Beberapa hari yang lalu saya berbincang-bincang dengan seorang teman muda. Kalau melihat kapasitasnya dan intregritasnya saya berpikir bahwa dia mempunyai kans yang besar untuk masuk dalam jajaran pegawai KPPN Prima yang begitu antusias disambut. Akan tetapi betapa kagetnya saya ketika dia bilang, " saya tidak tertarik masuk jadi pegawai KPPN Prima" Lho kok...kenapa? tanya saya. Dia bilang : " saya dengar selentingan kabar bahwa KPPN2 Prima / Non-Prima itu pada akhirnya akan menjadi kantor yang mirip dengan KAR. Dengan tambahan tugas penyaluran dana APBN, KPPN2 ini nantinya akan berada dibawah suatu koordinator, kurang lebih 8 koordinator. Sementara itu fungsi perencanaan yang saat ini dipegang oleh DJA di Pusat dirasa kurang efektif karena kurang bisa menyentuh atau mengakomodir kebutuhan riil satker terutama di daerah. Oleh karena itu, agar fungsi perencanaan ini lebih efektif, kabarnya akan dibentuk lagi Kanwil DJA di setiap propinsi.......... Nah lhoo... " Itulah alasan saya tidak mengapa saya tidak tertarik untuk ikut dalam seleksi calon pegawai KPPN Prima kalau toh pada akhirnya akan berputar2 dari satu daerah ke daerah lain yang belum tentu berada di ibukota propinsi, sedangkan Kanwil (DJA) berada hanya di ibu kota propinsi...ini memang gambling mas..tapi saya lebih memilih yang ini karena seandainya Kanwil DJA ini terbentuk tentunya akan ada rekrutmen pegawai dan pastinya pegawai2 yang dibutuhkan adalah pegawai DJPB berpengalaman dalam tugas2 perencanaan .."
Mendengar cerita kawan saya ini saya jadi terbengong-bongong, masa iya sich...Kalau memang demikian arahnya terbayang dalam ingatan saya bahwa para pejabat yang di atas seolah hanya berebut jabatan dan mengamankan jabatannya dan koleganya masing-masing dengan berdalih reformasi, perubahan, pengembangan dll...ah masa sich..??? saya tidak habis pikir dan saya sangsi dengan selentingan kabar dari kawan saya itu, dia hanyalah korban isu...tapi dalam hati saya bertanya-tanya seandainya selentingan itu bukan dari seorang pejabat yang dipercaya tidak mungkin kawan saya itu mau mempercayai dan bergambling dengan pilihan yang belum jelas hanya karena kabar yang jg belum jelas kebenarannya itu... Bagaimana teman2 dan yang tahu..? Wassalam
