buat bro amir.. bagus banget ide loe.. gue salut.. terutama idenya pada seksi perbendaharaan.. tp kira-kira bgmana dengan lingkup kerjanya mir? apa tetap seperti yg sekarang aja atau mengacu seperti KPPN Khusus.. kalo KPPN Khusus yang dijadikan acuannya kayaknya masih banyak kerjaan KPPN Konvensional yang nggak mereka kerjakan.. contohnya : belanja pegawai (gaji) : - SKPP, Kartu pegawai, Gaji susulan (musti nungguin nota BAKN baru bisa dibayar), dll kalo semua kita serahkan ke Satker bisa-bisa terjadi kaya' dulu lagi, orang udah pensiun masih terus dibayar.. penerimaan : - permintaan konfirmasi dari Kandep Agama tentang setoran NTCR, dll
(pertanyaanya cetek banget kali.. ya.. orang sekolahnya aja belom kelar..) Oke, bro.. keep posting.. thanks.. --- na2ng arifin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Wah bagus tuh usulannya mas saya dukung...setuju > tuh.heeehhh ternyata bisa kan mas ngemukakan > pendapat dengan baik...salut mas...emang mas amir > kyiknya salah satu pembawa pemikiran segar nih bagi > perubahan DJPBN tercinta...nah gmana kantor pusat > bisa diterima kan usulan yang dah bagus nih tambahan > aja mas kalo emang gak semua KPPN Prima mutasi nya > jgn intern aja mas...my be ada batasan berapa tahun > disana...sebagai bentuk keadilan bagi semua pegawai > agar semua bisa berkompetisi untuk masuk KPPN > Prima.artinya persaingan sehat jalan terus!!!! > > > Wass.Wr Wb > > Nanky In the Middle of Nowhere > > amirsyahya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > KPPN PRIMA > > Kabar mengenai akan dibentuknya KPPN Prima telah > membuat warga DJPBN > merasa gembira dan harap-harap cemas. Gembira > karena dengan > dibentuknya KPPN Prima ada harapan akan diikuti > dengan pemberian > tunjangan khusus yang benar-benar lebih dari cukup, > dan harap-harap > cemas karena mengetahui bahwa dalam waktu dekat > tidak semua KPPN > menjadi KPPN Prima sehingga timbul pertanyaan > bagaimana rekrutmen SDM > bagi KPPN Prima percobaan? Apakah melalui > serangkaian tes kompetensi > dan keahlian seperti yang diterapkan pada KPP > Modern di Ditjen Pajak > ataukah melalui rekrutmen âsilumanâ, KKN, > sajen, pedekate dan > sebagainya yang tentu saja sudah sangat familiar di > kalangan warga > DJPBN:) > > Terlepas dari hal-hal di atas saya mencoba berhayal > bagaimanakah KPPN > Prima nantinya. Berikut hayalan itu: > Struktur KPPN Modern > > Struktur KPPN tidak perlu banyak berubah, yang > perlu diubah mungkin > hanyalah Seksi Bank Persepsi di gabungkan dengan > Seksi Bank dan Giro > Pos, dengan pemisahan tugas masing-masing di level > Koordinator > Pelaksana. Hal ini demi efektifitas dan efisiensi > kerja KPPN. Seksi- > seksi lainnya tetap yaitu sub bagian umum, dua > seksi perbendaharaan > dan seksi vera. Yang perlu ditambah adalah Account > Representatif > (Konsultan) dan seksi TI/data base. Seksi TI dan > data base berisi > personel yang ahli dibidang TI dan Data Base baik > hardware maupun > software untuk memantau TI yang dipakai operasional > KPPN dan bergerak > cepat jika mencurigai adanya aktivitas yang akan > menjadi kendala > seperti virus/hacker dan sejenisnya serta > kerusakan-kerusakan > lainnya. Alternatif lainnya adalah dengan > menempatkan jabatan > fungsional TI dan Data Base. Yang perlu > diperhatikan adalah jumlah > personel di masing-masing seksi disesuaikan dengan > beban kerja yang > telah dihitung secara cermat hingga tidak > menciptakan pengangguran > terselubung yang digaji besar oleh rakyat. > > Account Representatif (Konsultan) > Selain memudahkan pencairan dana APBN, ada satu > fungsi > penting yang diemban KPPN yang kelihatannya > dianaktirikan atau > dikesampingkan. Fungsi itu adalah sebagai > pembina/asistensi bagi > satker-satker di daerah dan pemda dalam rangka > penerapan sistem > akuntansi pemerintah (SAP) sesuai dengan standar > akuntansi pemerintah > yang ditetapkan dalam PP No.24/2005. Fungsi AR > hendaknya dipisahkan > dari seksi Vera di KPPN dan bidang Aklap di Kanwil > yang tugasnya > lebih berkonsentrasi pada penyelesaian laporan > rutin/periodik. > Personil yang menjadi AR harus mempunyai kompetensi > pemahaman > akuntansi pemerintah khususnya standar akuntansi > pemerintah, software > dan mekanisme pencairan APBN. Singkatnya yang > menjadi AR sebisa > mungkin pegawai yang memahami tugas2 di seksi > perbendaharaan dan > seksi vera. Fungsi ini sangat penting karena dapat > memperlancar tugas > Departemen Keuangan dalam rangka membuat laporan > keuangan pemerintah > (Neraca, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus > Kas, Catatan atas > laporan keuangan). Dengan adanya tenaga AR ini > diharapkan kedepan > dalam waktu dekat laporan keuangan pemerintah tidak > lagi diberikan > opini disclaimer oleh BPK. > > Tata Cara Kerja > Yang harus diubah drastis cara kerjanya adalah > seksi > perbendaharaan karena merupakan ujung tombak > pelayanan. Seksi-seksi > lainnya harus disesuaikan dalam rangka mewujudkan > aparat pemerintah > yang profesional dan melayani yang bekerja secara > efektif dan efisien. > > Seksi perbendaraan yang selama ini beban kerjanya > dibagi > berdasarkan departemen/lembaga diubah total. Setiap > seksi > perbendaharaan dengan segenap personil yang telah > disesuaikan dengan > kebutuhan berdasarkan beban kerja KPPN harus siap > stand by setiap > saat untuk melayani setiap Bendaharawan dalam > rangka pelaksanaan > APBN. Tidak perduli dari departemen apa, satker > mana, belanja apa, > setiap ada bendaharawan yang akan memproses SPM > menjadi SP2D maka > akan dilayani oleh setiap pegawai yang sedang > âoffâ (tidak sedang > melayani) sehingga setiap pegawai mempunyai > kesempatan yang sama > untuk melayani. Hal ini berbeda dengan cara kerja > sebelumnya yang > dibagi per satker/departemen yang konsekwensinya > setiap hari ada > pegawai yang sangat sibuk melayani satker dan di > sisi lain ada yang > tidak mendapatkan pekerjaan sama sekali karena > satkernya tidak > mengajukan SPM. Setiap pekerjaan mempunyai standar > waktu masing- > masing berdasarkan tingkat kesulitan dan > kerumitannya. Kepala seksi > dibantu korlak bertugas mendistribusikan pekerjaan > sehingga terjadi > pemerataan beban kerja dan setiap pegawai dapat > bekerja secara > efektif dan efisien dan kalau perlu sesuai dengan > target (setiap > pegawai beberapa SP2D per hari). SPM yang masuk > dibatasi waktunya > sehingga dapat dipisahkan beban kerja hari ini dan > hari berikutnya. > > Tata cara kerja seperti ini membutuhkan > persyaratan sebagai > berikut: > SDM handal dan kompeten > Setiap pegawai KPPN Prima harus mengerti dan > memahami tata > cara pencairan dana semua Departemen/Satker yang > menjadi beban kerja > KPPN, demikian juga dengan tata cara kerja diseksi > lainnya. Jadi > tidak ada lagi pegawai KPPN dengan pengetahuan yang > setengah- > setengah/tanggung, misalnya hanya ahli menangani > Satker Departemen PU > tetapi kalang kabut ketika menangani Satker > Departemen Luar Negeri, > atau ahli menangani SPM gaji/rutin tetapi kalang > kabut menangani SPM > Belanja Modal ataupun pinjaman luar negeri - vice > versa. Hal ini akan > memberi pengaruh positif bagi pegawai KPPN untuk > terus mengupgrade > pengetahuannya sehingga terjadi persaingan yang > sehat dalam > melaksanakan tugas. Pegawai-pegawai yang malas, > pilih-pilih, > tanggung, tidak berkualitas dan tidak memiliki > kompetensi tidak akan > dapat bekerja dengan baik meskipun bergelar SE, MM, > MSc dan > sebagainya:) > > Mutasi internal secara berkala > Karena penghasilan pegawai semuanya sama dan lebih > dari === message truncated === ____________________________________________________________________________________ TV dinner still cooling? Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV. http://tv.yahoo.com/
