secara
spontan ia
> >> mengambil sandal yang dipakainya dan melempar tikus itu. Sandal
itu masuk
> >> secara tidak sengaja ke halaman rumah seorang warga yang ada di
gang itu.
> >> Saat Junius akan mengambilnya tiba-tiba ia diteriaki maling.
Sehingga dalam
> >> waktu singkat warga berkumpul dan menganiaya Junius. Akhirnya Junius
> >> diserahkan ke pihak kepolisian.
> >>
> >> Pada hari Sabtu 26 Juli 2008 setelah diperiksa Junius tidak terbukti
> >> bersalah sehingga dikembalikan ke pihak STT SETIA. Jam 10 malam massa
> >> melempari asrama putra STT Setia lalu dari mesjid terdengar
ajakan berjihad
> >> melawan Setia.
> >>
> >> Hari Minggu 27 Juni 2008 Pukul 01.00 massa merusak dan menyerang
asrama
> >> putri sambil berteriak Allahu Akbar, Allahu AKbar bahkan mereka
mencoba
> >> membakar asrama tersebut. Penyerangan ini menyebabkan mahasiwi
SETIA sangat
> >> ketakutan dan trauma mereka berteriak-teriak dan berlarian kesana
kemari.
> >>
> >> Selanjutnya pada Pukul 03.00 massa bergerak ke Kampus Utama SETIA
dengan
> >> membawa beragam senjata tajam dan batu sambil berteriak-teriak
bahwa mereka
> >> akan berjihad melawan Setia. Tapi saat itu pihak mahasiswa tidak
melakukan
> >> perlawanan apa pun. Mereka bahkan mendoakan agar massa itu sadar akan
> >> kejahatan yang sedang mereka lakukan terhadap sesama dan agar mereka
> >> diberkati oelh Tuhan. Hingga pagi hari ribuan massa telah datang dan
> >> memblokir semua akses ke Kampus SETIA. Hal ini menyebabkan mahasiswa
> >> tersandera dan kelaparan. Pagi hari pihak kepolisian tampak bisa
meredakan
> >> suasana dan mengendalikan massa .
> >>
> >> Namun Pukul 21.30 dari arah mesjid terdengar lagi provokasi agar
massa
> >> bersiap untuk berjihad. Sementara pihak polisi yang sudah tiba
dilokasi
> >> sejak pagi itu tidak dapat berbuat apa-apa malahan menyuruh
mahasiswa untuk
> >> waspada dan menghindari serangan.
> >>
> >> Senin 28 Juli 2008 Pasukan Brimob dari Polda Metro Jaya bukannya
menangkap
> >> para pelaku penyerangan dan provokator malahan memaksa Mahasiswi
Setia untuk
> >> dievakuasi. Saat evakuasi terjadi mahasiswi dihujani dengan
batu-batu besar
> >> sehingga membuat badan dan kepala mereka berdarah-darah sementara
aparat
> >> polisi tidak menghardik penyerang atau mengusir mereka. Hal sama juga
> >> dialami para mahasiswa ketika mereka dievakuasi dari tempat
kejadian itu.
> >> Mereka ditombak dengan bambu runcing, dipukuli, dibacok dan
diclurit serta
> >> di siram dengan air keras. Hingga saat ini ada seorang mahasiswa
Setia yang
> >> masih berada di rumah sakit dalam kondisi kritis karena kepalanya
terkena
> >> siraman air keras.
> >>
> >> Pada hari minggu itulah hingga dini hari pihak STT Setia terpaksa
> >> meninggalkan kampus mereka yang sudah didiami selama 21 tahun
lamanya.
> >> Mereka terusir dari tanah dan bangunan yang sah yang mereka
miliki. Mereka
> >> diejek, dihina, ditendang, dibacok hanya karena mereka Kristen.
Mereka tidak
> >> lagi dianggap sebagai warga negara yang sah yang sama hak dan
kedudukannya
> >> dimata hukum dan pemerintahan. (Seperti yang dituturkan Pdt Matheus
> >> Mangentang dan Pdt Edison Djama kepada Hendra Kasenda)
> >>
> >>
> >> *17 Korban STT Setia *
> >> (Mereka memilih mengalah dan membalas aniaya yang mereka alami
dengan doa
> >> dan kepasrahan karena mereka adalah para Hamba Tuhan, Calon
Pendeta dan
> >> Calon pendidik. Sebetulnya kalau mau mereka bisa saja mereka
membalas tapi
> >> mereka memilih meniru apa yang Yesus katakan, "Jika ada yang
menampar pipi
> >> kirimu berikanlah pipi kananmu dan berdoalah bagi mereka yang
menganiaya
> >> kamu.")
> >> 1. Ardian asal Sumba terkena siraman air keras di
pundak kanan
> >> 2. Marthen Lalo asal Sumba terkena lemparan batu di
pelipis
> >> kanan dan dipukuli di kepala bagian belakang
> >> 3. Gabriel Besi asal Atambua dibacok dengan clurit di
bagian
> >> kepala dan kedua tangan
> >> 4. Jupiter asal Atambua ditikam dengan samurai di
pundak dan
> >> ditikam dengan bambu runcing di perut
> >> 5. Lukas Asal Manado disiram dengan air keras di
kepala, wajah
> >> dan leher
> >> 6. Yunus asal Alor disiram dengan air keras di leher,
bahu,
> >> dan terkena lemparan batu
> >> 7. Ramaeli asal Nias luka di wajah dan kepala akibat
lemparan
> >> batu
> >> 8. Disiplin asal Nias luka bakar di bahu karena terkena
> >> siraman air keras
> >> 9. Demaus asal Luwu Sulawesi luka kepala akibat
lemparan batu
> >> 10. Henok asal Sumatra Utara Luka tusukan di leher akibat bambu
> >> runcing
> >> 11. Kristian asal Mamasa seluruh badan terkena siraman air
keras
> >> 12. Alfred asal Kalbar luka-luka akibat lemparan batu
> >> 13. Gabriel Umbi asal NTT luka memar pada paha kiri akibat
> >> tendangan berkali-kali
> >> 14. Oktavianus asal Maluku luka di punggung akibat ditendang
> >> berkali-kali
> >> 15. Yohanes asal Sumba luka di kepala akibat pukulan benda
keras
> >> 16. Daniel asal Sumba luka akibat pukulan kayu dan pecah bibir
> >> 17. Salmon asal Sulut luka di pelipis
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> *SERUAN KEPADA SELURUH ANAK BANGSA*
> >> 1. Pemerintah RI
> >> Tolonglah lindungi dan jamin keselamatan dan keamanan seluruh warga
> >> masarakat Indonesia tanpa memandang agama, suku atau predikat apa
pun.
> >>
> >> 2. Aparat Kepolisian
> >> Tolonglah usut pelaku penganiyaan, penyerang dan provokator yang
> >> menyebabkan 1400 orang harus menderita selama berhari-hari.
Tolonglah jangan
> >> takut dengan massa yang menggunakan atribut agama tertentu dan
> >> mengatasnamakan Allah untuk melakukan tindakan anarkis
> >>
> >> 3. Media Massa
> >> Tolonglah menyampaikan pemberitaan dengan objektif sesuai dengan
kenyataan
> >> di lapangan. Sebagai contoh kasus pada saat penyerangan itu
seluruh Media
> >> Nasional hanya mengungkapkan bahwa peristiwa itu merupakan
bentrokan kecil
> >> antara masyarakat dan mahasiswa SETIA. Padahal yang benar
peristiwa itu
> >> merupakan penyerangan, penganiyaan, penyiksaan dan pengrusakan
yang dengan
> >> sengaja dilakukan oleh massa beratribut agama ISLAM yang
semesinya Rahmatan
> >> Lil Alamin.
> >>
> >> 4. Masyarakat Kristen
> >> Tolonglah doakan Setia karena hingga hari ini kami masih dalam
kondisi
> >> yang sangat memprihtinkan
> >>
> >> 5. Organisasi Kristen
> >> Tolonglah lebih aktif membela umat dan bersuara dengan nyaring
menjadi
> >> corong yang menggaungkan kelangsungan hidup damai, pelakuan yang
adil dan
> >> hidup penuh cinta kasih sesama anak bangsa
> >>
> >> 6. Masyarakat Kampung Pulo yang Menolak Setia
> >> Tolonglah bermurah hati memberikan kesempatan bagi SETIA untuk
> >> mempersiapkan kampus baru di tempat lain namun sekarang ini
izinkan SETIA
> >> kembali beraktifitas dulu sambil menunggu kampus baru selesai
dibangun
> >>
> >> 7. Seluruh anak bangsa
> >> Marilah kita bergandeng tangan bersama membangun bangsa ini.
SETIA telah
> >> turut membangun bangsa dengan menyediakan pendidikan bagi para
guru agama
> >> agar anak-anak Indonesia beraklak baik di masa depan. Marilah buang
> >> kebencian dan kenakanlah cinta kasih diantara kita sesame anak
bangsa.
> >>
> >>
> >> Pengirim:
> >> Hendra K.
> >> hendra_k2000@ ...
> >>
> >>
> >> ""Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat
apa yang
> >> di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
> >>
> >> (1Sam. 16:7b)
> >>
> >> ------------ --------- ---------
> >>
<http://id.answers. yahoo.com/ question/ index;_ylt= AjFNL3hWvJcrB6Co 
r2NhxWDARgx. ;_ylv=3?qid= 20080912070404AA aIlvN>
> >>
> >>
> >>
> >>
> > 
> >
> 
> 
> 
> -- 
> Salam,
> Philips Marbun
> Pulomas
>

 














      

Kirim email ke