Tambahan Informasi : Kita Berangkat ke TKP (Cibubur) pada : Minggu, 12 Oktober 2008. Pukul : 14.00 WIB, dari GPA MT Haryono. Partisipan : Komunitas MGR, Imajas, HEJ (Hummeo Echoes Jakarta) Logistik yg dibawa : Sembako, Obat2an dll. Pemimpin Rombongan :..??????? Teknis Keberangkatan : ?????? Silahkan ditambahkan : Rgds, Harris Sipahutar (Tukang Kasih Pendapat)
--- On Thu, 10/9/08, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Konferens-DKI] Re: [PA-DKI] Re: Fwd: [PemudaKristiani] Kasihan Mahasiswa SETIA (berdoalah bagi mereka) To: [EMAIL PROTECTED] Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Date: Thursday, October 9, 2008, 10:10 AM Dear Philips ( Moderator ), dan teman-teman seiman.... Untuk mempercepat gerakan kita agar tidak kadaluarsa.. ....maka saya siapkan Bank Accouant untuk Transfer : BCA KCP Taman Galaxy GRACE REGINA BALLO a/c 577 04 39363 Mohon temen-temen yang sdh transfer email ke saya berapa jumlahnya dan kita akan putuskan hanya membantu : 1. Beras 2. Mie Instant 3. Air Mineral Saya sarankan hari Minggu sore 14.00 wib kita akan mengunjungi mereka, salam victor Doli Aritonang <[EMAIL PROTECTED] com > To Sent by: [EMAIL PROTECTED] com [EMAIL PROTECTED] cc .com konferens-DKI@ yahoogroups. com, [EMAIL PROTECTED] com Subject 10/09/2008 09:31 Re: [Konferens-DKI] Re: [PA-DKI] AM Re: Fwd: [PemudaKristiani] Kasihan Mahasiswa SETIA (berdoalah bagi mereka) Please respond to [EMAIL PROTECTED] .com Mari kita bantu saudara kita yang berkesusahan. mereka telah mengalami kondisi sulit ini lebih dari 2 bulan, bayangkan bila kita sendiri yang mengalami jadi pengungsi di negara sendiri. Sebagai sesama saudara seiman, mari kita lakukan sesuatu untuk mereka. regards, Doli A. http://gmahk- cililitan. org "Philips Marbun" <[EMAIL PROTECTED] com> To Sent by: konferens-DKI@ yahoogroups. com [EMAIL PROTECTED] com cc [EMAIL PROTECTED] com Subject 09/10/2008 09:11 Re: [Konferens-DKI] Re: [PA-DKI] Re: Fwd: [PemudaKristiani] Kasihan Mahasiswa SETIA (berdoalah bagi mereka) Please respond to [EMAIL PROTECTED] co m Kak Victor, beberapa orang kemarin sudah berkomitmen untuk meneruskan pekerjaan ini. Silahkan Kak Victor bertindak sebagai PIC dan beberapa anggota milis ini sudah siap membantu dalam bentuk materi maupun tenaga. Saya yakin masih banyak lagi yang mau turut serta. Mari kita lakukan pekerjaan ini dengan rendah hati dan sungguh-sungguh, sebab kita melakukannya untuk Dia. "Matius 25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?" Salam, PM Pulomas 2008/10/9 <victor.taruli@ kalbe.co. id> Dear Jhon, Kemarin sore saya sdh mendapatkan PIC di Cibubur namanya Ibu Merry dan saya sdh bicara langsung dengan Rektor, no Hp ada sama saya...untuk kedua orang ini kemarin sore beliau mengunjungi Gus Sollah, untuk minta bantuan mencairkan suasana Pembagian penempatan mahasiswa saat ini : 1. Cibubur = 530 orang 2. Walikota = kurang lebih 800 orang Kondisi saat ini, mereka kekurangan prasarana kebutuhan sehari-hari Apakah kita kan terus melanjutkan bantuan kita : ....jika betul, maka mereka saat ini membutuhkan 1. Beras 2. Mie Instant 3. Air Mineral 4. Pemeriksaan Kesehatan / Bantuan Obat Jika kita akan melanjutkan kegiatan ini, saya siap sebagai penghubung dan PIC kegiatan dan akan menghubungi komunitas lain di Jakarta. Kasih kristus yang mengajak kami ...... NOTE : MGR ...siap sedia untuk kegiatan ini....!!!!! DO THE BEST....!!!! Victor 0812 1085 380 "John Wycliff Siregar" <john.wycliff@ gma To il.com> [EMAIL PROTECTED] com, Sent by: konferens-DKI@ yahoogroups. com konferens-DKI@ yah cc oogroups.com Subject [Konferens-DKI] Re: [PA-DKI] Re: 10/08/2008 11:10 Fwd: [PemudaKristiani] Kasihan AM Mahasiswa SETIA (berdoalah bagi mereka) Please respond to konferens-DKI@ yah oogroups.com Kami teringat waktu terjadi longsor yang sangat..sangat parah di kota Balikpapan, khususnya kampung disekitar gereja kami (Agape), beberapa jam setelah longsor kami langsung mendirikan Posko di depansekolah YPAB. Dan langsung mengizinkan orang2 yang terkena musibah untuk tinggal di gereja bawah, tanpa menunggu rapat majelis ataupun rapat2 lainnya. Dan kami menampung serta membantu kebutuhan hidup mereka. Tuhan menggunakan kami untuk menjadi perpanjangan tangannya buat saudara-saudara kami yang sedang kena musibah (99% adalah Muslim), sehingga sampai saat ini mereka sangat bersahabat dengan kami anggota gereja Advent. Dan tidak pernah ada masalah mengenai izin pendirian gereja, perbaktian, dll. Saat ini ada lebih dari 400 orang Mahasiswa STT SETIA yang sudah selama 2 setengah bulan tidak bisa hidup dengan tenang (tidak teratur makan, MCK yang tidak memadai, tidak bisa berbakti) padahal berada ditengah2 kota Metropolitan, dan ada Umat-Umat Tuhan disitu & gereja Tuhan di kota Metropolitan itu. Apa yang bisa kita lakukan selain memforward email ini? Semoga masukan di email saya yang pertama bisa bermanfaat. Kalau sudah ada yang koordinir disana, kami dari Balikpapan juga siap membantu dari segi "doa & doi" untuk menolong rekan-rekan mahasiswa ini. Regards, Cliff Siregar -Balikpapan- On 10/7/08, edi limbong <eddy_limbong@ yahoo.com> wrote: MInggu lalu, Kejadian yg sama, meski tidak terlalu ekstrem terjadi di Jemaat kita GMAHK Kiaracondong Bandung. Gereja yg telah puluhan tahun melaksanakan kegiatan ibadah di lantai 2 Klinik Konfrens Jabar akhirnya di tutup setelah sebelumnya "Digerebek" Oleh massa dan terakhir di tutup dengan Surat "Ancaman" jika melakukan kegiatan ibadah yg ditembuskan ke Pihak Kepolisian, Koramil, Dll. Penyebab penutupan ini adalah klise: Tidak Ada Izin Gereja. Padahal Gedung ini baru dipugar dan dijadikan 3 tingkat. Sangat sayang sekali karna Gedung ini tidak bisa digunakan sebagai tempat peribadatan. Saya yakin masih banyak Gereja MAHK yg belum memiliki surat izin pendirian. dan sepertinya tidak ada yg mengurusnya. Nanti setelah terjadi penggerebekan oleh massa barulah mulai mengurus...masyarak at sekitar sudah terlanjur antipati. Menurut saya sudah saatnya Konfrens atau Uni membuat suatu suatu Badan/Divisi baru yaitu Divisi Legal dalam Struktur Organisasi yg bertujuan utk mengurus dan memelihara Dokumen2 berharga seperti Perizinan Gereja, Sertifikat, dll. yg tentunya tidak dijabat oleh seorang pendeta tapi seorang Sarjana Hukum. its not sekularism if you think so... Hanya saja, terlalu konyol jika sebuah Gereja Advent di tutup, didemo, digusur, dibakar karna alasan Tidak Mempunyai Izin... Sebagai tambahan, ketika saya berkunjung ke gereja Bogor, di ruang diakonnya tergantung Surat izin Peribadatan yg di bingkai dengan indahnya. Semoga gereja lain dapat mencontohnya. .. Terimakasih dan salam edi limbong --- In [EMAIL PROTECTED] com, "Philips Marbun" <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote: > > Mohon doa bagi mereka... > > ---------- Forwarded message ---------- > From: Denny Teguh Sutandio <sola_scriptura2008 @...> > Date: 2008/10/7 > Subject: [PemudaKristiani] Kasihan Mahasiswa SETIA (berdoalah bagi mereka) > > > > *Kasihan Mahasiswa SETIA..* > > > > Berbahagialah Anda jika pada malam hari Anda masih bisa tidur nyenyak tanpa > gangguan basah karena hujan atau sengatan nyamuk hutan yang ganas. > Berbahagialah Anda jika masih bisa menjalankan ibadah pada siang hari. > Berbahagialah Anda jika masih bisa buang air besar ataupun kecil dengan > tidak antri bak ular Karena semua ini sedang di alami oleh 500 orang > mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi di pengungsian mereka di Bumi Perkemahan > Cibubur, 400 orang di Wisma Transito Jakarta TImur dan kurang lebih 450 > orang di Bekas Kantor Walikota Jakarta Barat. Parahnya penderitaan ini sudah > mereka alami selama 2,5 bulan lamanya. > > Direktur STT SETIA Pdt. Dr. Matheus Mengentang, M.Th. kepada wartawan di > Jakarta (6/10) mengatakan pihaknya sangat-sangat memprihatinkan keadaan anak > didik mereka. "Bayangkan di Bumi Perkemahan ini kami tidur di atas tanah dan > dibawah tenda sudah dua setengah bulan. Ini menyebabkan kurang lebih lima > orang mahasiswi kami harus dilarikan ke rumah sakit karena sakit paru-paru. > Sementara di Bekas Kantor Walikota Jakarta Barat ada tiga orang mahasiswa > kami yang harus dilarikan ke rumah sakit untuk sedot kotoran di dalam usus > mereka karena menahan buang air selama berhari-hari. Mengapa? Karena ketika > mereka ingin buang air mereka harus antri sebanyak kurang lebih 50 orang > sebab fasilitas MCK di sana sangat minim. Di Wisma Transito kami juga sangat > tertekan karena mahasiswa kami dilarang beribadah pada siang hari karena di > sana ada mesjid. Padahal kita tahu bersama negara ini menjamin kemerdekaan > setiap warga negara untuk beribadah menurut agamanya masing-masing. > > Curahan hati Mangentang sangat beralasan karena setelah kasus pengusiran > paksa Mahasiswa STT Setia dari kampus sah mereka di Kampung Pulo Kec Makasar > Jakarta Timur sekarang ini praktis tidak ada lembaga atau organisasi > termasuk pemerintah yang bersedia turun tangan membantu mereka. " Sejak > tanggal 21 September yang lalu Pemda DKI melalui Bapak Bambang dari Kesbang > sudah menyatakan bahwa Pemda DKI angkat tangan dalam pembiayaan di Bumi > Perkemahan Cibubur. Dia menyuruh kami untuk segera relokasi dan pindah ke > bekas Kantor Walikota Jakarta Barat. Padahal di sana sudah ada kurang lebih > 450 orang mahasiswa yang sangat memrihatinkan hidupnya karena persolan air > bersih, MCK dan berbagai fasilitas lainnya. Nah jika kemudian ditambah lagi > dengan 500 orang Mahasiswa dari Bumi Perkemahan Cibubur ini mau jadi apa > kami di sana. Sebetulnya kami hanya mengharapkan agar Pemda atau aparat > memfasilitasi kami dan menjaga keamanan kami untuk kembali ke kampus. Karena > kampus itu adalah sah milik kami. Kami memiliki dokumen yang resmi. Sejak 21 > tahun lalu kami sudah tinggal di sana. Mengapa kami harus terusir hanya > karena kami ini Kristen?," tegas Mangentang. > > Mangentang kemudian membeberkan bahwa sebelum mereka diusir dari kampus > mereka terlebih dulu dikata-katai dengan teriakan yang sangat menyesakkan. > "Lewat pengeras suara dari Mesjid dekat kampus yang kami bantu > pembangunannya dengan memberikan ratusan sak semen, puluhan truk pasir, > besi, dan batu orang-orang itu mengusir kami dan mengatakan beragam kalimat > yang tak pantas. Lalu ketika kami diusir paksa dengan kawalan polisi ada > tujuh belas mahasiswa kami yang jadi korban mereka antara lain di siram > dengan air panas, terkena lemparan batu, dibacok dengan clurit, ditikam > dengan samurai, disiram dengan air keras di kepala, wajah dan leher, serta > lebam-lebam karena dipukuli dan ditendang berkali-kali. Ini pelanggaran > kemanusiaan yang sangat berat. Dan sangat kami sesalkan ini terjadi di > Jakarta ibukota Republik Indonesia yang katanya negeri cinta damai dan yang > mengalami kami orang Kristen, Mahasiswa Theologi SETIA yang berasal dari > daerah yang mayoritas Kristen yakni dari Nias, Kalbar, Alor, Sumba, Mamasa, > Atambua, dan Manado ," kisah Mangentang sambil berurai air mata. > > Beberapa isu yang beredar menyatakan sebelumnya pihak Yayasan Setia telah > menerima dana milyaran untuk relokasi STT Setia namun ini dibantah > Mangentang. "Tidak benar isu itu. Kami pihak rektorat maupun Yayasan yang > sudah kami klarifikasi kebenarannya tidak pernah menerima uang itu. Isu itu > sangat menyesatkan. Kami sudah cek kepada Almaharhum Ketua Yayasan sebelum > beliau meninggal maupun pimpinan yayasan lainnya semua tidak pernah menerima > uang," tangkisnya. > > Mangentang kemudian berharap agar semua pihak mendukung mereka kembali ke > kampus mereka semula di Kampung Pulo Makasar Jakarta Timur. "Semua karena > alasan kemanusiaan semata. Saya selaku Direktur tidak tega melihat > penderitaan mahasiswa kami lebih lama lagi. Cukup sudah. Karena Pemerintah > dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur bahkan Presiden sendiri telah > memberikan pernyataan bahwa seusai lebaran kami boleh kembali lagi ke kampus > kami. Nah sekarang sudah selesai lebaran jadi kami menagih janji itu," > katanya. (Hendra) > > > > *Kronologi Peristiwa Penyerangan terhadap Mahasiswa dan Kampus Sekolah > Tinggi Theologi Injili Arastamar (SETIA) di Jakarta 25-27 Juli 2008* > > *Mesjid Dijadikan Arena Provokasi* > Waktu dan tanggal kejadian : JUMAT 25 Juli 2008 > Pada hari Jumat 25 Juli 2208 jam 21.00 seorang mahasiswa Setia, Junius Koly > berasal dari Alor NTT keluar dari Kampus Setia menuju ke Asrama Putra yang > terletak di RT 04/RW 04 Kampung Pulo Pinang Ranti Makasar Jaktim. Ia > berjalan kaki melintasi Gang Melinjo yang memisahkan Kampus Setia dan Asrama > Putra. DI tengah jalan ia melihat seekor tikus melintas secara spontan ia > mengambil sandal yang dipakainya dan melempar tikus itu. Sandal itu masuk > secara tidak sengaja ke halaman rumah seorang warga yang ada di gang itu. > Saat Junius akan mengambilnya tiba-tiba ia diteriaki maling. Sehingga dalam > waktu singkat warga berkumpul dan menganiaya Junius. Akhirnya Junius > diserahkan ke pihak kepolisian. > > Pada hari Sabtu 26 Juli 2008 setelah diperiksa Junius tidak terbukti > bersalah sehingga dikembalikan ke pihak