Astaghfirullah,,,,,,Saya hanya bisa mendoakan semoga Allah SWT memberikan
kesehatan buat mas manggappu pasaribu dan juga buat anak mas Nugroho,,,,,,,
Saya yakin masih banyak Mas Mangappu2 dan Mas Nugroho2 yang lainnya yang
mungkin masih memendam atau mengalami  masalah2 / konflik2 batin tersebut
akibat dari sebuah SK Mutasi tsb,,,,,,
Pantas aja banyak pegawai DJPBN yang lebih memilih keluar dari Direktorat
ini,,,,,

Saya gak bisa membayangkan seandainya hal tersebut terjadi pada saya,
mungkin saya bisa gila,,,,,saya salut buat mas Mangappu dan mas Nugroho yang
masih berjuang menghadapi ini semua,,,,,,

Buat Mas Nugroho, klo memang mas yakin dengan keputusan mau keluar dari
DJPBN kenapa tidak,,,asalkan mas sudah punya tujuan / planning yang pasti
akan kemana setelah keluar toh mas juga punya pengalaman kerja,,,,,,

Dulu ada pegawai di Kanwil saya, pas sebelum saya di sini, dia dapat SK
Mutasi Pelaksana tahun 2006 kemarin, dia tidak berangkat dengan alasan
anaknya yang sedang sakit keras pokoknya yang berhubungan denagn otak githu,
pastinya saya kurang jelas, dia tetap melaksanakan tugas di tempat lama,
tapi Kakanwil juga mau membuatkan surat pengusulan ke Kantor Pusat untuk
tetap di tempat lama dengan alasan tersebut di atas,,,,,,,setelah itu saya
sudah gak tau perkembangan selanjutnya, karena setelah itu saya terbuang di
sini,,,,,

 Semoga Allah selalu melindungi para pegawai DJPBN yang
terbuang,,,,,,,amin,,,


Luqman F
KPPN Poso

Pada tanggal 26/03/07, mangappu pasaribu <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>   Buat teman di Ditjen Perbendaharaan
>
> Membaca surat mas Nugroho, setali tiga uang dengan nasip saya. Nama saya
> Mangappu Pasaribu Angkatan I Diploma I Medan tahun 1994. Saya ditempatkan
> pertama kali di KPKN Pontianak tahun 1996. Seiring berjalannya waktu, saya
> dengan sabar dan penuh komitmen bekerja serta melanjutkan kuliah S1 dan
> berpikir bahwa saya suatu saat akan kembali ke Medan, tapi apa lacur, nasip
> saya begitu apes, disaat kebijakan mutasi pada tahun 2003 yang akan
> mengembalikan para lulusan Diploma ke daearah asal, saya malah semakin jauh
> dimutasikan ke KPKN Benteng Pulau Selayar (SULSEL). Dulu pada saat di
> Pontianak, saya masih bisa pulang ke Medan dua tahun sekali untuk
> bersilaturahmi dengan orangtua, sekarang untuk pulang dari Selayar saya
> harus meminjam uang dari bank apabila ada kepentingan mendesak dalam
> keluarga karena biaya dan jarak yang sudah 2X lipat besarnya.
> Sejak kecil saya sering sakit telinga dan apabila flu, dari telinga saya
> selalu keluar cairan sehingga selama di Selayar setiap dua bulan sekali saya
> harus berobat ke dokter THT di Makassar karena di Selayar tidak ada dokter
> spesialis. Terus terang gaji dan TC saya habis untuk biaya berobat ke
> Makassar. Atas alasan kesehatan. pada bulan Juni 2006 saya mengajukan pindah
> atas biaya sendiri ke Medan. Saya sudah tidak kuat lagi dengan masalah biaya
> dan penyakit saya belum juga sembuh. Meskipun sudah mendapat rekomendasi
> tertulis dari Kepala KPPN Benteng yang dilampiri dengan surat-surat sakit
> dari dokter THT yang menyatakan bahwa penyakit saya perlu di Operasi telinga
> namun Kanwil Makassar membalas surat dengan alasan bahwa tenaga ybs masih
> dibutuhkan di KPPN Benteng.
> Kemudian pada bulan Desember 2006, saya mengajukan lagi permohonan pindah
> atas permintaan sendiri yang disetujui kepala KPPN. Hal ini saya beranikan
> karena penyakit saya semakin parah dah dari telinga sudah mengeluarkan nanah
> dan darah. Saya sering sakit kepala dan sangat mengganggu produktivitas
> dalam bekerja. pada bulan Januari 2007 saya menjalani operasi Sinus dan
> Polip di RS Adam Malik Medan sementara penyakit telinga saya masih akan
> dioperasi 6 bulan lagi.
> Dalam keadaan tertekan timbul penyesalan kenapa saya dulu menuruti
> orangtua untuk kuliah Diploma I padahal saya masuk Teknik Elektro di USU
> Medan, saya memang mengalah demi adik-adik yang butuh biaya agar mereka juga
> bisa mekanjutkan sekolah. Saya merasa terbuang jauh dari keluarga dan yang
> lebih membuat hati sedih ialah teman satu angkatan sudah semuanya kembali ke
> Sumatera Utara dengan kehidupan yang lebih baik sementara saya menjerit
> namun tidak ada seorangpun peduli dengan penderitaan saya.
> saya tidak tahu lagi harus bagaimana, mohonlah teman-teman yang di Bagian
> Kepegawain mendengarkan dengan hati nasip saya yang lulusan Diploma I ini.
> Bagi kakak-kakak kelas yang dari Diploma III, bantulah kami yang dari
> Diploma I
>
> Mangappu Pasaribu
> KPPN Benteng Selayar
> 0852 553 177 17
>
> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke