Waalaikum salam warahmatullaahi wabarakaatuh,

Yth. Bapak Tubagus R. Agus, S.E. 

Pak Tubagus, bagaimana kabar Bapak? Bapak sekarang bertugas jadi Kabid di 
Sumatera lagi ya, Pak? Kemarin ada anak buah Bapak yang mengabari di milist 
sebelah (maaf Dik ya, tidak saya balas, tertutup milist perbend., yang gile 
benerr). Saya sangat senang, kaget, haru, bahagia, campur-campur deh pokoknya! 
Selamat datang ya Pak, semoga kami bisa belajar bagaimana menghargai jasa para 
senior. JASMERAH: JAngan Sekali-kali MElupakan sejaRAH, begitu khan Pak?

Saudara-saudara milist sekalian, perkenalkan Bapak Tubagus ini, dulu adalah 
atasan saya. Beliau asli Serang, tinggal di Ciledug. Kepala Kantor saya di KPPN 
Pamekasan. Beliau adalah salah satu dari mantan atasan saya yang saya sebutkan 
"Berpikiran Maju" kemarin itu. Kami bisa SMS berbahasa Inggris tanpa rasa kaku. 
Beliau menyuruh ada kelompok belajar bahasa Inggris bersama. Beliau banyak 
mendorong semua anak buahnya untuk maju. Waktu test DIV, semua boleh ikut, 
didukung, didorong. Bahkan ada satu orang yang tidak mau ikut dengan alasan 
matanya sakit, dipersuasi untuk coba test. Dia akhirnya test, tapi gak lulus 
juga. Tapi Pak, setelah saya lulus test, kenapa hampir nggak boleh berangkat? 
Maaf ya Pak, bukannya saya bandel kalau nekat berangkat. 

Belakangan saya baru nyadar, bahwa nasihat Bapak ada benarnya. Sekolah di DIV 
emang benar-benar susah, Pak. Boyongan tanpa SPPD dengan bawa dua anak (untung 
sekarang adik2 sudah dapet). Sampai-sampai saya harus jualan produk CNI sama 
istri saya dan anak-anak ke Ibu Tubagus, sekedar untuk mendapat marjin 
keuntungan yang tidak seberapa. Saya pasang promosi di jalan-jalan biar ada 
orang mau "les privat" sama saya. Alhamdulillah, gak laku Pak (ya aloh 
tolong,"kata pok Ati). Saya juga harus hidup dibelaskasihani oleh "saudara jauh 
tapi dekat" saya, Bapak Drs. H. Soetijono, Msi. Saya ditampung bersama anak dan 
istri saya di rumah dinas beliau sampai setengah tahun karena kasihan dengan 
kondisi kami sekeluarga. "Wara-wiri kayak kucing beranak". Padahal, di KPPN 
Pamekasan saya sangat "comfort" dengan kepemimpinan Bapak. Dapat rumah dinas, 
ditangisi Ibu Dra. Rusmarini, dll. Kurang apa coba. Syukurlah Pak, berkat 
bimbingan, arahan, dorongan, dan semua bantuan Bapak serta kerelaan
 saya "meninggalkan comfort zone" di KPPN Pamekasan, saya bisa terbang ke 
Australia untuk mewujudkan impian saya. 

Pak, kemarin saya sempat telpon Bapak lho, waktu bingung milih jurusan kuliah. 
Pilih Ekonomi Keuangan apa bisnis, begitu. Yang terima telepon Ibu Tubagus. 
Dijawab ibu," pilih aja Ekonomi Keuangan, kayak kita masih banyak butuh itu". 
Terus saya turuti kata Ibu.

Saudara-saudara, Bapak Tubagus ini pula, yang kecintaan pada organisasi tak 
perlu diragukan. Beliau yang pertama kali "memarahi" saya waktu mendengar saya 
diminta ke Menko. "Kamu jangan seperti teman-temanmu yang pada kabur. DJPB 
masih memerlukan orang-orang seperti kamu,"pesan beliau masih terngiang sampai 
sekarang.

Bapak ini mampu "menggali" potensi internal saya untuk "Joged Kreasi Poco-Poco" 
di Yogya itu. Masak katanya saya mau didaftarin di acara JOGED RCTI. Yang 
bener, aja dong ah. Bapak ini ada-ada saja...O ya, Kepala Kantor saya ini pula, 
yang sangat senang, waktu saya masuk koran Republika dan menyuruh berkirim 
surat ke Kantor Pusat DJA melaporkan prestasi saya (mungkin boss Pusat waktu 
itu disposisinya cuma gini ya Pak: udk, file. Kalau DJPB sekarang, mestinya 
mendisposisi: agar dipantau prestasi ybs.) Satu lagi, Bapak ini jago bola. Biar 
lawan pegawai KPPN Prima juga gak bakal kalah. Betul khan, Pak? Saya yang "not 
good on sport" ini didorong terus. Anehnya, pernah sebagai pencetak gol 
terbanyak karena "tidak diperhitungkan oleh lawan dan kawan". Saya hanya 
menunggu "bola muntah", "bola liar" dan keteledoran orang. 

Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih dan belum bisa membalas apa pun untuk 
semua kebaikan Bapak selama ini. Hanya Allah swt. kiranya yang akan memberikan 
balasannya, untuk Bapak sekeluarga. Kami sekeluarga sekarang sudah hidup sangat 
berkecukupan di Australia (menurut ukuran kami). Sangat jauh lebih baik 
kondisinya jika dibandingkan waktu di Indonesia. Memang, istri saya harus 
menjadi housekeeper (bersih-bersih hotel) sampai tangannya pegal-pegal. Saya 
juga menjadi cleaner(bersih-bersih kantor) saat subuh dini hari dan malam hari. 
Namun, itu semua kami lakukan bukan karena terpaksa. Kami melakukan itu, bukan 
karena beasiswa tidak cukup. Beasiswa dan biaya hidup masih bisa ditabung. Kami 
mau melakukan itu semua karena punya cita-cita untuk mendulang dollar lebih 
banyak agar setiba di Indonesia nanti, kami sekeluarga sudah hidup layak dari 
jerih payah kami sendiri. Sudah terlalu lama saya menerima...sekarang saatnya 
saya harus memberi....

BIARLAH KAMI SEKARANG "BERSIH-BERSIH" AUSTRALI...
SAAT PULANG KAMI INGIN "BERSIH-BERSIH DIRI" KE TANAH SUCI...
DAN, "BERSIH-BERSIH INDONESIA" WUJUDKAN NEGERI SEJAHTERA YANG PENUH AMPUNAN 
ILLAHI ROBBI...

The last but least, mohon bimbingan dan doanya ya Pak. Dari jauh kami 
sekeluarga mendokan semoga Bapak sekeluarga selalu dianugerahi kesehatan, umur 
panjang, dan ketetapan iman. Amin 3x.

Melalui milist ini pula, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang 
dengan wasilah (perantara) tangan mereka, saya bisa ke Australia. Jazakumullaah 
khoiron katsiir.


Wassalam,
>From Perth with love,

Muhammad Abdul Khobir




----- Original Message ----
From: TUBAGUS R AGUS <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, 20 June, 2007 9:38:45 AM
Subject: Hal:[Perbendaharaan List] Sedikit Komentar (TSA, MPN, Reog, KPPN 
Prima) Untuk Direnungkan


Assalamu'alaikum Wr.Wb.




Dear Miliser…….





Terus terang saja saya baru masuk area permilisan ini, hanya
karena semenjak Reog kok rasanya  tidak
terlihat kemungkinan ada direct access dalam memberi sekedar "urun
rembug" pada para petinggi kita di Lapangan Banteng, walau dalam era
keterbukaan ini seharusnya hal itu semakin mungkin dapat dilakukan setidaknya 
sebagai
feedback.






Barangkali Saya perlu minta maaf  kalau memulai tulisan
ini agak kuno sedikit, tapi rasanya perlu, jadi Saya berharap para Milis dapat
menerimanya dengan lapang dada, atau mungkin silakan lewatkan sajalah kalau
memang kurang berkenan.




Reog, TSA, ataupun KPPN Prima jelas bukan/tidak sesuatu yang tercipta dengan
sim salabim dll....dll..... (sengaja Saya tidak memasukkan MPN karena MPN
hanyalah suatu 


Modul atau Penyempurnaan Cara, atau Prosedur dalam Penerimaan
Negara ), sedangkan ketiga lainnya jelas  Sesuatu yang harus berjalan melalui
proses (tahapan) dan harus dilaksanakan melewati waktu (seperti teori
pembelajaran, TK lulus, baru dapat masuk SD... lulus masuk SMP….dstnya….dstnya
), begitu pula ketiga kondisi tersebut mempunyai dasar, kondisi sebelumnya baru
dapat dilaksanakan (diterapkan) langkah-langkah selanjutnya.






