Mir kamu itu SARJANA SAMPAH karena IJAZAHMU ASPAL.... 
> ----- Original Message ----
> From: amirsyahya <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Sunday, April 29, 2007 11:40:37 PM
> Subject: [Perbendaharaan List] SARJANA SAMPAH:)
> 
> 
> Apa para pejabat2 kita nggak tahu atau pura2 gak
> tahu, atau malah 
> sebagai user or jangan2 ijazah yang dipunyainya juga
> sampah???
> 
> SARJANA SAMPAH!!!!!
> 
> Di tengah krisis ekonomi sekalipun, ada pabrik yang
> tetap 
> cemerlang, seakan tiada yang gulung tikar. Bahkan,
> pabrik yang baru 
> lahir terus sehingga jumlahnya beranak-pinak. Pabrik
> itu adalah 
> Pabrik pendidikan, khususnya pendidikan tinggi.
> Disebut Pabrik, 
> karena memang telah sepenuhnya menjadi lahan bisnis,
> hampir tidak 
> punya kaitan lagi dengan komitmen sosial, dengan
> idealisme 
> mencerdaskan bangsa. Sebagai urusan dagang, sebagian
> berlaku prinsip 
> ada mutu, ada harga. Dan semakin tinggi mutu,
> semakin mahal pula 
> ongkos yang harus dibayar.
> 
> Tetapi ini bisnis yang unik. Sekalipun tidak
> bermutu, sekalipun 
> fasilitas pendidikan asal-asalan dan dosen tidak
> memadai, toh 
> mahasiswa rela membayar lebih. Dan celakanya, inilah
> pula bisnis yang 
> nyaris tidak mengenal bangkrut. Persaingan bisnis
> pendidikan cukup 
> kejam, namun hampir tidak ada Pabrik yang bernama
> perguruan tinggi 
> swasta yang tutup karena kalah bersaing.
> 
> Yang terjadi ialah sekalipun tidak lagi memenuhi
> syarat 
> sebagaimana seharusnya sebuah lembaga pendidikan
> tinggi, banyak 
> perguruan tinggi swasta yang terus menerima
> mahasiswa baru dan terus 
> meluluskan sarjana baru. Betul-betul berfungsi
> sebagai Pabrik- Pabrik 
> Sarjana, Pabrik ijazah dengan upacara wisuda yang
> wah untuk 
> mengukuhkannya. Tidak ada urusan dengan mutu, tidak
> peduli sekalipun 
> menghasilkan Sarjana Sampah.
> 
> Sebagai gambaran, tidak tanggung-tanggung, sebanyak
> 80% dari 307 
> perguruan tinggi swasta di DKI Jakarta buruk
> mutunya. Bahkan, 
> sebanyak 23 di antaranya tidak aktif dan alamatnya
> pun sulit 
> ditemukan. Fakta yang menyedihkan dan memalukan itu
> bukan cerita 
> burung, melainkan dilaporkan secara resmi oleh
> Komisi E DPRD DKI 
> dalam Rapat Paripurna DPRD DKI, Senin (4/9). 
> 
> Pangkal penyebab amat jelas, yaitu pemerintah sangat
> longgar 
> memberi rekomendasi pendirian perguruan tinggi
> swasta baru. Longgar 
> dalam memberikan izin, longgar pula dalam
> pengawasan. Semakin hari 
> lembaga seperti koordinator perguruan tinggi swasta
> tidak lagi 
> terdengar peranannya, bahkan diragukan wibawanya
> dalam menghadapi 
> kekuatan finansial perguruan tinggi swasta yang
> semata bermotifkan 
> mencari keuntungan dari lahan pendidikan. Itu
> sebabnya, sekalipun 
> tidak bermutu, sekalipun hanya menghasilkan sarjana
> sampah, perguruan 
> tinggi swasta yang di bawah standar itu tetap
> dibiarkan hidup. Nyaris 
> tidak ada penutupan perguruan tinggi swasta!
> 
> Tak ada pilihan, pemerintah harus berani mengambil
> langkah keras 
> dan tegas. Jangan biarkan perguruan tinggi swasta
> tumbuh sebagai 
> Pabrik Sarjana yang rendah mutunya, dan
> menjadikannya semata ladang 
> bisnis. Membiarkannya adalah sama dengan memelihara
> pembodohan massal 
> dengan predikat Sarjana.
> 
> Dari EDITORIAL Media Indonesia: 
> Menertibkan Sarjana Sampah. Kamis, 0709 2006
> 
> 
> 
> 
> Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke