amirsyahya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Wah,
rada susah kalo kritik dan pendapat harus mengikuti selera
orang yang dikritik.
Sebagaimana kita tahu dunia ini penuh dengan banyak perbedaan. Ada
yang keras, ada yang lembut, ada yang pendiam dan ada yang ribut.
Maaf, ini gak bermaksud SARA:)
Kalo orang jawa-gak tahu jawa yang mana, (kata temen saya) kalo
kakinya diinjak maka kritik/protesnya bilang:
"Maaf Mas, Kaki sampeyan ada di atas kaki saya" dan ini bisa
diucapkan berkali2 sampai orang yang menginjak sadar.
Tetapi kalo orang Batak, maka bahasanya akan lain.
Dari adat saya orang Bugis, maka saya akan mencolek orang tersebut
lalu memberitahunya. Kalo gak juga ngerti maka saya otomatis akan
mengangkat kaki saya memindahkannya ke tempat lain, walaupun
resikonya orang tersebut jadi kaget. Apa boleh buat karena dia gak
sadar2. Kalo dia marah, maka harus saya hadapi karena yakin saya
tidak salah. Trus bagaimana dari segi orang ambon, sunda, palembang,
dll?
Kalo saya ikutin standar orang jawa maka orang Batak dan Orang Bugis
bisa dianggap kasar dan nggak sopan.
Kalo saya ikutin standar orang bugis, maka orang jawa bisa dianggap
penakut dan gak tegas.
Jadi kalo kita hanya mengikuti standar masing2 maka akan timbul
konflik. Jadi Standar siapa yang diikuti???
Yang jelas biarkanlah kritik itu mengalir seperti air, gak perduli
akan menemukan muaranya (ditanggapi dan dilaksanakan) atau hanya
akan berputar2 gak ada juntrungannya (dicuekin).
Kritik itu biasa, manusia ada lemahnya (Ngutip republik mimpi)
Yang menjadi masalah di Indonesia ini, kita terlalu feodal. Yang
pejabat dianggap lebih pintar, lebih tahu sehingga gak boleh dan gak
bisa dikritik. Secara tidak sadar kita mengembangkan Hukum Feodal:
Pasal 1: Pejabat gak pernah salah.
Pasal 2: Kalo Pejabat salah, maka lihat pasal 1.
Kalau pejabat gak bisa dan gak mau dikritik, berarti gak dewasa dan
sudah terkooptasi dengan hukum feodalisme.
Bentuk penolakan terhadap kritik bisa macam2: gak sopanlah,
kasarlah, gak etislah, dsb.
Kalo merasa jabatan itu adalah amanah yang akan diminta
pertanggungjawaban di dunia dan akhirat, maka gak perlu takut dengan
kritik. Apa orang2 sekarang udah gak percaya ama akhirat ya? (O ya,
saya lupa, itu kan urusan pribadi masing2:) )
Kita pun para coro sibuk memelihara hukum feodal tersebut. "Gara2
pendapat/kritik yang terlalu keras pejabat itu, pejabat anu jadi
malas sharing dan baca milis kita, seperti pak A dan pak B."
Akhirnya setelah kita jadi pejabat, kita pun akan menjadi anti
kritik.
Wake up dong!!!
Kita ini di jaman reformasi, udah gak jamannya lagi anti dan kontra
terhadap pendapat/kritik.
Kalo reformasi ini gak berhasil, maka siap2 aja kita semua para PNS
akan ketiban pulungnya kalau rakyat memutuskan memulai revolusi.
= buat mas :kritik boleh2 aja mas..,mas g perlu bawa2
suku,teman2 saya bnyak jg yg bugis,batak,madura. mas jg ga bs bilang semua
orang jawa halus. terutama yang dari jawa timur(surabaya),ketika kaki diinjak
emg negur dulu, klu g dgr bs aja lgsg blg "sikilmu Cuk!" umpatan kasar juga. jd
mnurut kami bukan masalah dari mana tapi mslah personal aja. biar dari suku
manapun kalu pernah diajar sopan, tenggang rasa, empati, slg menghormati jg
pasti tahu bagaimana berkata2 yang baik yang tdk menyakiti org lain. tmn saya
yang dari Gowa(minahasa) yang katanya plg keras di sulsel jg blg berlebihan
kok. kita blh mengkritik, bagus malah klu kritik itu membangun. klu mengkritik
tuh seenak jidat sama aja demo anarkis. pake bahasa yang lebih santun pasti msh
bisa, seyogyanya bahasa2 kuli jangan dipakai. kami yang muda2 ini sangat
berharap banyak mas2 yg lebih tua dapat jadi panutan. tolong beri contoh yang
baik. atau karena mas sndiri belum jd pejabat, bisa2 jg kalu mas
jd pejabat jg lebih parah dari yang sekarang, mas jg ngebuktiin kalu mas tuh
ga mau dikritik..buktinya ya ini,kalu mas menerima kritik pasti g bls biar g
brkepanjangan.bisa ngomong gt karena goda yang massive belum didapat.mari kita
semua sama2 introspeksi diri. hidup kan ga lama. besok kalu udh mati g bawa
apa2. dah ah ngomongin yang laen aja.
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]