Assalamualaikum....! Oka 
Giaman khabarnya....., saya setuju banget dengan tulisannya, tapi 
saya jadi kangen ingin ngobrol lagi sambil makan siomay.....!
tapi kapan ya....? kamu ada di pusat negeri sedangkan saya ada 
di..... he he he becanda ding! tapi kangennya serius!

Salam sukses selalu

Andi


--- In [email protected], "okalaksana" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bedanya anak prodip dianggap lebih kuat dalam menghadapi cobaan dan
> lebih cerdas dalam menangani masalah pekerjaan. Sebenarnya dalam
> fikiran saya anak prodip adalah pahlawan perubahan. Sayang ide ini
> kurang tersosialisasikan malah sepertinya jadi termarginalkan. 
> Bayangkan : Anak prodip dikumpulkan dari berbagai belahan bumi
> nusantara untuk didik menjadi pegawai treasury secara khusus. 
Setelah
> selesai mereka disebar ke seluruh nusantara untuk memberikan 
perubahan
> di kantornya, memberi masukan-masukan yang positif untuk perubahan
> kantor kita. Setelah selesai di satu kota untuk sebuah penyegaran
> mereka dipindah ke tempat lain, tempat yang memang memerlukan
> orang-orang pembaharu. Di kota-kota terpencil anak prodip 
memberikan
> pencerahan mengenai teknologi informasi. Mereka memberi contoh 
tentang
> pentingnya pendidikan pada masyarakat setempat. Banyak dari anak
> prodip melanjutkan sekolahnya melalui universitas terbuka. Dan tak
> jarang berhasil sampai pendidikan jenjang selanjutnya. Masyarakat
> setempat berharap anak-anak mereka bisa seperti anak-anak prodip 
itu.
> Tak jarang ada yang menjadikan mereka menantu. Sehingga terjadi
> naturalisasi. Apalagi banyak dari mereka yang mempunyai pemahaman
> agama yang menakjubkan. Dzikir matsurat dan tilawah 1 juz perhari
> bukanlah beban, malah memberi mereka kekuatan. Dibanding dengan
> suasana kantor daerah yang tidak mempunyai prodip, kantor kita 
relatif
> lebih profesional. Semua pekerjaan semakin efisien dilakukan. 
Sehingga
> ekses negatifnya adalah banyaknya waktu luang. Namun anak prodip 
tidak
> kehilangan akal. Yang suka olahraga membuat perkumpulan olahraga 
untuk
> meningkatkan raganya (body), yang suka dengan hal-hal spiritualitas
> membuat pengajian atau halaqoh yang meningkatkan jiwanya(soul) , 
yang
> suka hal-hal intelektual terus menyebarkan pemikiran-pemikirannya
> (mind). Terkadang yang menakjubkan hal itu bersatu dalam satu sosok
> anak prodip.  Yang lebih menakjubkan , anak prodip ukhuwahnya kuat.
> Mungkin karena sudah lama bergaul di kampusnya. Walaupun mereka
> terpisah jarak, mereka tetap menjalin tali ukhuwah itu. Moto mereka
> adalah minimalnya adalah husnudzon (berprasangka baik),
> mudah-mudahanan bisa itsar(mendahulukan orang lain atas kepentingan
> sendiri). Yang dipusat berusaha memperjuangkan aspirasi teman-
teman di
> daerah. Yang di daerah memberikan masukan-masukan positip bagi
> teman-temannya di daerah. Yang di pusat berharap suatu saat
> teman-teman di daerah bisa menggantikan dirinya di pusat, 
mendapatkan
> kesemapatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya, dan yang di 
daerah
> berharap teman -teman yang di pusat bisa merasakan kenikmatan 
beramal
> di daerah. Komunikasi mereka yang intense satu sama lain membuat
> mereka saling mengenal (taaruf), dan juga saling mengerti (tafahum)
> yang pada akhirnya melahirkan sinergi (taawun) dan kegemaran 
berbagi
> beban (takaful). Tahun demi tahun berganti, akhirnya dari anak 
prodip
> itu ada yang dipercaya menjadi menteri, dan mereka didukung oleh
> anak-anak buahnya yang siap memberikan terbaik bagi negeri ini...
> 
> Sekian : Happy End 
> 
> --- In [email protected], iqbal muhammad
> <iqbal_abil@> wrote:
> >
> > apa sih ya bedanya Pegawai DJPBN Prodip dgn Pegawai DJPBN Non 
Prodip..?
> > padahal dalam hak dan kewajiban sama saja, tidak ada beda..
> > tapi kenapa dalam mutasi selalu dibedakan..?
> > kalau hanya karena SEKOLAH GRATIS, okelah... tapi kan ada namanya
> masa ikatan dinas..
> > Nah, sesudah masa ikatan dinas selesai, mestinya kan perlakuan 
jadi
> sama, baik hak, kewajiban maupun mutasi.
> > Banyak sekali contoh yang bisa kita lihat, bahwa pegawai non 
prodip,
> dari pertama diangkat pegawai (pelaksana), korpel, sampai jadi 
kasie
> pun di daerah itu juga.
> > 
> > ah gak taulah... lieur euy...
> > 
> > 
> > # begitu dekat, tapi tak terjangkau #
> > # begitu nyata, tapi tak terlihat mata #
> > # begitu rindu aku #
> > 
> >        
> > ---------------------------------
> > Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
> >  Check outnew cars at Yahoo! Autos.
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>


Kirim email ke