Assalamualaikum,
ide kank khobir soal Interview of leaving boleh juga dicoba ( ndak terlambat 
kok wong yang baru lolos butuh ratusan..., dari rencana? bedol desa 6.000). 
pendapat cadok (cadok=calon doktor) Moddy gurih dan renyah, ngomong-ngomong 
kapan nih kita makan pecel lele lagi he he.pengalaman menarik ketika saya 
mengajukan aplikasi ke unit esl I lain. saat mengetik lamaran , seorang teman 
(kebetulan isterinya dekat ring I, jadi bisa nguping2 dikit lah...) bilang " 
pegawai yang mau pindah kalo ketahuan, rasakan perihnya" ??? maksud luuuuu, 
"ya..pokoknya rasaaiiinn aje" begitu katanya dengan nada mengancam. mas ..saya 
cuma mengutip lho. saya berhenti sejenak, merenung, menerawang dan meraba (3M) 
"yo opo negeri ini, kayak jaman Belanda aja" gitulah hasil penerawangan saya. 
nah kalo saya cuma bikin satu lamaran, sanksinya sama juga donk dengan bikin 
dua atau tida lamaran sekaligus...akhirnya kail pun saya tebar, terserah ikan 
mana yang mau makan...kank Khobir ( ssssttt, kabarnya sampeyan
 ke EKUIN ye..., ), yang begini khan ndak sehat waalfiat...main kucing-anjingan 
(bukan kucing-kucingan lagi..) nah kalo ada interview kayak konsep 
sampeyan..wahhh jreeeengg.
bang Moddy, ente betul berkali kali (nggak cuma sekali ini aja...), saya juga 
heran bin bingung atau otak saya aja yang kurang nyerap.....DJPBN membuka 
unit-unit baru PA V dl, sementara kenyataannya saat ini kerjaan menjadi barang 
langka ( nah lhooo..), dalam 4 bulan terahkir surat yang diproduksi sekitar 14  
bh mengalahkan produktivitas tulisan di miliss..(mas kursus..apa ini namanya 
tanda-tanda akhir zaman ??? mohon fatwanya sebelum semua terlambat)
lucunya, ini kalau dianggap lucu...., ada saja pernyataan boss2 kita bahwa 
DJPBN itu udah over load kerjaan, banyak yang mesti kita urusi "sekarang harus 
konsentrasi ke bisnis inti" begitu kira-kira pernyataan disetiap pertemuan. 
dalam kewenangan DJPBN berdasarkan konsitusi (ini kalo saya benar lho..) 
meliputi uang, hutang dan kekayaan.., nah faktanya sekarang hanya tinggal UANG, 
kekayaan dah cerai, HUTANG pun memilih janda.  cerainya kedua unit  ini hanya 
membawa sedikit anak sebagai tanggungan (anak yang ikut pun seperti kata kank 
khobir ndak ditanya-tanyain lagi...) tinggallah sang ayah yang pegang UANG 
ditinggalin tanggungan BANYAK ANAK, ada yang masih ingusan (butuh ASI banyak), 
ada yang dah pake susu botol, ada yang cuma nyusu tajin tokk, ada  yang bandel 
dak mau sekolah, ada yang suka olah raga, ada suka mencet kartu membunuh waktu 
malam di gardu hansip dan lain-lain. ayah pun kadang temperemental.."yah..si 
Rudi sakit nih,gimana? tanya sang anak. " Husshhh, diam
 jangan ganggu ayah, ayah lagi nelepon calon ibu mu..biarin aja nanti juga 
sembuh sendiri kok" kata sang ayah bijak. " ooooo , cari Ibu, to. cari yang 
cakep, yah" sahut anaknya nakal.      
begitulah kira-kira rumah tangga kita sekarang.setiap hari berisik.ribut. 
ribet.anak-anak tak tahu masa depan keluarganya. setiap saat ketakutan dan 
kekhawatiran menghantui. cecak bernak di plafond rumah pun jadi isyarat dan 
teka-teki. hal yang biasa jadi luarrr biasa, dan yang lurrr biasa jadi umrah. 
yang rahasia jadi umum, dan ini dia yang mesti diumumin di rahasiainnn. bisik2 
menjadi tradisi, anak-anak lebih senang curhat di pasar, WC Umum, warung dan 
tukang sayur. mau ngomong dengan  orang tua segan, takut  dan tabu. " mas saya 
tuh sayang sama ayah, kadang kasian juga melihatnya. bebannya berat. kadang 
saya tiap malam beliau tak bisa tidur. wajahnya gelisah.sekali-sekali dia 
memandang keluar jendela. pasti mikirin kami-kami ini juga" curhat seorang anak 
kepada penulis beberapa hari lalu dalam mimpi di kost yang sumpekkk. padahal 
mas, kalo ayah mau ngomong dari hati ke hati sbegai anak dan bapak, tentu kami 
juga bisa mengerti atau mungkin ada jalan keluar atas kesumpekan
 dan kebuntuan ini. kadang kami sulit menebak jalan pikiran ayah, mau kawin 
lagi? atau tetap jadi ayah tunggal dengan ngemong kami. memelihara asset yang 
ada dan mengmebangkannya menjadi sesuatu yang "bernilai" sehingga tetangga pun 
akan sedikit menghargai. ada kebanggaan, ada keinginan anak-anak ayah dapat 
berdiri tegap dengan menepuk dada " INI ANAK AYAH" yang dapat dibanggakan..." 
mas, kami khawatir ayah sabar, gamang dan emosional menaggapi tingkah 
anak-anaknya. lalu adik-adik dan kakak-kakak saya minggat sambil 
mencibir...meninggalkan rumah yang sudah bertahun-tahun di huninya dalam suka 
dan duka dengan amarah dan kebenciaan...seperti layaknyanya dia tak pernah 
tinggal di rumah ini. saya sedih sekali mas...ayah saat nya harus mengambil 
sikap paling tidak melindungi anak-anaknya dari KEGUNDAHAN. tak makan enak dan 
tak ada barang mewah pun , kami akan betah di rumah ini jika ...."( wahhh..., 
si mas ini tak kuasa menahan air mata). hanya air matanyalah yang mengalir
 deras...membentuk kalimat demi kalimat...
mas..., kalo ayah sudah tak sanggup BIARLAH KAMI TINGGAL DI PANTI saja..., 
lanjutnyaa
...........................................................................(duh 
..maaf tak kuasa melanjutkanya ....)
catatan :
JIKA ADA NAMA, TEMPAT, TOKOH, DAN SEBAGAIMANA YANG MIRIP..ITU HANYA KEBETULAN 
SAJA, KEBETULAN SAYA KEKETIK NDAK SENGAJA...

sekali lagi maaf, AYAH KAMI MASIH MENCINTAI MU......., itu isi SMS pagi ini 
yang saya terima


 

----- Original Message ----
From: Hermawan Moudy <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, April 23, 2007 4:07:35 PM
Subject: Re: [Perbendaharaan List] Perlunya Interview of Leaving (Tulis/Lisan)









  


    
            

Assalamualaikum,



Bicara mutasi.. udah banyak yg bahas. kebusukan? itu

memang ada, tapi gak semua apel -dalam keranjang

DJPBN-  busuk, cuma karena jumlah dan kondisi busuknya

yang membuat PR kita jadi banyak. Interview of

leaving? good idea buat reog tahap selanjutnya

(mudah2an ada). Jadi saya pilih sudut tembak yang lain

(meminjam istilah pak Zainal Abdidin) untuk sharing,

yaitu reorganisasi.



Seperti kata pak junas, kayaknya bos2 penggagas

reorganisasi dan temen2 di milis punya ide-ide

brillian untuk kemajuan DJPBN. Tapi kita punya masalah

yang selalu membebani kaki kita untuk maju yaitu

jumlah pegawai yang berlebihan. Saya bertanya2

sendiri, kira2 bos2 kita sudah merundingkan masalah

ini di level eselon I (kali aja DJP mau nampung, he..

he..) atau di level nasional (Kali aja departemen lain

atau Pemda mau nampung), ketiga apakah sudah ada

exercise biaya yang harus dikeluarkan untuk opsi

pensiun dini. 



Pertanyaan saya apakah ketiga kemungkinan itu (dan

masih banyak lainnya) sudah dibicarakan atau bos2 kita

simpen sendiri masalah itu, sehingga bu menteri atau

pak SBY tidak tahu ada masalah kelebihan pegawai di

DJPBN. Saya berpikir seperti itu soalnya dari dua kali

reorganisasi, pekerjaan berkurang tapi struktur (dan

jumlah kantor) tetap atau malah mekar. Contoh yang

paling saya tau, Dit.PA dan Bid.PA itu paling repot

mencari waktu kerjanya, bisa-bisa sebulan penuh nggak

ngapa-ngapain, tapi koq malah nambah jadi PA V dan

Bid.PA I dan II masih exist. Sepertinya struktur itu

sengaja dibuat sebagai jalan keluar mengatasi

kelebihan pegawai.



Kira-kira fair nggak yah untuk para pegawai senior,

kalo kita mengembangkan sistem kompetisi untuk

menyeleksi pegawai yang benar2 dibutuhkan DJPBN

(sesuai jumlah ideal). Kasian juga sih, tapi banyak

koq yang senior dan pinter2 (pak Hari, pak Budisan dan

masih banyak lagi). Soalnya kalo nunggu seleksi alam

akan terlalu lama membebani kaki DJPBN untuk maju.



Soal kebebasan berpendapat di milis ini saya setuju,

toh ada moderatornya yang bijaksana menentukan suatu

tulisan "keterlaluan" atau tidak (menurut pak jamur

kuping.red). Selain itu milis ini punya katalis

seperti pak Hari, pak Budisan, pak Kobir dll, yang

komentarnya selalu bijak dan menyejukkan.

So, speak freely. mumpung masih dikasih umur.



best rgds,

Moudy



____________ _________ _________ _________ _________ __

Do You Yahoo!?

Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 

http://mail. yahoo.com 



    
  

    
    




<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a {
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc {
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o {font-size:0;}
.MsoNormal {
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq {margin:4;}
-->







__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke