Terima kasih banyak kepada pak budisan yang telah berbagi pegalamanya kpd kita semua... Dari yang bapak jabarkan,ada satu harapan yang bu munteri harapkan yaitu memberikan pelayanan terbaik...kpd semua pihak... Merupakan satu hal yag sangat agung dapat memberikan pelayanan terbaik..Tapi terkadang dalam prakteknya jadi terbalik,akan menjadi hal yag agung apabila ada yag minta pelayanan..Karna apa kita jadi merasa yang lebih dilayanni,justru terbalikkan... Banyak bgt hal2 tersebut kita alami,tdk hanya di depkeu aja,hampir di setiap departemen atw pun lembaga di indonesia... Kita liat dalam instansi kita,ketika istansi yang lebih tinggi harus turun ke daerah yang seharusnya memberikan pengarahan atau dikatakan pelayanan lah,kondisinya akan terbalik,malah yang seharusya di berikan pelayanan,akan melayani terlebih dahulu...Dgn memberikan segala pelayanan yang no 1,mulai dari membiayai penginapan,makan bahkan uang transport atw pun upeti...inilah salah satu fenomena yang sering terjadi... Dan kayaknya sudah menjadi kebiasaan yang sangat sulit utuk ditinggalkn...Apakah ini yang dimaksud pelayanan prima... Saya hanya sekedar membahas masalah pelayanan,krn kita pada dasarnya ujung tombak sebagai Kantor pelayanan.... Semoga apa yang diharapkan bu Menteri dapat diterapkan dahulu oleh para pejabat2 tinggi...sehingga kita pun yang berada di bawah dapat mengambil CONTOH yanG KONKRIT....
Salam buat semua.. --- In [EMAIL PROTECTED], Budi Santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bagi mereka yang sudah mengenal dekat dengan Sri Mulyani Indrawai, yakni Menkeu yang dikenal sifat keterbukaan (ceplas-ceplos dan blak-blakan)-nya tentu acara talkshow pada pembukaan rapim DJPb tersebut bukan merupakan sesuatu yang luar biasa. Tetapi bagi sebagian besar Kepala KPPN/Kanwil yang baru pertama kali melihat secara langsung bagaimana Bu Menteri bicara tentu sependapat bahwa penampilan Bu Menteri saat itu memang sungguh luar biasa. > > Bayangkan setelah sekitar 1 jam memberikan sambutannya yg dimulai sekitar jam 20.30, Bu Menteri masih tetap antusias untuk meladeni pertanyaan-pertanyaan para pimpinan DJPb hingga menjelang tengah malam. Cerita tentang pengalamannya bergaul dengan menkeu Negara-negara lain sangat menarik. Ia bicara seolah-olah para pimpinan DJPb yang hadir tersebut adalah teman-teman lamanya. Sebuah komunikasi antara atasan dan bawahan yang, menurut saya, cukup efektif. > Ada beberapa ucapan/pendapatnya yang hingga kini masih ada dalam ingatan saya. > Pertama, ia ingin suatu saat dicatat dalam sejarah sebagai Menkeu yang pernah mencoba melakukan secara sangat serius upaya reformasi birokrasi (termasuk kebijakan remunerasinya) di lingkungan depkeu. Walaupun hasil akhirnya barangkali berujung pada kegagalan. > Kedua, ia merasa mempunyai utang kepada republik, antara lain untuk membuat Indonesia dihormati (tidak dicurigai, dilecehkan dan dikomentari secara sinis) oleh bangsa lain (Amerika, Eropa, dan bangsa-bangsa maju lainnya). > Ketiga, berhasil tidaknya kebijakan remunerasi di depkeu tergantung pada kepercayaan publik (public trust) kepada perubahan sikap/mental para pegawai depkeu, terutama yg pekerjaannya adalah memberikan pelayanan terhadap masyarakat. (So please, help me ) > Keempat, peringatan kepada Pak Siswo (Sekditjen) bhw semangat/tekad DJPb belakangan ini untuk menjadi unit pengekspor pegawai untuk unit-unit eselon I lainnya (DJA/DJKN/DJPK/DJPU) hendaknya tidak akan mengakibatkan pegawai DJPb yg tersisa adalah pegawai sampah, karena yg diminta oleh unit eselon I lainnya adalah yg (ter)baik; > Kelima, saya kira banyak teman-teman lainnya yg hadir pada acara tersebut dapat menambahkan daftar pesan yg disampaikan oleh Bu Menteri (Pak Hari, mohon ditambahkan pesan Bu Menteri utk diketahui oleh teman-teman kita di milis ini .) > > Salam, > budisan > > > > > --------------------------------- > 8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time > with theYahoo! Search movie showtime shortcut. > > [Non-text portions of this message have been removed] >