STT SETIA. Jam 10 malam massa > melempari asrama putra STT Setia lalu dari mesjid terdengar ajakan berjihad > melawan Setia. > > Hari Minggu 27 Juni 2008 Pukul 01.00 massa merusak dan menyerang asrama > putri sambil berteriak Allahu Akbar, Allahu AKbar bahkan mereka mencoba > membakar asrama tersebut. Penyerangan ini menyebabkan mahasiwi SETIA sangat > ketakutan dan trauma mereka berteriak-teriak dan berlarian kesana kemari. > > Selanjutnya pada Pukul 03.00 massa bergerak ke Kampus Utama SETIA dengan > membawa beragam senjata tajam dan batu sambil berteriak-teriak bahwa mereka > akan berjihad melawan Setia. Tapi saat itu pihak mahasiswa tidak melakukan > perlawanan apa pun. Mereka bahkan mendoakan agar massa itu sadar akan > kejahatan yang sedang mereka lakukan terhadap sesama dan agar mereka > diberkati oelh Tuhan. Hingga pagi hari ribuan massa telah datang dan > memblokir semua akses ke Kampus SETIA. Hal ini menyebabkan mahasiswa > tersandera dan kelaparan. Pagi hari pihak kepolisian tampak bisa meredakan > suasana dan mengendalikan massa . > > Namun Pukul 21.30 dari arah mesjid terdengar lagi provokasi agar massa > bersiap untuk berjihad. Sementara pihak polisi yang sudah tiba dilokasi > sejak pagi itu tidak dapat berbuat apa-apa malahan menyuruh mahasiswa untuk > waspada dan menghindari serangan. > > Senin 28 Juli 2008 Pasukan Brimob dari Polda Metro Jaya bukannya menangkap > para pelaku penyerangan dan provokator malahan memaksa Mahasiswi Setia untuk > dievakuasi. Saat evakuasi terjadi mahasiswi dihujani dengan batu- batu besar > sehingga membuat badan dan kepala mereka berdarah-darah sementara aparat > polisi tidak menghardik penyerang atau mengusir mereka. Hal sama juga > dialami para mahasiswa ketika mereka dievakuasi dari tempat kejadian itu. > Mereka ditombak dengan bambu runcing, dipukuli, dibacok dan diclurit serta > di siram dengan air keras. Hingga saat ini ada seorang mahasiswa Setia yang > masih berada di rumah sakit dalam kondisi kritis karena kepalanya terkena > siraman air keras. > > Pada hari minggu itulah hingga dini hari pihak STT Setia terpaksa > meninggalkan kampus mereka yang sudah didiami selama 21 tahun lamanya. > Mereka terusir dari tanah dan bangunan yang sah yang mereka miliki. Mereka > diejek, dihina, ditendang, dibacok hanya karena mereka Kristen. Mereka tidak > lagi dianggap sebagai warga negara yang sah yang sama hak dan kedudukannya > dimata hukum dan pemerintahan. (Seperti yang dituturkan Pdt Matheus > Mangentang dan Pdt Edison Djama kepada Hendra Kasenda) > > > *17 Korban STT Setia * > (Mereka memilih mengalah dan membalas aniaya yang mereka alami dengan doa > dan kepasrahan karena mereka adalah para Hamba Tuhan, Calon Pendeta dan > Calon pendidik. Sebetulnya kalau mau mereka bisa saja mereka membalas tapi > mereka memilih meniru apa yang Yesus katakan, "Jika ada yang menampar pipi > kirimu berikanlah pipi kananmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya > kamu.") > 1. Ardian asal Sumba terkena siraman air keras di pundak kanan > 2. Marthen Lalo asal Sumba terkena lemparan batu di pelipis kanan > dan dipukuli di kepala bagian belakang > 3. Gabriel Besi asal Atambua dibacok dengan clurit di bagian > kepala dan kedua tangan > 4. Jupiter asal Atambua ditikam dengan samurai di pundak dan > ditikam dengan bambu runcing di perut > 5. Lukas Asal Manado disiram dengan air keras di kepala, wajah > dan leher > 6. Yunus asal Alor disiram dengan air keras di leher, bahu, dan > terkena lemparan batu > 7. Ramaeli asal Nias luka di wajah dan kepala akibat lemparan > batu > 8. Disiplin asal Nias luka bakar di bahu karena terkena siraman > air keras > 9. Demaus asal Luwu Sulawesi luka kepala akibat lemparan batu > 10. Henok asal Sumatra Utara Luka tusukan di leher akibat bambu > runcing > 11. Kristian asal Mamasa seluruh badan terkena siraman air keras > 12. Alfred asal Kalbar luka-luka akibat lemparan batu > 13. Gabriel Umbi asal NTT luka memar pada paha kiri akibat tendangan > berkali-kali > 14. Oktavianus asal Maluku luka di punggung akibat ditendang > berkali-kali > 15. Yohanes asal Sumba luka di kepala akibat pukulan benda keras > 16. Daniel asal Sumba luka akibat pukulan kayu dan pecah bibir > 17. Salmon asal Sulut luka di pelipis > > > > > *SERUAN KEPADA SELURUH ANAK BANGSA* > 1. Pemerintah RI > Tolonglah lindungi dan jamin keselamatan dan keamanan seluruh warga > masarakat Indonesia tanpa memandang agama, suku atau predikat apa pun. > > 2. Aparat Kepolisian > Tolonglah usut pelaku penganiyaan, penyerang dan provokator yang menyebabkan > 1400 orang harus menderita selama berhari-hari. Tolonglah jangan takut > dengan massa yang menggunakan atribut agama tertentu dan mengatasnamakan > Allah untuk melakukan tindakan anarkis > > 3. Media Massa > Tolonglah menyampaikan pemberitaan dengan objektif sesuai dengan kenyataan > di lapangan. Sebagai contoh kasus pada saat penyerangan itu seluruh Media > Nasional hanya mengungkapkan bahwa peristiwa itu merupakan bentrokan kecil > antara masyarakat dan mahasiswa SETIA. Padahal yang benar peristiwa itu > merupakan penyerangan, penganiyaan, penyiksaan dan pengrusakan yang dengan > sengaja dilakukan oleh massa beratribut agama ISLAM yang semesinya Rahmatan > Lil Alamin. > > 4. Masyarakat Kristen > Tolonglah doakan Setia karena hingga hari ini kami masih dalam kondisi yang > sangat memprihtinkan > > 5. Organisasi Kristen > Tolonglah lebih aktif membela umat dan bersuara dengan nyaring menjadi > corong yang menggaungkan kelangsungan hidup damai, pelakuan yang adil dan > hidup penuh cinta kasih sesama anak bangsa > > 6. Masyarakat Kampung Pulo yang Menolak Setia > Tolonglah bermurah hati memberikan kesempatan bagi SETIA untuk mempersiapkan > kampus baru di tempat lain namun sekarang ini izinkan SETIA kembali > beraktifitas dulu sambil menunggu kampus baru selesai dibangun > > 7. Seluruh anak bangsa > Marilah kita bergandeng tangan bersama membangun bangsa ini. SETIA telah > turut membangun bangsa dengan menyediakan pendidikan bagi para guru agama > agar anak-anak Indonesia beraklak baik di masa depan. Marilah buang > kebencian dan kenakanlah cinta kasih diantara kita sesame anak bangsa. > > > Pengirim: > Hendra K. > hendra_k2000@ ... > > > ""Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di > depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." > > (1Sam. 16:7b) > > ------------ --------- --------- > > <http://id.answers. yahoo.com/ question/ index;_ylt= AjFNL3hWvJcrB6Co r2Nh xWDARgx.;_ylv= 3?qid=2008091207 0404AAaIlvN> >

