:) sama Mas... saya juga dulu pernah mengalami hal demikian sewaktu saya tugas 
di Ternate, Maluku Utara, tahun 1999, malah sepertinya lebih parah... saya 
sempat terjebak di kantor selama lebih 6 jam, sementara diluar kantor ribuan 
orang terlibat adu tembak, bom rakitan, dan senjata tajam (tombak, panah dan 
sebagainya)... hampir Mas... kami (saya dan 2 anak prodip lainnya) tinggal nama 
dan kenangan... karena hampir semua kampung dan kantor-kantor di Jl. Yos 
Sudarso (dimana KPKN Ternate (waktu itu) berada) dibakar habis... Alhamdulillah 
sekali KPKN  tidak ikut dibakar entahlah saya juga tidak tahu kenapa demikian, 
padahal justru awal terjadi kerusuhan dan selanjutnya terpusat didepan KPKN. 
Andai saja waktu itu KPKN dibakar, maka kami pastilah mati terbakar, karena 
kami sembunyi di lantai 3 gedung KPKN dan tidak ada jalan untuk melarikan diri, 
atau bisa jadi mati diujung senjata tajam mereka-mereka jika mereka tahu ada 
orang yang sembunyi di kantor saat itu.

"Astaghfirullah,,,,apakah Orang2 di Kantor Pusat akan
memperhatikan hal2 seperti ini,,,,,,Semoga saja,,,,"

kalau Mas mempertanyakan itu, saya nggak bisa jawab (meskipun sebenarnya saya 
memang tidak berkompeten untuk menjawab.. hehehehe..)
Tapi yang bisa saya ceritakan pengalaman saya waktu itu, bahwa, kepedulian 
Kantor Pusat (waktu itu masih DJA) kita, sangat berbeda sekali dengan saudara 
kita di PAJAK dan BEA CUKAI.
Rekan-rekan kita (anak2 prodip) di Pajak mendapat instruksi dari Pusat untuk 
secepatnya menyelamatkan diri dulu ke tempat yang aman keluar dari Pulau 
Ternate.
Bea Cukai malah lebih dahsyat lagi (saya dengar cerita mereka), anak2 prodipnya 
dijemput dari Surabaya pakai kapal speed Bea Cukai.
Sementara kita bagaimana..? jangankan jemputan, bahkan menanyakan kabar juga 
tidak... lebih parah lagi, sewaktu saya minta ijin kepada Kepala Kantor KPKN 
untuk sementara mengungsi dengan ikut Kapal Lambelu, saya tidak diijinkan, dan 
malah disuruh menjaga kantor, sementara Beliau sudah mengungsi jauh ketempat 
yang aman.
Ma'af beribu ma'af... saya tidak bermaksud memuji saudara-saudara kita di Pajak 
maupun Bea Cukai, sekali lagi ma'af.. saya tidak bermaksud apa-apa.. sekedar 
berbagi dengan Mas yang mempertanyakan itu... Ini adalah pengalaman pribadi 
saya Mas, tidak ada yang dilebih-lebihkan...
sekali lagi saya mohon ma'af, jika ada kiranya rekan-rekan yang gak berkenan 
dengan ini...
Berdo'a saja Mas, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi kita...
amin...

looks_alert <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
 Sial,,,,pagi tadi jam 8 WITA pas kita bertiga mau 
 berangkat ke kantor, sementara 2 rekan2 anak D3 masih di 
 rumah, Poso kembali tegang,,,,kira2 3 truk BRIMOB menuju 
 ke Jalan Pulau Irian, tapi belum sampai di Jalan Pulau 
 Irian tepatnya di Jalan Pulau Seram mereka semua berhenti 
 dan tidak lama kemudian terjadilah berpuluh2 kali kontak 
 senjata dan beberapa suara letusan bom, 2 helikopter 
 terbang rendah sambil mengumumkan supaya warga kembali ke 
 rumah,,,kontan semua warga berhamburan menyelamatkan 
 diri,,,ada yang menjemput anaknya yang masih di sekolah, 
 ada yang langsung menuju kantor,,,,tidak lama kemudian 
 suasana kota Poso seperti kota mati
 
 Sepertinya pagi ini ada penyergapan besar2an seperti isu2 
 selama ini,,,,
 
 Sial,,,,kita baru 1 minggu lebih disini,,,,masih berapa 
 tahun lagi kita disini,,,,,,
 Astaghfirullah,,,,apakah Orang2 di Kantor Pusat akan 
 memperhatikan hal2 seperti ini,,,,,,Semoga saja,,,,
 
     
                       

 
---------------------------------
Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels 
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke