Syalom rekan2 Advent Sekalian,

Mungkin anda sudah pernah mengikuti event PAPA, dan mungkin saja pernah
memenangkan suatu kategori atau bahkan belum pernah memenangkan satu
kategori apapun. Hal yang sama terjadi pada saya beberapa tahun yang lalu.
Saya ga pernah menang dalam eventPAPA dan bertanya-tanya dalam hati saya yg
paling kecil, apa dan bagaimana kira2 cara juri ini menghitung dan
menentukan suatu tim menjadi Juara. Nah, setelah menjadi panitia, sekarang
saya sedikit mengerti dan akan mencoba sharing kepada Rekan-rekan sekalian
bagaimana sistem Penjurian ini. Sistem Penjurian ini sebenarnya sudah
dituliskan di buku acara dan diumumkan di didepan saat pelepasan peserta,
mungkin saya kurang menyimak sehingga kurang paham.

Sebelumnya kita close dulu perdebatan tentang perlu tidaknya diberikan label
juara, hadiah atau piala pada para pemenang, karena semua hal ini sudah
diputuskan Panitia dan jika ada usulan yang baru akan dipertimbangkan pada
event PAPA tahun depan. Satu hal yang pasti, tujuan dari suatu kompetisi
adalah memperbaiki/ meningkatkan Standard...statement ini saya dapat dr Ps.
Simon Siew saat diadakannya kompetisi Pathfinder saat diadakannya Kampore
Pathfinder tahun 2003 di Ranca Upas Bandung.

Baiklah saya mulai menerangkan sistem penjurian PAPA tahun ini, sbb:

Penilaian juri dikenakan pada hal-hal dibawah ini:
1. Ketepatan Waktu                          : 30%        Nilai Maksimal 300
2. Ketepatan jumlah tanda-tanda        : 20%        Nilai Maksimal 200
3. Kedisiplinan                                  : 25%        Nilai Maksimal
250
4. Keseragaman                                : 25%        Nilai Maksimal
250

Total Nilai Maksimal yang dapat diperoleh suatu Tim adalah: 1000.

1. Ketepatan Waktu
    Yang dimaksud dengan ketepatan waktu adalah kemampuan tiap tim utk
menyesuaikan waktu tempuh tiap Pos dengan waktu tempuh yg dimiliki Juri.
Waktu tempuh Juri baru akan diambil saat minggu pagi, dimana tim Juri akan
melakukan perjalanan melintas Track dan Pos-pos yang ada. Hal ini dilakukan
agar waktu tidak ada kesempatan informasi waktu tempuh juri bocor keluar.
Informasi Waktu tempuh juri ini akan di keep oleh juri sampai saatnya
dilakukan penghitungan juri. Saya saja tidak tau berapa waktunya...Selisih
waktu tempuh peserta (baik kelebihan atau kekurangan) VS waktu juri akan
mengurangi nilai Ketepatan waktu peserta. Penilaian ini adalah penilaian yg
sifatnya QUANTATIF sehingga tidak ada unsur Subjectif dari seorang juri.
Dalam hal ini Juri hanya berperan sebagai data entri saja. Waktu yg dihitung
adalah: Waktu tempuh dari Start ke Pos 1- Pos1 ke Pos 2 - Pos 2 ke Finish.

2. Ketepatan Jumlah tanda-tanda
    Juri telah membuat tanda-tanda disetiap persimpangan track. Setiap
peserta bertugas menghitung jumlah tanda2 yang ada. Untuk hal ini sepertinya
sudah cukup jelas. Penilaian untuk kategori ini juga sifatnya data
Quantitatif shg terhindar dari subjectifitas seorang juri. Juri hanya
berperan sebagai petugas data entri.

3. Kedisipilan.
    Yang dimaksud kedisiplian adalah keteraturan peserta saat melakukan
perjalanan melintasi track yang ada. Juri menempatkan seorang Juri Disiplin
antara Start-Pos 1, antara Pos 1 dan Pos 2 dan antara Pos 2 dan Finish.
Disinilah terjadi Proses penilaian yg subjectif dimana Juri disiplin ini
menilai setia Tim yang lewat berdasarkan pengamatan pribadinya. jadi
pastikan Tim anda berbaris dengan baik, tidak buang sampah sembarangan,
tidak merusak alam, Atribut seragam masih dipakai dengan baik dan lengkap,
tidak berisik atau ribut2 atau mengganggu peserta lain. Juri PAPA kali ini
akan mengundang Tim dari utusan konfrens utk menjadi Juri Disiplin, agar
lebih netral. Kita sedang melobi para masterguide yg menjadi juri disiplin
ini.

4. Keseragaman.
    Yang dimaksud keseragaman adalah kelengkapan atribut seragam yang
dikenakan peserta, meliputi: Sepatu, Kaos Kaki, Celana, Kaos dan Topi.
Penilain seragam ini hanya dilakukan di garis Start/Finish dan yang menjadi
Jurinya adalah Pendeta Wilayah 6. Diharapkan pendeta2 ini tentunya netral
dalam memberikan penilaian. Namun jika dirasa perlu kita akan mengundang
saat hari H pendeta2 dari Jemaat lain utk menjadi juri agar kondisi netral
lebih terpenuhi. Setiap tahun banyak sekali peserta yang tampil dengan
kostum-kostum yang Unik dan menyenangkan untuk dilihat. Hal ini tidak
dinilai oleh juri seragam, namun keunikan ini akan dinilai oleh Tim Acara
dan outputnya adalah Kategori Juara utk Peserta dengan Kostum Terunik.

Setelah semua data-data terkumpul, maka Tim Juri akan melakukan input ke
komputer dengan menggunakan Program Exel sederhana. Perlu diketahui bahwa
dalam kertas penilain tidak dicantumkan nama Jemaat, hanyalah nomor peserta
sehingga saat melakukan input tim juri tidak mengetahui Jemaat apa yg sedang
diinputnya. Data yang telah diinput akan dioleh secara otomatis dan akan
memunculkan Nilai Peserta yang otomatis langsung terurut dari nilai
tertinggi sampai nilai terendah untuk setiap kategori...

Kemudian Pemenang-pemenang dibacakan...acara selesai dan masing-masing
peserta pulang dengan hati yang senang.

Demikianlah sistem penilain juri pada event PAPA. Hal ini kami publish sejak
awal agar setiap peserta dapat mengikuti standard yg dimiliki oleh Panitia.
Terkadang memang Jumlah pemenang yg datang dari wilayah 6 lebih banyak
daripada peserta dari wilayah lain. Hal ini terjadi karena wilayah 6
mengirim utusan sekitar 40-50% dari total peserta yang ada. Namun meskipun
demikian tidak jarang peserta dari wilayah lain menjadi Juara Umum, misalnya
Jemaat Kemang Pratama yang menjadi Juara umum Tahun Lalu.

Nah, semoga penjelasan ini menggugurkan semua keraguan yang mungkin timbul
dari sisi penjurian dan kita dapat menikmati acara dengan hati yang gembira.
Semoga bermanfaat.
God bless


salam PAPA 25,
Rotua Damayanti Hutasoit
sie. Acara Lomba Lintas Alam PAPA 25


_"great relationship isn't necessarily about finding similarities, it's more
about respecting differences"_

Kirim email ke