Terima kasih kepada Bapak Budisan yang telah mau berbagi, kepada kami para pioner2 DJPb.
Satu hal titipan untuk para change maker di DJPb, tolong jangan hanya berorientasi di antara mereka sendiri, dan jangan hanya berkutat pada pekerjaan dan struktur. Kita setelah berubah menjadi DJPb pernahkah membuat budaya organisasi/pakem yang jelas tentang organisasi kita, orang dari pioner sampai pejabat kalo ditanya budaya organisasi kita kaya apa sich, saya yakin tidak tau? sehingga akhirnya change agents dan bahkan pioner membuat persepsi sendiri2 akan perubahan yang dibuat para change maker yang berujung pada salah kaprah, kekhawatiran, kekecewaan, apatis. Ya... akhirnya pada cari selamat masing2 (lompat pagar ke Ditjen lain), karena merasa kita mau dibawa kemana menjadi kacau balau. Memang dalam bukunya Reinaldi Khazali kalo perubahan membawa efek kacau balau apabila para change maker tidak dapat memberikan "bintang timur" sehingga dari pioner sampai raja dapat paling tidak melihat secercah harapan di DJPb untuk tetap bertahan menjadikan DJPb organisasi yang dapat mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Kita pioner ini butuh motivasi, jangan kecilkan motivasi kami yang berjiwa muda ini, apalagi kalo denger2 SOP DJPb yang tidak jadi2/kelar (ditinggal ditjen lain). Memang kami sudah mulai melihat dari sisi pengembangan pegawai sudah agak jelas dengan kemarin ada penawaran/pengisian daftar pelatihan untuk masing2 pegawai max 2 pelatihan, walaupun dinodai dengan adanya kanwil yang tidak menyebarkan informasi ini. Saya termasuk beruntung kanwil kami terbuka dan sangat memperhatikan. Hanya jangan sampai hal ini sekedar berhenti di penyampaian daftar yang tidak ada tindak lanjutnya. tapi semoga tidak. Pola mutasi yang jelas semoga juga dapat menciptakan secercah harapan bagi para pioner ini, sehingga walaupun ditempatkan di-IDT masih dapat berharap hanya sekian tahun saja kawah candradimuka ini. Karena apa kami para pioner yang merupakan keluarga muda dengan anak2 usia pendidikan dasar tidak berkeinginan anak2 penerus kami menjadi "tertinggal juga" di daerah IDT, otomatis berkorban pisah keluarga dan menabung untuk pulang ketemu keluarga. Mungkin itu dulu, unek2 pioner yang mendukung perubahan tapi jangan lupa para change maker harus memberikan "bintang timur" kepada para pioner ini. Terima kasih. Atas kekeliruan/kekhilafan saya mohon dimaafkan --- In [EMAIL PROTECTED], Budi Santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bagi mereka yang sudah mengenal dekat dengan Sri Mulyani Indrawai, yakni Menkeu yang dikenal sifat keterbukaan (ceplas-ceplos dan blak- blakan)-nya tentu acara talkshow pada pembukaan rapim DJPb tersebut bukan merupakan sesuatu yang luar biasa. Tetapi bagi sebagian besar Kepala KPPN/Kanwil yang baru pertama kali melihat secara langsung bagaimana Bu Menteri bicara tentu sependapat bahwa penampilan Bu Menteri saat itu memang sungguh luar biasa. > > Bayangkan setelah sekitar 1 jam memberikan sambutannya yg dimulai sekitar jam 20.30, Bu Menteri masih tetap antusias untuk meladeni pertanyaan-pertanyaan para pimpinan DJPb hingga menjelang tengah malam. Cerita tentang pengalamannya bergaul dengan menkeu Negara-negara lain sangat menarik. Ia bicara seolah-olah para pimpinan DJPb yang hadir tersebut adalah teman-teman lamanya. Sebuah komunikasi antara atasan dan bawahan yang, menurut saya, cukup efektif. > Ada beberapa ucapan/pendapatnya yang hingga kini masih ada dalam ingatan saya. > Pertama, ia ingin suatu saat dicatat dalam sejarah sebagai Menkeu yang pernah mencoba melakukan secara sangat serius upaya reformasi birokrasi (termasuk kebijakan remunerasinya) di lingkungan depkeu. Walaupun hasil akhirnya barangkali berujung pada kegagalan. > Kedua, ia merasa mempunyai utang kepada republik, antara lain untuk membuat Indonesia dihormati (tidak dicurigai, dilecehkan dan dikomentari secara sinis) oleh bangsa lain (Amerika, Eropa, dan bangsa-bangsa maju lainnya). > Ketiga, berhasil tidaknya kebijakan remunerasi di depkeu tergantung pada kepercayaan publik (public trust) kepada perubahan sikap/mental para pegawai depkeu, terutama yg pekerjaannya adalah memberikan pelayanan terhadap masyarakat. (So please, help me ) > Keempat, peringatan kepada Pak Siswo (Sekditjen) bhw semangat/tekad DJPb belakangan ini untuk menjadi unit pengekspor pegawai untuk unit-unit eselon I lainnya (DJA/DJKN/DJPK/DJPU) hendaknya tidak akan mengakibatkan pegawai DJPb yg tersisa adalah pegawai sampah, karena yg diminta oleh unit eselon I lainnya adalah yg (ter)baik; > Kelima, saya kira banyak teman-teman lainnya yg hadir pada acara tersebut dapat menambahkan daftar pesan yg disampaikan oleh Bu Menteri (Pak Hari, mohon ditambahkan pesan Bu Menteri utk diketahui oleh teman-teman kita di milis ini .) > > Salam, > budisan > > > > > --------------------------------- > 8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time > with theYahoo! Search movie showtime shortcut. > > [Non-text portions of this message have been removed] >
