hahaha, si bro bisa aja merendah.. pasti jago bahasa inggris nech... aku setuju yang bisa membuat menangis itu karena bahasa indonesia.. tapi di balik itu ada juga penyebab lainnya....
siapa disini yang bukan orang indonesia? saya pikir >90% adalah orang indonesia ya khan? jadi kalo menyanyi bahasa indonesia maka sebagian besar mengerti khan dengan lagu itu? kalo versi ugie nech ya.. seseorang bisa menangis apabila hatinya tersentuh.. kalo aku menangis ketika bernyanyi penyebabnya adalah karena ngerasa berdosaaaaa banget.. ngerasa banyak dosaa banget.. ngerasa aku sama aja kaya orang yang nyalibin Tuhan dulu.. karna setiap dosa yang kulakukan, Yesus yang bayar.. itu yang bisa bikin aku nangis.. karena tersentuh.. aku menangis, seperti ingin berteriak minta ampun sama Tuhan, karna aku sadar aku manusia yang penuh dosa, tapi aku ga kapok untuk selalu menyalibkan Yesus... jadi kenapa lagu indonesia bisa bikin menangis? karena lagu itu dimengerti... justru lagu itu yang baik. karena dengan lagu itu kita bisa berkomunikasi dengan Tuhan.. kita bisa merasa sukacita, bisa juga sedih.. kalo kita nyanyi tapi ga ada perasaan yang terbawa, itu sama aja kaya ngomong sama Tuhan, ga pake nada, dah gitu ngomongnya bukan dari dalem hati, tapi asal baca teks doank.. kalo anda bisa menangis, berarti anda bisa mengerti lagu itu.. yang saya mau tanya. anda pernah menangis ketika bernyanyi di gereja selain pada saat perjamuan kudus dan baptisan? especciali lagu "Sebagaimana Ku Ada".... coba lagu "aku senang dan girang selalu".. anda pernah liat secara alami ketika orang bernyanyi lagu itu, dia akan bergembira, bertepuk tangan menandakan dia senang dan girang selalu? kalo ada saya boleh acungin jempol.. hehe hum.. buat bro harris segitu dulu ya.. yuk kita terusin diskusinya.. :p GBU Bro Harris, have a great dae.. Rgds, Ugie bro Harris Wrote: Hi all, Yang membuat orang menangis saat bernyanyi di Gereja Betany adalah karena lagunya berbahasa Indonesia. Pada acara NEP-3 (Never Ending Praise ke 3) di akhir November 2008 yg lalu, acara tersebut di isi dgn 80 persen lagu bahasa Inggris dan Selebihnya bahasa Melayu dan bahasa Daerah. Ternyata yg membuat penonton dan para Biduan menangis adalah lagu yg berbahasa Indonesia justru. Khususnya saat Franky Sihombing bernyanyi lagu ciptaannya dalam bahasa Indonesia, penonton yg duduk di belakang saya, salah satunya dari Grup Musik Koinonia dari UNAI banyak yg menangis. Bahkan ketika acara Natal yg di adakan oleh Mt Carmel kemarin, justru banyak yg menangis saat bernyanyi lagu yg berbahasa Indonesia. Demikian teori saya perihal menangisnya seseorang saat bernyanyi di Gereja Bethany. Kalau saya pribadi, semacam apapun irama musik dan liriknya, sejauh itu berbahasa Inggris, belum pernah bikin saya menangis, sebab saya tak pandai berbahasa Inggris. Sumpah, saya tidak bohong. Harris Sipahutar (Tukang Kasih Pendapat)

