Tambahan Informasi :
Kita Berangkat ke TKP (Cibubur) pada :
Minggu, 12 Oktober 2008.
Pukul : 14.00 WIB, dari GPA MT Haryono.
Partisipan : Komunitas MGR, Imajas, HEJ (Hummeo Echoes Jakarta)
Logistik yg dibawa : Sembako, Obat2an dll.
Pemimpin Rombongan :..???????
Teknis Keberangkatan :  ??????
 
Silahkan ditambahkan :
 
Rgds,
Harris Sipahutar
(Tukang Kasih Pendapat)

--- On Thu, 10/9/08, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Konferens-DKI] Re: [PA-DKI] Re: Fwd: [PemudaKristiani] Kasihan 
Mahasiswa SETIA (berdoalah bagi mereka)
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Thursday, October 9, 2008, 10:10 AM






Dear Philips ( Moderator ), dan teman-teman seiman....

Untuk mempercepat gerakan kita agar tidak kadaluarsa.. ....maka saya siapkan
Bank Accouant untuk Transfer :

BCA KCP Taman Galaxy
GRACE REGINA BALLO
a/c 577 04 39363

Mohon temen-temen yang sdh transfer email ke saya berapa jumlahnya
dan kita akan putuskan hanya membantu :

1. Beras
2. Mie Instant
3. Air Mineral

Saya sarankan hari Minggu sore 14.00 wib kita akan mengunjungi mereka,

salam

victor

Doli Aritonang 
<[EMAIL PROTECTED] com 
> To 
Sent by: [EMAIL PROTECTED] com 
[EMAIL PROTECTED] cc 
.com konferens-DKI@ yahoogroups. com, 
[EMAIL PROTECTED] com 
Subject 
10/09/2008 09:31 Re: [Konferens-DKI] Re: [PA-DKI] 
AM Re: Fwd: [PemudaKristiani] Kasihan 
Mahasiswa SETIA (berdoalah bagi 
mereka) 
Please respond to 
[EMAIL PROTECTED] 
.com 




Mari kita bantu saudara kita yang berkesusahan. mereka telah mengalami
kondisi sulit ini lebih dari 2 bulan, bayangkan bila kita sendiri yang
mengalami jadi pengungsi di negara sendiri. Sebagai sesama saudara seiman,
mari kita lakukan sesuatu untuk mereka.

regards,

Doli A.
http://gmahk- cililitan. org

"Philips Marbun" 
<[EMAIL PROTECTED] com> 
To 
Sent by: konferens-DKI@ yahoogroups. com 
[EMAIL PROTECTED] com cc 
[EMAIL PROTECTED] com 
Subject 
09/10/2008 09:11 Re: [Konferens-DKI] Re: [PA-DKI] Re: 
Fwd: [PemudaKristiani] Kasihan 
Mahasiswa SETIA (berdoalah bagi mereka) 
Please respond to 
[EMAIL PROTECTED] co 
m 





Kak Victor, beberapa orang kemarin sudah berkomitmen untuk meneruskan 
pekerjaan ini. 

Silahkan Kak Victor bertindak sebagai PIC dan beberapa anggota milis ini 
sudah siap membantu dalam bentuk materi maupun tenaga. 

Saya yakin masih banyak lagi yang mau turut serta. 

Mari kita lakukan pekerjaan ini dengan rendah hati dan sungguh-sungguh, 
sebab kita melakukannya untuk Dia. "Matius 25:38 Bilamanakah kami melihat 
Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau 
telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?" 

Salam, 
PM 
Pulomas 

2008/10/9 <victor.taruli@ kalbe.co. id> 


Dear Jhon, 

Kemarin sore saya sdh mendapatkan PIC di Cibubur namanya Ibu Merry 
dan saya sdh bicara langsung dengan Rektor, no Hp ada sama saya...untuk 
kedua orang ini 
kemarin sore beliau mengunjungi Gus Sollah, untuk minta bantuan mencairkan 

suasana 

Pembagian penempatan mahasiswa saat ini : 

1. Cibubur = 530 orang 
2. Walikota = kurang lebih 800 orang 
Kondisi saat ini, mereka kekurangan prasarana kebutuhan sehari-hari 

Apakah kita kan terus melanjutkan bantuan kita : ....jika betul, maka 
mereka saat ini membutuhkan 

1. Beras 
2. Mie Instant 
3. Air Mineral 
4. Pemeriksaan Kesehatan / Bantuan Obat 

Jika kita akan melanjutkan kegiatan ini, saya siap sebagai penghubung dan 
PIC kegiatan 
dan akan menghubungi komunitas lain di Jakarta. 

Kasih kristus yang mengajak kami ...... 

NOTE : 
MGR ...siap sedia untuk kegiatan ini....!!!!! DO THE BEST....!!!! 

Victor 
0812 1085 380 





"John Wycliff 
Siregar" 
<john.wycliff@ gma To 
il.com> [EMAIL PROTECTED] com, 
Sent by: konferens-DKI@ yahoogroups. com 
konferens-DKI@ yah cc 
oogroups.com 
Subject 
[Konferens-DKI] Re: [PA-DKI] Re: 
10/08/2008 11:10 Fwd: [PemudaKristiani] Kasihan 
AM Mahasiswa SETIA (berdoalah bagi 
mereka) 

Please respond to 
konferens-DKI@ yah 
oogroups.com 









Kami teringat waktu terjadi longsor yang sangat..sangat parah di kota 
Balikpapan, khususnya kampung disekitar gereja kami (Agape), beberapa jam 
setelah longsor kami langsung mendirikan Posko di depansekolah YPAB. Dan 
langsung mengizinkan orang2 yang terkena musibah untuk tinggal di gereja 
bawah, tanpa menunggu rapat majelis ataupun rapat2 lainnya. Dan kami 
menampung serta membantu kebutuhan hidup mereka. 



Tuhan menggunakan kami untuk menjadi perpanjangan tangannya buat 
saudara-saudara kami yang sedang kena musibah (99% adalah Muslim), 
sehingga 
sampai saat ini mereka sangat bersahabat dengan kami anggota gereja 
Advent. 
Dan tidak pernah ada masalah mengenai izin pendirian gereja, perbaktian, 
dll. 

Saat ini ada lebih dari 400 orang Mahasiswa STT SETIA yang sudah selama 2 
setengah bulan tidak bisa hidup dengan tenang (tidak teratur makan, MCK 
yang tidak memadai, tidak bisa berbakti) padahal berada ditengah2 kota 
Metropolitan, dan ada Umat-Umat Tuhan disitu & gereja Tuhan di kota 
Metropolitan itu. 

Apa yang bisa kita lakukan selain memforward email ini? Semoga masukan di 
email saya yang pertama bisa bermanfaat. Kalau sudah ada yang koordinir 
disana, kami dari Balikpapan juga siap membantu dari segi "doa & doi" 
untuk 
menolong rekan-rekan mahasiswa ini. 

Regards, 

Cliff Siregar 
-Balikpapan- 


On 10/7/08, edi limbong <eddy_limbong@ yahoo.com> wrote: 


MInggu lalu, Kejadian yg sama, meski tidak terlalu ekstrem terjadi 
di Jemaat kita GMAHK Kiaracondong Bandung. Gereja yg telah puluhan 
tahun melaksanakan kegiatan ibadah di lantai 2 Klinik Konfrens Jabar 
akhirnya di tutup setelah sebelumnya "Digerebek" Oleh massa dan 
terakhir di tutup dengan Surat "Ancaman" jika melakukan kegiatan 
ibadah yg ditembuskan ke Pihak Kepolisian, Koramil, Dll. 

Penyebab penutupan ini adalah klise: Tidak Ada Izin Gereja. 
Padahal Gedung ini baru dipugar dan dijadikan 3 tingkat. Sangat 
sayang sekali karna Gedung ini tidak bisa digunakan sebagai tempat 
peribadatan. 

Saya yakin masih banyak Gereja MAHK yg belum memiliki surat izin 
pendirian. dan sepertinya tidak ada yg mengurusnya. Nanti setelah 
terjadi penggerebekan oleh massa barulah mulai mengurus...masyarak at 
sekitar sudah terlanjur antipati. 

Menurut saya sudah saatnya Konfrens atau Uni membuat suatu suatu 
Badan/Divisi baru yaitu Divisi Legal dalam Struktur Organisasi yg 
bertujuan utk mengurus dan memelihara Dokumen2 berharga seperti 
Perizinan Gereja, Sertifikat, dll. yg tentunya tidak dijabat oleh 
seorang pendeta tapi seorang Sarjana Hukum. its not sekularism if 
you think so... 

Hanya saja, terlalu konyol jika sebuah Gereja Advent di tutup, 
didemo, digusur, dibakar karna alasan Tidak Mempunyai Izin... 

