Di kantor kami, sistem rekrutmen pegawai KPPN Prima yang akan mengikuti seleksi 
dilakukan dengan cara kocok seperti arisan. Penyebabnya adalah gara-gara sistem 
quota dimana dalam satu kantor dikasih jatah 5 pegawai padahal yang berminat 
ada 7 pegawai.
Jalan keluar terbaik akhirnya dengan cara kocok seperti arisan , dimana yang 
ngocok pak ustadz / ahli ibadah supaya mudah-mudahan pegawai yang keluar dari 
kocokan adalah pegawai yang bener-bener satria piningit. Sebelum ngocok 
(maksudnya bukan ngocok yang negatif) , berdoa dulu  untuk mohon petunjuk. 
Gimana kalo sistem seleksinya juga dengan cara kocokan gimana ya? Gak usah pake 
ujian segala macam lah.

Buat   mas wahyu musukhal , salam dari "Nasa Fans Club" yang pernah bahu 
membahu manenin buah kecapi pak Nasa untuk oleh-oleh buat ceweknya.

Salam juga buat mas kursus, mas junas, dan mas-mas yang lainnya.

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke