Assalamu'Alaikum semua anggota milis tercinta. Dari kemarin siang/sore tidak ada topik pembicaraan yang lebih menarik dibanding pengumuman hasil tes rekrutmen pegawai KPPN Percontohan. Bahkan saya yang tidak bisa ikut tes pun terbawa euforia menyambut pengumuman tersebut.
Selamat kepada sedulur2 yang telah terpilih menjadi pioneer perubahan besar ini. Semoga sampean semua berhasil mewujudkan visi dan misi DJPBN melalui tugas berat ini. Ya, tugas berat teramat berat malah, di depan kalian terbentang jalan nan panjang dan terjal yang harus kalian tempuh demi mewujudkan cita-cita kantor pelayanan terbaik yang kita dambakan. Di pundak kalian tersandang beban kewajiban maha berat demi tercapainya misi perubahan tersebut. Kami semua tentu selalu mendo'akan kalian sukses, selamat sampai tujuan. BERJUANGLAH !!! Selanjutnya bagi kanca2 yang belum lulus maupun yang tidak bisa mengikuti tes/seleksi masuk KPPN Percontohan karena terbentur berbagai ketentuan umur, pangkat, jabatan (korpel), sedang seleksi S1/S2 de-el-el, jangan menyerah hanya gara2 gak masuk KPPN Prima. Gak masuk KPPN prima gak patheken, gitu mungkin. Marilah kita --meminjam istilah Thukulkembali ke laptop. Marilah kita kembali ke `dunia kita' kembali kepada kenyataan yang ada di depan hidung kita. KPPN `reguler' atau yang bukan prima tidak menjadi `ndak berguna' dengan terbentuknya (sementara) 30 KPPN Prima. TUPOKSI KPPN bukan prima tidak menjadi hilang dengan aktifnya KPPN Percontohan. Marilah kita fokus kembali kepada tugas dan kewajiban kita. Sudahkah satker2 yang datang ke kantor kita sudah kita layani dengan sebaik-baiknya? Sudahkah SPM yang masuk kita proses menjadi SP2D dengan benar dan tepat waktu? Sudahkah SPJ Bendum dan LKP kita selesaikan dengan benar? Sudahkah proses rekon dan penyusunan LKPP kita selesaikan dengan baik? Kalau sudah, sudahkah kita mencoba meningkatkan kualitas kinerja kita dalam penyelesaian TUPOKSI tersebut? Marilah kita buktikan bahwa tanpa melalui KPPN Prima pun kita juga mempunya kualitas kerja yang mumpuni, yang dapat diandalkan, syukur2 mampu menyamai kualitas kinerja yang dipersyaratkan KPPN Prima. Amin. KPPN Prima/Percontohan itu adalah KPPN juga binatangnya. TUPOKSI-nya juga sama dengan KPPN yang bukan prima. Di luar (rencana) 30 KPPN Prima tersebut masih ada lebih dari 150 KPPN yang lain. Di luar (rencana) 1.200 pegawai KPPN Prima itu masih ada hampir 10.000 pegawai DJPBN yang lain. Di luar satker yang dilayani KPPN Prima, masih ada ratusan/ribuan satker (termasuk seluruh stakeholder) yang harus kita layani. Marilah kita wujudkan pelayanan terbaik kita walaupun tanpa melalui KPPN Prima. Kita dukung dan kita kawal perubahan yang sedang berjalan ini dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. KPPN Prima adalah starting poin yang tepat untuk mengawali perubahan, namun perubahan tidak bisa hanya diserahkan kepada 30 KPPN dan 1.200 pegawai terpilih tersebut. Perubahan harus kita mulai dengan (istilah ustadz Aa Gym) 3M : mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai sekarang juga. Intinya semangat perubahan itu ada pada diri dan niat kita semua, tanpa menunggu terpilih sebagai pegawai KPPN Percontohan. BERJUANGLAH !!! Kepada Bapak/Ibu penentu kebijakan di pusat juga, saya selalu mendo'akan bapak/ibu selamat dan sehat semua. Bapak/Ibu yang saya hormati, saya harapkan Bapk/Ibu tidak terbuai `terlalu bersemangat' dalam pembentukan KPPN Prima ini sehingga mengabaikan KPPN dan Pegawai di KPPN yang bukan Prima. Bukannya saya tidak menganggap penting KPPN Prima, namun perlu diingat bahwa di luar rencana KPPN prima tersebut 150-an KPPN lain masih ada dan melaksanakan fungsinya. Di luar 1.200 pegawai yang terpilih dan akan dipilih tersebut ada ribuan pegawai DJPBN lain yang selalu mengharapkan dan menantikan bimbingan dan arahan dalam pelaksanaan tugasnya. Selanjutnya juga saya selalu mengharapkan bahwa Bapak/Ibu selalu ingat bahwa ada ratusan/ribuan pegawai (terutama lulusan prodip dan penerimaan sarjana) yang selalu menunggu2 perbaikan/perubahan nasib. Tidak harus masuk KPPN Prima, cukuplah bapak/ibu terapkan pola mutasi yang memberikan kepastian dan pemenuhan harapan kami semua. Kalau tidak masuk kota asal kami, paling tidak mendekati juga sudah cukup menyegarkan. Tolonglah Bapak/Ibu pertimbangkan pegawai yang sudah lebih dari 5 tahun tidak bertemu orang tuanya, suami2 yang hidup terpisah dari isteri dan anak2nya, kakek/nenek yang tidak pernah tahu/mengenal cucunya. Tolonglah dengarkan kerinduan mereka pada orangtuanya, kerinduan pada keluarganya, kerinduan pada sahabat2 masa kecilnya dst dst BERJUANGLAH !!! Jadi, KEMBALI KE LAPTOP, semoga sukses KPPN Prima dan juga semoga SUKSES KPPN bukan Prima. Terimakasih, maaf bila ada yang salah. Wassalamu'alaikum wrwb Abunida