TSA misalnya, perbankan pada titik tertentu (by proccesss or
time) harus memperhitung kan
untuk menerima system ini (dana masuk dalam bank account, walaupun sesingkat 
apapun
jangka waktu in-out nya), Jelas dan Pasti….. Seingat Saya, masalah serupa TSA,
apapun itu namanya… rasanya pernah dibicarakan, walau waktu itu hanya secara
semi institusional (saat saya masih di Dit.PBN), hanya karena saat itu ditinjau
dari beberapa aspek antara lain kesiapan sektor Perbankan, dan atau pelaku
ekonomi lainnya dll…. dll….., disimpulkan “Belum Siap Untuk di Terapkan",
so what next…. Ya jelas dong Menata Kembali untuk penyempurnaan kondisi itu…….





Kemudian…… kita lihat perubahan sebelumnya……





“Penyempurnaan Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan
Negara”….., yang menuntut adanya Reorganisasi di tubuh Departemen Keuangan……., 
“Pelimpahan
Ordonanseering  ke Satker Pengguna Anggaran”  Sekalilagi Jelas Tetap Harus 
Melalui Proses
dan Waktu….. (dasar yang juga tertata sebelumnya, dengan  melalui proses 
mencapai kondisi yang lebih
baik)……. 





Efek perubahan ini maunya tidak menimbulkan gelombang
tsunami (yang lebih banyak merusak daripada…….), ini sudah diingatkan oleh Ibu 
kita
yang ada di lantai 4 gedung banteng sebelah selatan…. (jangan menyisakan yang 
“……-jelek
barangkali- di Ditjen Perbendaharaan)…. 








Jadi…….


Bukan maksud untuk mengecilkan masalah Perubahan Besar yang
dilakukan, tetapi menurut pendapat Saya, sepertinya  juga tidak perlulah
terlalu dibesar-besarkan  hal itu, apalagi sampai-sampai  "Pusing Tujuh 
Keliling - ataupun sebaliknya
EGP (emang gua pikirin) atas penerapannya”





Apalagi menyatakan Penemuan TSA adalah penemuan yang
"Suangaat Huebaat",  sehingga perlu terucapkan kata-kata
yang menyatakan “dulu kita-kita hanya dibodohi oleh mereka-mereka (orang
perbankan…?), sepertinya tersirat orang yang dulu kok mau ya dibodohi seperti
itu, atau memang benar-benar apa….., 





Sekali lagi, TSA dengan kondisi saat ini, perbankan yang
sudah sampai ke pelosok daerah tertentu, KPPN yang berada di lebih dari 200
kabupaten/kota, serta kondisi lainnya….. apa dengan kondisi ini tidak
memungkinkan TSA dapat (dipaksakan) untuk dilaksanakan…





Selanjutnya ya MPN ….., 





walaupun tidak berkenan atau tidak sependapat, janganlah  membuat pernyataan 
“kalau MPN mau berhasil,
ya ganti saja Sekditjennya……..


Lha mbok jangan gitu lah Pak…. Itu kan memberi tanda tanya yang besar untuk
kita kita yang kecil dan apalagi di daerah……. apa yang diikuti…… 





Kita yang kecil-kecil ini hanya tahu bahwa kalau sesuatu sudah
menjadi suatu Keputusan (tentunya telah melalui proses tertentu sebelum menjadi
keputusan), wajarlah kalau kita harus…mencoba... untuk melaksanakannya  (tidak 
malah menghambat), dan kalau memang
koreksi, penyempurnaan, ataupun pembatalan atas keputusan tersebut tentunya
harus dilakukan secara procedural. Dan kalau memang tidak sependapat/mendukung
tahan saja sebelum menjadi keputusan… kan
itu lebih baik dan tidak membingungkan terutama bagi kita-kita yang
melaksanakannya……





Sekarang mengenai KPPN Prima.........





Kita harus mengatakan itu baik, yang penting adalah Bagaimana
Pelaksanaan nya...... ternyata itu juga saat ini masih jadi masalah........!!!!

Kita mulai dari "Kriteria Rekrutmen Pegawai bagi KPPN Prima”........ memang
sudah seharusnyalah setiap era kepemimpinan yang baik harus mempersiapkan atau
mendidik para "Pendekar Muda" untuk siap menyempurnakan dan atau
mengembangkan tatanan yang sudah ada… itu wajar… atau dapat dikatakan merupakan
keharusan yang mutlak....  tapi Qua Vadis (terjemahan bebasnya Tanpa
Disadari) kriteria atau  prasyaratan pegawai bagi KPPN Prima yang
ditetapkan saat ini, justru mencerminkan setidaknya hal yang kurang benar dan
menyebabkan antara lain ..... 





(1). Tidak Mendidik yang Muda.....  


(2). Tidak Menghargai yang Tua….    dan
atau lebih-lebih  lagi......


(3). Tidak Menghargai Pejabat yang Menetapkan SK Pejabat eselon
III dan IV tentunya ;


kalau bicara agak pivot sedikit…. Yang jadi korban kok ya Hanya
(sekali lagi Hanya) para Eselon 3 kebawah… yang dinyatakan kurang/tidak mampu
sehingga perlu melewati seleksi kemampuan perbendaharaan, moral harus diuji 
sehingga
perlu melalui test Psycometrik dll….dll……. bagaimana mengenai yang ……. dan …….


Apa memang sudah ….. dan atau …..





Apalagi para pejabat itu (eselon 3 dan 4) diangkat dengan Surat
Keputusan (yang rasanya berdasarkan atas usul para pimpinan yang menetapkan
kriteria itu sendiri) yang ditetapkan Pejabat yang berwenang….. 





Lah ini bagaimana jadinya…. Apa itu artinya menjilat ludah
sendiri apa memang para pimpinan itu tidak tahu bahwa ada Penilai Yang
Tertinggi nantinya…





Terus….. mengenai jumlah pegawai…… barangkali dalam skala
besar, beliau melihat cukup dengan 1/4 pegawai yang ada saat ini….. itu masih
okey-okey sajalah…. Tapi kemudian bagaimana dengan pegawai yang tersisa  ???





Kriteria dan atau persyaratan memang perlu dan harus ada,
tapi mbok berhati-hatilah dalam menetapkannya… sehingga akhirnya jangan sampai
ada pernyataan “ke laut saja ….”. Walau bisa dinyatakan hanya berkelakar saja….






Saya benar-benar salut pada teman-teman KPPN yang tidak
masuk kriteria rekrutmen, tapi tetap semangat (legowo) menata persiapan KPPN
Prima (Percontohan), walau kemudian teman-teman di KPPN itu tidak jelas mau
kemana dan mau apa….. semoga Allah memberikan kelapangan hati, kesempatan dan
rejeki pada beliau-beliau…..





Untuk sekedar direnungkan ……





Di desa kecil di barat pulau Jawa, pernah Saya mendengar
kata-kata bijak dari orang kecil yang juga kecil mengenai……





Apakah kriteria Baik atau Jujur (atau Kejujuran) itu…..


Ada
4 (empat) tahap/kriteria apa yang dapat dikatakan baik :





(1).  Sesuatu
dikatakan Baik apabila Diri Sendiri menyatakan sesuatu itu Baik  ;


Wajar sajalah kalau diri sendiri tidak menganggap baik kan tidak akan
dilakukan….





(2).  Sesuatu
dikatakan Baik apabila orang lain (bisa dianggap masyarakat) juga    menyatakan 
sesuatu itu Juga Baik  ;


Bagaimana efek dari “Baik” terhadap orang lain terutama
disekitar kita…..





(3). Sesuatu dikatakan Baik apabila Masyarakat (bisa
dianggap Pemerintah atau Negara)  menyatakan
sesuatu itu Juga Baik ;


Bagaimana menurut Ketentuan yang berlaku atau ditetapkan…..





(4). Sesuatu dikatakan Baik apabila Agama Menyatakan sesuatu
itu Juga Baik.


Jelas yang tertinggi adalah apabila Allah menyatakan Hal itu
Baik….





Semoga ini dapat menjadi koreksi bagi diri kita untuk
melangkah lebih baik.





Salam bahagia untuk semua miliser….





Wassalamu’alaikum Wr. Wb.








Tubagus





      
________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]




Yahoo! Groups Links




      
_________________________________________________________________________________
              

Yahoo!7 Mail has just got even bigger and better with unlimited storage on all 
webmail accounts.
http://au.docs.yahoo.com/mail/unlimitedstorage.html




[Non-text portions of this message have been removed]



 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke