Kalau mau mengingat-ingat dosa-dosa leluhur kita di masa lalu sungguh sangat mengerikan. Korupsi, Suap, Pembalakan Liar, BLBI, telah kita rasakan bersama dampaknya. Kita miskin bersama-sama sebagai bangsa..
Ini pengakuan pribadi saya. Dulu Bapak saya pernah bekerja di Pabrik pengolahan kayu di Sumatra. Meski penghasilan besar, sungguh sangat tidak berkah kehidupan kita. Tau penyebabnya? Ternyata kayu yang diolah adalah hasil illegal loging. Sungguh kekejaman yang nyata kepada rakyat yang punya HUTAN. Bapakpun memutuskan untuk keluar. Meskipun pernah khilaf Bapak adalah sosok teladan bagiku. Setelah keluar dari PT, Bapak pulang ke Jawa. Di Jawa bapak mengolah tanah sendiri. Sungguh berkah kehidupan kami, meski kami kelihatan lebih miskin. Bapak selalu menasihati kami untuk tidak mengulangi kesalahan Beliau. Apalagi ketika tahu anaknya menjadi PNS di Departemen Keuangan. Bapakpun berpesan, meskipun di lingkungan kamu mungkin banyak ke"GILA-an janganlah kamu ikut-ikutan gila. Itu hanya sekelumit contoh dari berjuta-juta kehidupan di Negeri ini. Rupanya selama ini kita telah tersesat berjama'ah. Korupsi menjadi hal biasa. Suap menjadi ungkapan terima kasih. Kalau kita mau berpikir, perbuatan2 tersebut adalah perbuatan yang biadab karena secara tidak langsung menyunat hak-hak rakyat. Sudahlah tak perlu menyalahkan siapa-siapa. Yang terpenting kita berubah sekarang. Yang sudah banyak berbuat dosa bertobatlah. Yang masih muda-muda seperti kita janganlah mengulangi kesalahan. mari!!! BERSAMA KITA BISA.