Sebagai tambahan, ketika saya berkunjung ke gereja Bogor, di ruang 
diakonnya tergantung Surat izin Peribadatan yg di bingkai dengan 
indahnya. Semoga gereja lain dapat mencontohnya. .. 

Terimakasih dan salam 
edi limbong 

--- In [EMAIL PROTECTED] com, "Philips Marbun" <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote: 
> 
> Mohon doa bagi mereka... 
> 
> ---------- Forwarded message ---------- 
> From: Denny Teguh Sutandio <sola_scriptura2008 @...> 
> Date: 2008/10/7 
> Subject: [PemudaKristiani] Kasihan Mahasiswa SETIA (berdoalah bagi 
mereka) 
> 
> 
> 
> *Kasihan Mahasiswa SETIA..* 
> 
> 
> 
> Berbahagialah Anda jika pada malam hari Anda masih bisa tidur 
nyenyak tanpa 
> gangguan basah karena hujan atau sengatan nyamuk hutan yang ganas. 
> Berbahagialah Anda jika masih bisa menjalankan ibadah pada siang 
hari. 
> Berbahagialah Anda jika masih bisa buang air besar ataupun kecil 
dengan 
> tidak antri bak ular Karena semua ini sedang di alami oleh 500 
orang 
> mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi di pengungsian mereka di Bumi 
Perkemahan 
> Cibubur, 400 orang di Wisma Transito Jakarta TImur dan kurang 
lebih 450 
> orang di Bekas Kantor Walikota Jakarta Barat. Parahnya penderitaan 
ini sudah 
> mereka alami selama 2,5 bulan lamanya. 
> 
> Direktur STT SETIA Pdt. Dr. Matheus Mengentang, M.Th. kepada 
wartawan di 
> Jakarta (6/10) mengatakan pihaknya sangat-sangat memprihatinkan 
keadaan anak 
> didik mereka. "Bayangkan di Bumi Perkemahan ini kami tidur di atas 
tanah dan 
> dibawah tenda sudah dua setengah bulan. Ini menyebabkan kurang 
lebih lima 
> orang mahasiswi kami harus dilarikan ke rumah sakit karena sakit 
paru-paru. 
> Sementara di Bekas Kantor Walikota Jakarta Barat ada tiga orang 
mahasiswa 
> kami yang harus dilarikan ke rumah sakit untuk sedot kotoran di 
dalam usus 
> mereka karena menahan buang air selama berhari-hari. Mengapa? 
Karena ketika 
> mereka ingin buang air mereka harus antri sebanyak kurang lebih 50 
orang 
> sebab fasilitas MCK di sana sangat minim. Di Wisma Transito kami 
juga sangat 
> tertekan karena mahasiswa kami dilarang beribadah pada siang hari 
karena di 
> sana ada mesjid. Padahal kita tahu bersama negara ini menjamin 
kemerdekaan 
> setiap warga negara untuk beribadah menurut agamanya masing-masing. 
> 
> Curahan hati Mangentang sangat beralasan karena setelah kasus 
pengusiran 
> paksa Mahasiswa STT Setia dari kampus sah mereka di Kampung Pulo 
Kec Makasar 
> Jakarta Timur sekarang ini praktis tidak ada lembaga atau 
organisasi 
> termasuk pemerintah yang bersedia turun tangan membantu mereka. " 
Sejak 
> tanggal 21 September yang lalu Pemda DKI melalui Bapak Bambang 
dari Kesbang 
> sudah menyatakan bahwa Pemda DKI angkat tangan dalam pembiayaan di 
Bumi 
> Perkemahan Cibubur. Dia menyuruh kami untuk segera relokasi dan 
pindah ke 
> bekas Kantor Walikota Jakarta Barat. Padahal di sana sudah ada 
kurang lebih 
> 450 orang mahasiswa yang sangat memrihatinkan hidupnya karena 
persolan air 
> bersih, MCK dan berbagai fasilitas lainnya. Nah jika kemudian 
ditambah lagi 
> dengan 500 orang Mahasiswa dari Bumi Perkemahan Cibubur ini mau 
jadi apa 
> kami di sana. Sebetulnya kami hanya mengharapkan agar Pemda atau 
aparat 
> memfasilitasi kami dan menjaga keamanan kami untuk kembali ke 
kampus. Karena 
> kampus itu adalah sah milik kami. Kami memiliki dokumen yang 
resmi. Sejak 21 
> tahun lalu kami sudah tinggal di sana. Mengapa kami harus terusir 
hanya 
> karena kami ini Kristen?," tegas Mangentang. 
> 
> Mangentang kemudian membeberkan bahwa sebelum mereka diusir dari 
kampus 
> mereka terlebih dulu dikata-katai dengan teriakan yang sangat 
menyesakkan. 
> "Lewat pengeras suara dari Mesjid dekat kampus yang kami bantu 
> pembangunannya dengan memberikan ratusan sak semen, puluhan truk 
pasir, 
> besi, dan batu orang-orang itu mengusir kami dan mengatakan 
beragam kalimat 
> yang tak pantas. Lalu ketika kami diusir paksa dengan kawalan 
polisi ada 
> tujuh belas mahasiswa kami yang jadi korban mereka antara lain di 
siram 
> dengan air panas, terkena lemparan batu, dibacok dengan clurit, 
ditikam 
> dengan samurai, disiram dengan air keras di kepala, wajah dan 
leher, serta 
> lebam-lebam karena dipukuli dan ditendang berkali-kali. Ini 
pelanggaran 
> kemanusiaan yang sangat berat. Dan sangat kami sesalkan ini 
terjadi di 
> Jakarta ibukota Republik Indonesia yang katanya negeri cinta damai 
dan yang 
> mengalami kami orang Kristen, Mahasiswa Theologi SETIA yang 
berasal dari 
> daerah yang mayoritas Kristen yakni dari Nias, Kalbar, Alor, 
Sumba, Mamasa, 
> Atambua, dan Manado ," kisah Mangentang sambil berurai air mata. 
> 
> Beberapa isu yang beredar menyatakan sebelumnya pihak Yayasan 
Setia telah 
> menerima dana milyaran untuk relokasi STT Setia namun ini dibantah 
> Mangentang. "Tidak benar isu itu. Kami pihak rektorat maupun 
Yayasan yang 
> sudah kami klarifikasi kebenarannya tidak pernah menerima uang 
itu. Isu itu 
> sangat menyesatkan. Kami sudah cek kepada Almaharhum Ketua Yayasan 
sebelum 
> beliau meninggal maupun pimpinan yayasan lainnya semua tidak 
pernah menerima 
> uang," tangkisnya. 
> 
> Mangentang kemudian berharap agar semua pihak mendukung mereka 
kembali ke 
> kampus mereka semula di Kampung Pulo Makasar Jakarta Timur. "Semua 
karena 
> alasan kemanusiaan semata. Saya selaku Direktur tidak tega melihat 
> penderitaan mahasiswa kami lebih lama lagi. Cukup sudah. Karena 
Pemerintah 
> dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur bahkan Presiden sendiri 
telah 
> memberikan pernyataan bahwa seusai lebaran kami boleh kembali lagi 
ke kampus 
> kami. Nah sekarang sudah selesai lebaran jadi kami menagih janji 
itu," 
> katanya. (Hendra) 
> 
> 
> 
> *Kronologi Peristiwa Penyerangan terhadap Mahasiswa dan Kampus 
Sekolah 
> Tinggi Theologi Injili Arastamar (SETIA) di Jakarta 25-27 Juli 
2008* 
> 
> *Mesjid Dijadikan Arena Provokasi* 
> Waktu dan tanggal kejadian : JUMAT 25 Juli 2008 
> Pada hari Jumat 25 Juli 2208 jam 21.00 seorang mahasiswa Setia, 
Junius Koly 
> berasal dari Alor NTT keluar dari Kampus Setia menuju ke Asrama 
Putra yang 
> terletak di RT 04/RW 04 Kampung Pulo Pinang Ranti Makasar Jaktim. 
Ia 
> berjalan kaki melintasi Gang Melinjo yang memisahkan Kampus Setia 
dan Asrama 
> Putra. DI tengah jalan ia melihat seekor tikus melintas secara 
spontan ia 
> mengambil sandal yang dipakainya dan melempar tikus itu. Sandal 
itu masuk 
> secara tidak sengaja ke halaman rumah seorang warga yang ada di 
gang itu. 
> Saat Junius akan mengambilnya tiba-tiba ia diteriaki maling. 
Sehingga dalam 
> waktu singkat warga berkumpul dan menganiaya Junius. Akhirnya 
Junius 
> diserahkan ke pihak kepolisian. 
> 
> Pada hari Sabtu 26 Juli 2008 setelah diperiksa Junius tidak 
terbukti 
> bersalah sehingga dikembalikan ke pihak STT SETIA. Jam 10 malam 
massa 
> melempari asrama putra STT Setia lalu dari mesjid terdengar ajakan 
berjihad 
> melawan Setia. 
> 
> Hari Minggu 27 Juni 2008 Pukul 01.00 massa merusak dan menyerang 
asrama 
> putri sambil berteriak Allahu Akbar, Allahu AKbar bahkan mereka 
mencoba 
> membakar asrama tersebut. Penyerangan ini menyebabkan mahasiwi 
SETIA sangat 
> ketakutan dan trauma mereka berteriak-teriak dan berlarian kesana 
kemari. 
> 
> Selanjutnya pada Pukul 03.00 massa bergerak ke Kampus Utama SETIA 
dengan 
> membawa beragam senjata tajam dan batu sambil berteriak-teriak 
bahwa mereka 
> akan berjihad melawan Setia. Tapi saat itu pihak mahasiswa tidak 
melakukan 
> perlawanan apa pun. Mereka bahkan mendoakan agar massa itu sadar 
akan 
> kejahatan yang sedang mereka lakukan terhadap sesama dan agar 
mereka 
> diberkati oelh Tuhan. Hingga pagi hari ribuan massa telah datang 
dan 
> memblokir semua akses ke Kampus SETIA. Hal ini menyebabkan 
mahasiswa 
> tersandera dan kelaparan. Pagi hari pihak kepolisian tampak bisa 
meredakan 
> suasana dan mengendalikan massa . 
> 
> Namun Pukul 21.30 dari arah mesjid terdengar lagi provokasi agar massa 
> bersiap untuk berjihad. Sementara pihak polisi yang sudah tiba 
dilokasi 
> sejak pagi itu tidak dapat berbuat apa-apa malahan menyuruh 
mahasiswa untuk 
> waspada dan menghindari serangan. 
> 
> Senin 28 Juli 2008 Pasukan Brimob dari Polda Metro Jaya bukannya 
menangkap 
> para pelaku penyerangan dan provokator malahan memaksa Mahasiswi 
Setia untuk 
> dievakuasi. Saat evakuasi terjadi mahasiswi dihujani dengan batu- 
batu besar 
> sehingga membuat badan dan kepala mereka berdarah-darah sementara 
aparat 
> polisi tidak menghardik penyerang atau mengusir mereka. Hal sama 
juga 
> dialami para mahasiswa ketika mereka dievakuasi dari tempat 
kejadian itu. 
> Mereka ditombak dengan bambu runcing, dipukuli, dibacok dan 
diclurit serta 
> di siram dengan air keras. Hingga saat ini ada seorang mahasiswa 
Setia yang 
> masih berada di rumah sakit dalam kondisi kritis karena kepalanya 
terkena 
> siraman air keras. 
> 
> Pada hari minggu itulah hingga dini hari pihak STT Setia terpaksa 
> meninggalkan kampus mereka yang sudah didiami selama 21 tahun 
lamanya. 
> Mereka terusir dari tanah dan bangunan yang sah yang mereka 
miliki. Mereka 
> diejek, dihina, ditendang, dibacok hanya karena mereka Kristen. 
Mereka tidak 
> lagi dianggap sebagai warga negara yang sah yang sama hak dan 
kedudukannya 
> dimata hukum dan pemerintahan. (Seperti yang dituturkan Pdt Matheus 
> Mangentang dan Pdt Edison Djama kepada Hendra Kasenda) 
> 
> 
> *17 Korban STT Setia * 
> (Mereka memilih mengalah dan membalas aniaya yang mereka alami 
dengan doa 
> dan kepasrahan karena mereka adalah para Hamba Tuhan, Calon 
Pendeta dan 
> Calon pendidik. Sebetulnya kalau mau mereka bisa saja mereka 
membalas tapi 
> mereka memilih meniru apa yang Yesus katakan, "Jika ada yang 
menampar pipi 
> kirimu berikanlah pipi kananmu dan berdoalah bagi mereka yang 
menganiaya 
> kamu.") 
> 1. Ardian asal Sumba terkena siraman air keras di 
pundak kanan 
> 2. Marthen Lalo asal Sumba terkena lemparan batu di 
pelipis kanan 
> dan dipukuli di kepala bagian belakang 
> 3. Gabriel Besi asal Atambua dibacok dengan clurit di 
bagian 
> kepala dan kedua tangan 
> 4. Jupiter asal Atambua ditikam dengan samurai di 
pundak dan 
> ditikam dengan bambu runcing di perut 
> 5. Lukas Asal Manado disiram dengan air keras di 
kepala, wajah 
> dan leher 
> 6. Yunus asal Alor disiram dengan air keras di leher, 
bahu, dan 
> terkena lemparan batu 
> 7. Ramaeli asal Nias luka di wajah dan kepala akibat 
lemparan 
> batu 
> 8. Disiplin asal Nias luka bakar di bahu karena terkena 
siraman 
> air keras 
> 9. Demaus asal Luwu Sulawesi luka kepala akibat 
lemparan batu 
> 10. Henok asal Sumatra Utara Luka tusukan di leher akibat 
bambu 
> runcing 
> 11. Kristian asal Mamasa seluruh badan terkena siraman air 
keras 
> 12. Alfred asal Kalbar luka-luka akibat lemparan batu 
> 13. Gabriel Umbi asal NTT luka memar pada paha kiri akibat 
tendangan 
> berkali-kali 
> 14. Oktavianus asal Maluku luka di punggung akibat ditendang 
> berkali-kali 
> 15. Yohanes asal Sumba luka di kepala akibat pukulan benda 
keras 
> 16. Daniel asal Sumba luka akibat pukulan kayu dan pecah 
bibir 
> 17. Salmon asal Sulut luka di pelipis 
> 
> 
> 
> 
> *SERUAN KEPADA SELURUH ANAK BANGSA* 
> 1. Pemerintah RI 
> Tolonglah lindungi dan jamin keselamatan dan keamanan seluruh warga 
> masarakat Indonesia tanpa memandang agama, suku atau predikat apa 
pun. 
> 
> 2. Aparat Kepolisian 
> Tolonglah usut pelaku penganiyaan, penyerang dan provokator yang 
menyebabkan 
> 1400 orang harus menderita selama berhari-hari. Tolonglah jangan 
takut 
> dengan massa yang menggunakan atribut agama tertentu dan 
mengatasnamakan 
> Allah untuk melakukan tindakan anarkis 
> 
> 3. Media Massa 
> Tolonglah menyampaikan pemberitaan dengan objektif sesuai dengan 
kenyataan 
> di lapangan. Sebagai contoh kasus pada saat penyerangan itu 
seluruh Media 
> Nasional hanya mengungkapkan bahwa peristiwa itu merupakan 
bentrokan kecil 
> antara masyarakat dan mahasiswa SETIA. Padahal yang benar 
peristiwa itu 
> merupakan penyerangan, penganiyaan, penyiksaan dan pengrusakan 
yang dengan 
> sengaja dilakukan oleh massa beratribut agama ISLAM yang semesinya 
Rahmatan 
> Lil Alamin. 
> 
> 4. Masyarakat Kristen 
> Tolonglah doakan Setia karena hingga hari ini kami masih dalam 
kondisi yang 
> sangat memprihtinkan 
> 
> 5. Organisasi Kristen 
> Tolonglah lebih aktif membela umat dan bersuara dengan nyaring 
menjadi 
> corong yang menggaungkan kelangsungan hidup damai, pelakuan yang 
adil dan 
> hidup penuh cinta kasih sesama anak bangsa 
> 
> 6. Masyarakat Kampung Pulo yang Menolak Setia 
> Tolonglah bermurah hati memberikan kesempatan bagi SETIA untuk 
mempersiapkan 
> kampus baru di tempat lain namun sekarang ini izinkan SETIA kembali 
> beraktifitas dulu sambil menunggu kampus baru selesai dibangun 
> 
> 7. Seluruh anak bangsa 
> Marilah kita bergandeng tangan bersama membangun bangsa ini. SETIA 
telah 
> turut membangun bangsa dengan menyediakan pendidikan bagi para 
guru agama 
> agar anak-anak Indonesia beraklak baik di masa depan. Marilah buang 
> kebencian dan kenakanlah cinta kasih diantara kita sesame anak 
bangsa. 
> 
> 
> Pengirim: 
> Hendra K. 


> hendra_k2000@ ... 
> 
> 
> ""Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat 
apa yang di 
> depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 
> 
> (1Sam. 16:7b) 
> 
> ------------ --------- --------- 
> 
> 
<http://id.answers. yahoo.com/ question/ index;_ylt= AjFNL3hWvJcrB6Co r2Nh 
xWDARgx.;_ylv= 3?qid=2008091207 0404AAaIlvN> 
> 












 














      

Kirim email ke