terima kasih atas cerita yang indah ini bro, semoga memberi inspiriasi bagi kita semua.
salam James Maramis | M: +63 905 3188016 | E: [email protected] Chat Y! messenger: mr_jamz Skype: mr_jamz Google Talk: james.maramis 2010/7/21 Maxwel Kapitan <[email protected]> > > > Seorang petani mempunyai beberapa anak anjing yang akan di jualnya. Dia > menulisi papan untuk mengiklankan anak-anak anjing tersebut, dan > memakukannya pada tiang di pinggir halamannya. > > Ketika dia sedang dalam perjalanan untuk memasangnya, dia merasakan tarikan > pada bajunya. Dia memandang ke bawah dan bertemu mata dengan seorang anak > laki-laki kecil. "Tuan," anak itu berkata, "Saya ingin membeli salah satu > anak anjing anda." > > "Yah," kata si petani, sambil mengusap keringat di lehernya, "Anak-anak > anjing ini berasal dari keturunan yang bagus dan cukup mahal harganya." > > Anak itu tertunduk sejenak, kemudian merogoh ke dalam saku bajunya, Ia > menarik segenggam uang receh dan menunjukkannya kepada si petani. "Saya > punya tiga puluh sembilan sen. Apakah ini cukup untuk melihatnya?" > > "Tentu," kata si petani yang kemudian bersiul. "Dolly, kemari!," > panggilnya. > > Dolly keluar dari rumah anjingnya dan berlari turun diikuti oleh > anak-anaknya. Si anak laki-laki tersebut menempelkan wajahnya ke pagar, > matanya bersinar-sinar. Sementara anjing-anjing tersebut berlarian menuju > pagar, perhatian anak laki-laki tersebut beralih pada sesuatu yang bergerak > di rumah anjing. > > Perlahan keluarlah seekor anak anjing, lebih kecil dari yang lain. Ia > berlari menuruni lereng dan terpeleset. Kemudian dengan terpincang-pincang > berlari, berusaha menyusul yang lain. > > "Aku mau yang itu," kata si anak, menunjuk pada yg anak anjing kecil itu. > Sang petani berjongkok di sampingnya dan berkata, "Nak, kau tidak akan mau > anak anjing yang itu, dia tidak akan bisa berlari dan bermain bersamamu > seperti yang bisa dilakukan anak-anak anjing lainnya." > > Anak itu melangkah menjauh dari pagar, meraih ke bawah, menggulung celana > di salah satu kakinya, memperlihatkan penguat kaki dari logam yang > melingkari kakinya hingga sepatu yang di buat khusus untuknya. Ia memandang > sang petani, dan berkata, "Anda lihat, tuan, saya juga tidak bisa berlari, > dan anak anjing itu memerlukan seseorang yang memahaminya." > > Dunia penuh dengan orang-orang yang memerlukan seseorang lain yang mau > memahaminya. Yesus berkata, "Sebab barangsiapa malu karena Aku, Akupun akan > malu karena orang itu di hadapan Bapa-Ku." > > >

